Selasa, 26 Januari 2010

Simbok sampun (sudah) kaji (haji)....

Tulisan ini kubuat untuk meng'inspire' khususnya aku...juga saudara saudari ku yang membaca note ini...untuk berikhtiar menggenapkan rukun Islam dengan melaksanakan rukun yang ke-5 nya.

Sumber kisah ini adalah bapak suami (bapak mertua)..style 'wong ndeso' khas itulah kesan pertama jika bertemu beliau, simple (ga neko neko) dan apa adanya...Bapak adalah orang yang suka ngobrol, kalo bertemu dengan orang baru, langsung akan keluar 'kata-kata'nya dan pastinya penuh dengan 'wejangan' khas orang tua...
kebetulan pas banget bapak menemukan aku (mantu ne) yang pendengar sejati...suka ngobrol juga, jadi match 'kalo sudah ngobrol' bapak betah berjam2...dan akulah yang siap 'mendengarkan' sedang anaknya (suamiku) bisa jadi tidur, karena 'wejangan'nya sdh didengarnya sejak suamiku lahir,hehehe...

Ga salah memang bapak menularkan pengalaman hidupnya ke anak2nya..pastinya tujuan nya baik..dan yang aku suka dari beliau, bapak tetap rendah hati dan ga neko neko (ga berubah penampilan karena keberhasilannya)

Bapak selalu menekankan ke kita, untuk hidup sederhana...jangan boros...dan masih banyak lagi. Yang selalu ku ingat pesan bapak,'jangan pernah hutang, kelola rizki yang ada dengan benar'...'jika ada rizki berlebih, jangan beli sstu karena gengsi, mending 'save' untuk beli tanah'...Dan bapak menekankan ke kita, berapapun besar kecilnya 'penghasilan' kita, besar atau kecil kalo tidak pandai me-manage dan tidak 'bersedekah' akan habis juga...

dan sampailah ke kisah-kisah ini..untuk menegaskan 'wejangan' bapak
ini adalah kisah nyata...bisa di cek langsung ke TKP di kudus...

kisah pertama:
Di pasar kecamatan Dawe...banyak sekali peran yang ada di sana...juragan,penjual yang berkios, penjual yang 'nempel' di kios orang, penjual di lapak2, pembeli, kuli,sopir,sampe copet (mungkin) ada juga...Pasar yang selalu rame, pastinya perputaran rupiah disana pun juga tidak sedikit...diantara orang2 yang menikmati adanya pasar tsb, adalah simbok (namanya ga tahu, orang yang jadi kuli gendong) yang menawarkan jasa nya ke juragan2 yang mau setor barang ke toko2 di sana...kalo kita lihat dari 'penghasilan simbok dengan juragan atau pemilik toko, jelas jauh sekali...tapi, jangan salah, keinginan cita2 simbok untuk mengunjungi rumahNya besar sekali...Subhanallah, dengan menabung sedikit demi sedikit simbok bisa mengumpulkan uang yang mencukupi untuk pergi ke tanah suci, dan yg lebih lagi setelah naik haji, baru saja simbok ikut umroh juga...Subhanallah

kisah kedua:
Di debuah SD negeri di desa cendono...dekat dengan dawe juga...ada seorang tukang kebun, hampir sama dengan simbok..bapak tersebut juga mempunya keinginan cita2 yang sama untuk bisa mengunjungi rumahNya...dengan jerih payahnya dan tabungan yang sudah mencukupi...bapak tersebut beserta istrinya bisa berangkat naik haji juga...Subhanallah

kedua kisah tersebut 'nyata'..sebuah ikhtiar/usaha yang sungguh-sungguh dari hambaNya yang dilihat dari sumber penghasilan nya jauh dari mungkin untuk terwujud...dan bisa membuat semua hambaNya berusaha untuk berikhtiar spt mereka...
kisah simbok sungguh 'menyentil' banyaknya reality reality show di tv tv saat ini..yang mengeksploitasi segala aspek kehidupan untuk sebuah rating...termasuk sisi kemiskinan masyarakat yang juga ikut ditampilkan sbg reality show...
terinspirasi dari reality show yang menurutku 'mendidik' yang ditayangkan di T***S tv JAM=Jika Aku Menjadi....kisah simbok pun bisa dijadikan hikmah tanpa ada tendensi komersiil di balik kisahnya...

