Minggu, 06 Oktober 2013

(Al Fatihah) Semoga Mbak Tutik Mendapat Tempat Yang Terbaik Di SisiNya.....

"ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MUDKHOLAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARODI WA NAQQIHI MINAL KHOTHOOYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A'IDZHU MIN 'ADZAABIL QOBRI AU MIN 'ADZAABIN NAAR"
" Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka"


Bismillah.....
Ya Allah,  rasa nya baru kemarin saya mengenal mbak tutik,  tak terasa Yang Maha Penyayang lebih menyayangi mbak tutik dan sudah memanggilnya  2 tahun 8 bulan yang lalu. Mbak Tutik, ijinkan saya menulis kisah mu di dunia maya ini, semoga kisah mbak tutik yang selalu semangat terus memotivasi kami (teman, adik kelas, kakak kelas dan para pembaca) untuk selalu Fastabiqol Khairot, mencari bekal hidup di dunia ini dengan berjuang menegak kan aturan dan syariatNya di bumiNya ...Aamiin


Saya mengenal mbak tutik, ketika harus ada masa perkenalan kampus aka ospek di kampus biru ini. Deg, kaget saya melihat mbak tutik, iya sungguh saya baru melihat wajah seperti mbak tutik, jujur saya akui awalnya saya takut melihat mbak tutik dan enggan berdekatan dengan nya dan berusaha menghindar ketika melihat mbak tutik kelihatan di depan saya. Kalau saya amati, sikap saya ini sama dengan sikap teman-teman ketika bertemu mbak Tutik, yach  teman-teman dan saya yang dulu hanya melihat fisik ketika mencari teman/sahabat.

Ternyata Allah mempunyai skenario yang indah, memberikan kesempatan saya bertemu dengan pribadi yang baik hati, semangat dan tidak pernah bilang 'TIDAK BISA' seperti mbak tutik (mulai ada sebening air yang mbrebes di mata saya....)
Saya dan mbak Tutik satu jurusan di kampus ini, dan yang lebih mendekatkan saya dengan mbak Tutik adalah saya tertarik mengkaji Islam Kaaffah seperti mbak Tutik yang lebih dulu mengkaji Islam Kaaffah di kampus.
Dan Alhamdulillah, saya dan mbak Tutik tinggal di dalam satu rumah (se-kost) selama setahun sampai mbak Tutik akhirnya pindah karena menikah.

Mbak Tutik mempunyai aktivitas yang padat, sangat semangat mengkaji dan mengajar Islam Kaaffah sampai mbak Tutik hampir lupa dengan skripsi nya yang sudah memasuki DL.
Walaupun saya dan mbak Tutik selisih 2 tahun di kampus ini, saat itu saya sudah tingkat 4 dan lulus tinggal wisuda sedang kan mbak Tutik belum juga lulus dan kelihatan masih santai saja

Ta'aruf
Alhamdulillah, seneng saya mendengar langsung dari mulut mbak Tutik sendiri," Ssstt, jangan bilang-bilang ya dek? Tolong do'akan proses walimahan nya nanti lancar". Ahaa, kamu ketahuan.....iya saya sering perhatikan mbak Tutik pergi ke warnet untuk masuk room miRC (chatting jaman dulu) dan suka senyum-senyum dengan layar komputer jika saya sedang rental komputer bersama dengan mbak Tutik.

Saya tidak di kasih tahu detil siapa calon suami nya mbak Tutik, hanya informasi asal nya dari salah satu kota di pantusel Jawa Tengah dan baru lulus dari salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Sungguh, saya terharu dan salut dengan calon suami mbak Tutik saat itu, ya mbak Tutik dengan wajah  yang belum di operasi,  sangat jantan dan tangguh, menerima  apa ada nya mbak Tutik  dengan kondisi fisik sekarang ini.

