Jumat, 06 Februari 2009

Catatan Untuk Film Perempuan Berkalung Sorban

Tulisan ini disusun sebagai bahan “panduan” dalam tatanan pemikiran bagi siapa saja yang sudah maupun yang akan menonton film Perempuan Berkalung Sorban. Beberapa catatan yang saya maksud yaitu :

1. Kita harus menerima bahwa film ini memang menggambarkan realita yang ada di Indonesia mulai dari pemahaman maupun pelaksanaan hukum Islam serta perdebatan seputarnya sampai tradisi yang dibangun di pesantren tertentu.

2. Film ini sekali lagi menjadi kampaye faham Liberalisme (kebebasan). Kembali diangkat isu-isu tentang ruang lingkup aktivitas perempuan. Antara peran domestik perempuan dan hak publiknya (luar rumah). Konsep pernikahan dimana laki-laki sebagai pemimpin kembali digugat. Melalui film ini sangat kental propaganda faham kesetaraan gender laki-laki dan perempuan, sampai hak pengajuan cerai tidak luput mendapatkan sorotan. Praktek poligami menjadi sasaran selanjutnya. Dengan menggambarkan praktek yang buruk dari laki-laki yang melaksanakan poligami melalui film ini kembali diopinikan bahwa dengan poligami perempuanlah yang menjadi korban. Sebuah kampanye khas aktivis perempuan liberal. Terakhir adalah gugatan terhadap institusi pesantren yang diopinikan sebagai sebuah lembaga yang zumud dan melestrarikan keterbelakangan pemikiran.

3. Kesalahan fatal dari visi film ini adalah mengkritisi fakta pada point 2 diatas dengan kacamata ideologi kebebasan. Film ini sungguh tidak bisa menjadi alat menilai bahwa ada yang salah dari pemikiran-pemikiran Islam. Kenapa ? karena sebenarnya khazanah pemikiran Islam yang sudah ada melalui karya para ulama yang terpercaya sudah menjawab dengan tuntas persoalan-persoalan yang “dipertanyakan” melalui film ini. Melalui film ini tidak ada upaya melakukan “studi literatur” terhadap literatur-literatur ulama yang terpercaya itu. Film ini justru menjadikan literatul-literatur liberal dan sosialis sebagai acuannya. Dengan jelas buku-buku Pramoedya Ananta Toer di perlihatkan sebagai ”kitab” yang menjadi jawaban ”kezumudan” pemahaman Islam yang ada.

4. Ditengah isu invasi militer Zionis Yahudi ke kawasan Gaza film ini menjadi bentuk invasi pada level pemikiran yang kembali dikeluarkan. Kalau Imam Syafi’i pernah mengharamkan non ulama untuk belajar ilmu filsafat, sebagai syafiiyah saya juga memberikan warning yang sangat kuat bagi siapa pun yang menonton film ini, jeratan pemikiran sesat yang coba diopinikan melalui film ini sangat halus dan bisa membuat kita tertarik membenarkan jika bangunan pemikiran Islam kita belum kokoh seperti menjulangnya gunung.

5. Disinilah arti pentingnya kita memiliki kesadaran idelogi Islam. Negeri ini memang belum dipilih untuk menjadi sasaran invasi militer. Tetapi sungguh, saat ini kita sudah berada di medan perang pada level pemikiran. Sahabat.,,. Sungguh telah saya sampaikan peringatan yang nyata ini. Ya Alloh sudah saya sampaikan, maka saksikanlah.

copas dari:http:/www.facebook.com/note.php?note_id=51039266970


9 komentar:

  1. TFS yach ummi..,saya memang blm nonton filmnya, krn dr awal kurang berminat.^_^ Tapi penjelasan ummi dpt memberikan gambaran mengenai film tsb..

    BalasHapus
  2. belum sempet nonton filmya ...tapi jadi tau..TFS ummi..

    BalasHapus
  3. thanx ya bu atas infonya
    sering2 ya

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas ulasan dan reminder-nya. Semoga ummat tidak tertipu dan terlena oleh penumpang-penumpang gelap dalam gerbong Islam.

    "Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." QS Ash Shaaff 8

    BalasHapus
  5. TFS, mbak ... saya memang belum sempat nonton filmnya tapi jadi penasaran juga sih

    BalasHapus
  6. ih...aku juga kesel bgt sama film ini... *jd menanti film seperti sang murobbi lagi*

    BalasHapus
  7. TFS mbak...hihi...judunya aja dah aneh :)
    ~bukanpenggemarfilm

    BalasHapus
  8. Film ini katanya berlatarkan ponpes salafi di nJombang.
    Wallahu'alam apa masih ada ponpes seperti itu di njombang?
    Beberapa ponpes di nJombang udah mulai nyeleneh ajarannya (dari pengakuan beberapa alumninya)
    Pacaran udah dianggap hal yg wajar....

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...