Ya Allah, sesungguhnya dosa-dosaku tak akan kekal kecuali harapan akan ampunan-Mu. Telah Aku hadapkan di depanku suatu penghalang, lalu aku memohon kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau perkenankan, berdoa kepada-Mu sesuatu yang tak layak bagiku untuk Kau iijabahi, dan merendahkan diri kepada-Mu dengan sesuatu yang tak layak di hadapan-Mu. Namun bagi-Mu tidak tersembunyi keadaanku walaupun tersembunyi bagi manusia untuk mengetahui persoalanku yang sebenarnya. Ya Allah, jika rizkiku ada di langit turunkan, jika ada di bumi keluarkan, jika jauh dekatkan, jika dekat mudahkan, jika sedikit perbanyaklah, dan berkahi aku di dalamnya. (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, hlm 471).

oia, siapakah bapak ku (bapak suami)?....sama dengan wong2 deso yang lain...
wong deso,pekerja keras dan tahan banting...saat bapak muda, dengan kekuatan fisiknya bapak methal (mencangkul) ladangnya sekaligus rumahnya seluas kira2 1 ha...dengan bermacam-macam tanaman mulai tanaman herbal sampai palawija...dan 'gowes' becak untuk menjual hasil panen nya ke kota saat itu..lamaa,perjalanan hidup itu dijalaninya..pantang menyerah dan tetap jujur...dan selalu berdoa kpdNya untuk dilapangkan rizkiNya...Alhamdulillah, Allah mendengarnya..setelah malang melintang mencoba semua tanaman di kebun nya, beternak mulai dari sapi hingga ayam petelur...dan usaha penggilingan tebu pun dijalani...sekarang, bapak 'seatle' dengan usaha ternak ayam telurnya....Alhamdulillah

siapakah bapak?...bapak sama dengan wong2 deso yang lain...
tapi ada bedanya...bapak adalah bapak 'impian' setiap anak...
bapak tidak pernah mengharapkan sepeserpun 'salary' dari hasil kerja anaknya yang sudah disekolahkan nya sampai kuliah...bapak tidak menginginkan dikasihani anak2nya...bapak lebih suka memberi rizkiNya yang diperoleh kepada anak2nya...Subhanallah

bapak adalah bapak 'impian' setiap anak...dengan rizkiNya, bapak 'bangga' sudah menggenapkan rukun islam ke-5 untuk anak laki2 nya (suami) dan mak e ke baitullah..
dan bapak dgn rizkiNya menawarkan ke anak2 dan mantu2nya untuk pergi ke baitullah...

bapak adalah bapak 'impian' setiap ikhwan/laki2 yang ingin meminang dan membawa 'teman sejati'nya ke pelaminan...bapak tidak meminta sepeser pun uang dari suami, ketika suami ingin menikahiku..mulai dari seserahan, perhiasan, biaya walimatul ursyi bapaklah yang mencukupi

bapak adalah bapak 'impian' setiap anak yang sudah memiliki keluarga..bapak memikirkan bagaimana anak2nya mempunyai sebuah rumah yang bisa menaungi anak2nya dari hujan dan panas...bapak dengan rizkiNya, membantu 25% dari total harga rumah yang kita tempati sekarang..dan bapak memberikan adik ipar perempuan (janda dengan satu anak) sebuah rumah di dekat rumahnya...

siapakah bapak?..bapak sama dengan wong2 deso yang lain..
simple, sederhana dan apa adanya

jika ditotal mungkin rizkiNya yang sudah diberikan bapak untuk anak2nya bisa untuk membeli mobil keluarga ALPHARD keluaran terbaru...
tapii bapak tetaplah wong deso..bapak selalu berpesan janganlah gengsi, janganlah jual penampilan, sewajarnya saja....walaupun sekarang bapak mampu membeli mobil 'sederhana' dan motor, semua fasilitas itu dipersilahkan untuk dipake anak2nya..termasuk kita jika pulkam ke kudus...

siapakah bapak?..bapak sama dengan wong2 deso yang lain..nrimo apa adanya..
bapak tetap memilih tidur di lampit/tikar daripada tidur di ranjang plus springbed nyaman yang sudah kita sediakan,jika mengunjungi kita di jakarta..(nulisnya sambil berkaca-kaca)

Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]

Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”


Pamulang, 23 Juni 2009
jam 10.50 PM
saat bapak dan adik perempuan paling kecil mengunjungi kita kembali di jkt...

4 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...