Kamis, 04 Juli 2013

(My Money) Bisa kah cukup sampai akhir bulan ?

"Jangan jadi orang yang keplek ilat (1) dan entek omah entek alas (2) yaaa, kalo nanti kamu sudah berkeluarga "
(Itulah pesan yang di ulangi, di ulangi dan di ulangi lagi oleh ibu saya saat mendongeng sewaktu saya masih kecil)

Nasehat ibu saya itu sangat membekas sampai saat ini, dimana saya memasuki usia 30 tahun-an dan mempunyai (baru) empat amanahNya.
I'm simple woman. Itulah saya, entahlah saya bukan tipe orang yang suka tampil dan (sengaja) menonjolkan diri dari segi penampilan maupun lifestyle. Sederhana apa adanya begitupun dalam mengatur keuangan keluarga.
Sehari-hari saya adalah ibu rumah tangga yang mempunyai waktu full di rumah saja. Roda kehidupan keluarga otomatis hanya di dukung oleh penghasilan suami sebagai kuli di salah satu instansi di ibukota negeri ini, tempat kami  numpang hidup sekarang.
Karena kebutuhan keluarga yang tidak sedikit, saya harus pandai-pandai mengatur keuangan agar uang yang di berikan suami cukup sampai akhir bulan.

Gambar di ambil dari sini
Manajemen keuangan keluarga
Bagaimana mengatur keuangan keluarga agar bisa cukup sampai akhir bulan diperlukan pengaturan-pengaturan yang tepat di awal penghasilan itu keluar (saya terima)  bukan pengaturan saat penghasilan itu sudah di gunakan atau di akhir bulan.
Perencenaan pengeluaran keuangan mendasar  keluarga kami di bagi menjadi tiga:
  1. Infaq, sedekah dan Wakaf. Sebagian penghasilan keluarga kami pos kan untuk dana ini. Ada infaq rutin yang kami keluarkan untuk kegiatan dakwah dan kemajuan ummat. Selain itu sedekah dan wakaf yang insindental (Sewaktu-waktu) kami berikan kepada kerabat, tetangga dan asisten rumah tangga yang memerlukan bantuan.
    Rasulullah SAW bersabda:  "Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (HR. Ahmad)
  2. Belanja kebutuhan sehari-hari. Hal ini merupakan kebutuhan yang harus kami penuhi untuk hidup.
    Dan inilah prinsip-prinsip yang saya terapkan untuk perencanaan keuangan nya :
    • Simple Life . Hidup yang sederhana, artinya apapun yang kita miliki sesuai dengan dana yang ada tanpa menghutang dari orang/lembaga lain. Sederhana bukan berarti tidak bisa hidup mewah atau hidup yang pas-pas an. Tetapi belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan. Andai kita hanya punya dana 100 juta untuk beli mobil, tentu uang 100 juta itu cukup untuk membeli mobil. Alhamdulillah  dapat mobil second yang masih nyaman dipakai, pas kita butuh untuk jalan-jalan bersama keluarga ada mobil yang mengantar kita. Pasti nya kita tidak mempunyai keinginan  membeli mobil keluarga  baru yang harga nya bisa lebih dari 100 juta.
    • Mengatur kebutuhan dengan sederhana. Itulah prinsip yang harus menjadi pegangan saya, sederhana dalam memilih kebutuhan primer (pangan, papan dan sandang) keluarga maupun kebutuhan sekunder keluarga. Misal, untuk cuci mata bersama keluarga tidak perlu harus nge-mall cukup keliling bersama keluarga dengan mobil dan berhenti di pinggir jalan untuk minum es kelapa atau mie ayam bakso.
    • Membayar tagihan-tagihan on time. Saat ini saya dan suami mempunyai tagihan dua kartu pasca bayar, TV kabel (include internet) dan listrik.
    • Mengatur pengeluaran lebih kecil dari pendapatan. Di era digital ini, perkembangan teknologi yang pesat menghadirkan banyak gadget yang menggiurkan. Alhamdulillah, kami mempunyai gadget yang awet jarang ganti karena kami menggunakan nya sesuai kebutuhan tidak untuk show off.
    • Tidak punya hutang. Alhamdulillah saat ini kami tidak mempunyai hutang dan kami berusaha tidak akan menghutang karena sudah ber-ikhtiar untuk hidup sederhana.
    • Komunikasi yang baik antara suami istri tentang keuangan. Walaupun semua kartu debet dan kredit saya yang pegang, saya selalu konsultasikan setiap belanja apa saja dengan suami.
  3. Menabung. Hal ini penting sekali, walaupun tidak banyak jumlahnya menyisihkan penghasilan (yang kadang-kadang hanya) sedikit untuk keperluan tak terduga melalui tabungan ini.
    Rasulullah SAW bersabda: “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.”  (HR. Bukhari)

Manajemen keuangan terencana
Banyak nya kelas menengah yang muncul saat ini, mendorong ada nya kebutuhan seorang financial planner yang membantu perencanaan keuangan keluarga. Saat ini keluarga Indonesia tidak perlu bingung untuk mencari tahu dan bertanya tentang manajemen keuangan keluarga karena dari beberapa financial planner yang ada Live O Live memberikan solusi nya. Www.liveolive.com merupakan sumber informasi bagi wanita untuk mendapatkan kiat-kiat mengatur keuangan sehari-hari.


Live O Live akan selalu meng-update tips-tips tentang keuangan ini di sosmed, para wanita bisa melike fanspage LiveOLive, memfollow twitter LiveOLive dan mengikuti google + serta youtube nya.
Yuuk tunggu apa lagi ladies dan mommies segera ikuti tips yang bermanfaat dari LiveOLive, seperti tips yang di berikan  untuk bulan Juli ini, sangat bermanfaat buat saya yang merencanakan mau mudik lebaran tahun ini, InsyaAllah.




Catatan :
(1) Kebiasaan memanjakan lidah ; suka jajan/beli makanan yang enak-enak.
(2) Peribahasa yang sering di ucapkan oleh orang Jawa, artinya habis-habisan


2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...