Face Off
(Almrh) Mbak Tutik setelah 3 x face off
Foto di ambil dari sini
Rumah mbak Tutik masih di jabodetabek, mbak Tutik rutin sebulan-dua bulan sekali pulang ke rumah orang tua nya. Kadang-kadang saking sibuk nya, mbok-e (mbak Tutik nyebut ibu nya) harus menelpon ke kost atau hp (saat itu hp masih barang mahal) untuk meminta mbak Tutik pulang ke rumah.
Alhamdulillah, senang sekali saya mendengar kabar kalau mbak Tutik agak lama balik dari rumah orang tua nya karena sedang operasi wajah.
Lho, operasi wajah? Iya, betul ternyata sebagian daging di depan gigi atas dan sebagian tulang rawan hidung  mbak Tutik yang hilang itu bukan kelainan tubuh  permanen tetapi karena kecerobohan orang tua khusus nya ibu mbak Tutik yang lupa mengelap dan mencuci bekas ASI yang masih menempel di daerah sekitar mulut. Walhasil, ASI yang seringkali mengenai kulit bagian depan gigi dan hidung mbak Tutik menggerus kulit dan membuat lubang di hidup dan mulut bagian atas. Seingat saya mbak Tutik perlu tiga kali operasi untuk make over wajahnya seperti dulu lagi.
Saya dan teman-teman di kost sangat cemas dan rindu kedatangan mbak Tutik untuk mendengar cerita pengalaman mbak Tutik  ketika di operasi. Dan ketika mbak Tutik datang, kami akan betah mendengarkan cerita mbak Tutik yang selalu semangat dan tidak pernah sedih. " Sebenarnya uang buat operasi ini untuk aku kuliah s2 lagi dek, tapi kata mbok-e ga usah kuliah lagi kan sebentar lagi mau menikah?", cerita mbak Tutik yang membuat saya tertawa sampai sakit perut.

Ijazah Buat  Orang Tua
Alhamdulillah, dengan dukungan dan semangat dari orang tua,teman dan adik-adik di kost, mbak Tutik kembali semangat mengerjakan skripsi nya lagi setelah hampir dua tahun di tinggalkan.  Support terbesar mbak Tutik tentu nya di peroleh dari calon suami yang saat itu sedang ta'aruf. Ya, benar-benar ta'aruf yang syar'i karena untuk bertemu dengan calon suami nya mbak Tutik tidak boleh sendirian, tetapi harus di temani agar tidak berdua-dua an seperti hal nya orang pacaran. Dan, saya pun pernah sekali  mendapat ajakan dari mbak Tutik untuk menemani nya, saat calon suami nya mau menyerahkan undangan walimahan mereka yang sudah jadi.
Ada cerita yang selalu membuat saya menangis ketika mengingat nya, dalam episode kelulusan mbak Tutik. Waktu itu telah terjadwal mbak Tutik akan ujian sidang, di kost semua teman sudah mempunyai agenda masing-masing, kebetulan saya waktu itu bisa menemani dan menunggui mbak Tutik ujian sidang.
Jangan di bayangkan ujian sidang mbak Tutik ini di temani banyak teman nya, saya pernah melihat beberapa teman bahkan hampir sebagian besar teman yang ujian sidang di temani teman-teman nya, entah teman satu kost, teman satu daerah atau teman dari satu organisasi perkumpulan yang sama. Ujian sidang mbak Tutik ini berbeda, ya berbeda tapi tidak membuat mbak Tutik tetap ceria dan semangat selalu. Walaupun hanya saya yang menunggui nya ujian, mbak Tutik tetap semangat dan bahagia karena sebentar lagi lulus setelah hampir enam tahun (hampir DO) di kampus ini.
Saat hampir  selesai ujian sidang, seperti biasa (yang pernah saya alami juga) mbak Tutik di minta keluar dari ruangan sidang ujian, karena para dosen penguji mau bermusyawarah untuk memberi nilai. Mbak Tutik tidak menyia-nyiakan kesempatan keluar itu untuk pergi ke kamar mandi karena sudah hampir 3 jam di ruangan ujian sidang itu. Setelah lima belas menit, keluarlah satu orang dosen untuk memanggil mbak Tutik, karena yang di cari tidak ada, di panggil lah saya untuk mencari mbak Tutik, setelah saya bertemu dan mengajak mbak Tutik segera kembali ke ruangan, ternyata ada 'kado istimewa' dari dosen tersebut.
Yang pernah saya tahu, untuk mahasiswa/wi yang 'spesial' (lulus nya mepet hampir DL) para dosen akan men-support mereka untuk segera mengejar ketertinggalan dengan kawan-kawan yang lain yang mungkin sudah bekerja dan berkeluarga.
Berbeda dengan dosen tersebut, seperti nya memang sudah lama ingin menegur (baca. memarahi) mbak Tutik dengan bahasa yang kurang nyaman di dengar dan kesempatan itu tidak di sia-sia kan nya. Dari jarak tidak begitu jauh, terlihat ekspresi mbak Tutik yang innocent ketika dosen tersebut terus berbicara tidak jelas maksud nya dan kelihatan illfeel dengan mbak Tutik.
Tanpa saya sadari, air di mata sudah mengalir di pipi (saat menulis ini pun, saya sudah berlinangan air mata) dan ketika mereka masuk ke ruangan sidang, saya segera lari mencari tempat yang sepi untuk menumpahkan tangis yang sudah tak tertahan dari tadi. Ya, ruangan sidang di lantai 3 itu posisi nya di depan, banyak mahasiswa/wi yang hilir mudik apalagi ujian sidang mbak Tutik ini mulai jam 9 pagi.

Hidup untuk Ibadah
Begitulah ritme kehidupan ini, fastabiqol khairot berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Mbak Tutik yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang putri yang cantik dan lucu-lucu, tetap menjalan kan peran nya selama ini di kampus dan kembali ke masyarakat. Menyampaikan ayatNya kepada saudara/ri nya yang ingin belajar Islam yang kaaffah.

(Almrh) Mbak Tutik saat mengisi acara remaja di daerah nya.
 (Almrh) Mbak Tutik yang ada dalam lingkaran
Dua putri cantik dan suami (Almrh) mbak Tutik
Foto di ambil di sini
Setelah menikah, mbak Tutik tinggal di Bogor untuk beberapa bulan sampai akhir nya kembali ke daerah suami nya, salah satu kota di ujung selatan Jawa Tengah sampai mbak tutik di panggilNya kembali.
Saya tahu kabar mbak Tutik sakit dari cerita mbak Tutik kalau sedang chat atau telpon dengan saya. Dan seperti nya sakit mbak Tutik memang  perlu dirawat intensif terlihat dari status nya di fb saat itu.


Seperti biasa, mbak Tutik bukan lah muslimah yang lemah, dia tetap ceria dan semangat, tak nampak kesedihan dan putus asa dengan sakit dariNya saat itu. Sempat saya tanyakan kenapa tidak berobat ke Ustad yang mempunyai bengkel hati dan kebetulan dekat dari daerah nya.
Dan saat itu mbak Tutik cerita harga obat yang dia minum itu hampir sama dengan harga laptop, saya kurang paham dan tidak bertanya terlalu detil habis obat nya itu untuk sekali minum atau beberapa hari di minum.

 Dan Allah Yang Maha Kuasa, Pemilik Hidup dan Kehidupan ini mempunyai rencana yang terbaik buat mbak Tutik.
Alhamdulillah 33 tahun Yang Maha Penyayang memberikan nikmat hidupNya kepada mbak Tutik dan Alhamdulillah, saya di berikan kesempatan pernah bersama dengan mbak Tutik.
Mengingat kembali semangat dan kebaikan nya, kemudian menuliskan nya di di sini.
Saya berharap bisa men-support saya sendiri dan temans yang membaca. Dengan keterbatasan (fisik) mbak Tutik tetap semangat dan selalu bergerak untuk berjuang, ya berjuang bukan untuk diri nya sendiri, tapi berjuang untuk mengingatkan kita bersama, bahwa hidup ini milikNya, di dunia ini untukNya dan akan kembali lagi kepadaNya.
Dan sangat wajar, jika kita hidup sementara di duniaNya yg fana (sementara) ini untuk selalu menerapkan aturan hidupNya, menjadikan apa yang saya dan temans yakini saat ini (Islam) sebagai sumber hukum dalam kehidupan sehari-hari bukan aturan buatan manusia yang semakin hari semakin kelihatan rusak dan batil nya (hot news today --> Tertangkap tangan (dengan barang bukti) ketua MK di negeri ini karena korupsi , Astaghfirullah)


 Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine






4 komentar:

  1. Terharu... ikut mengaminkan doa2 Bunda Fathin buat Mbak Tutik. Ira

    BalasHapus
  2. Maturnuwun doa nya nggih mbakyu....:)

    BalasHapus
  3. terima kasih utk partisipasinya ya Ummi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sami2 mbak Uniek....:)
      Maturnuwun event GA nya nggih....
      Semoga njenengan dan suami SaMaRa sampe kakek nenek....aamiin

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...