Senin, 07 Oktober 2013

Bento, Mbontot Yang Kreatif Dari Negara Sakura

" Mbontot (dalam bahasa jawa) adalah membawa bekal makanan yang isi nya adalah nasi (ini makanan wajib buat orang Indonesia karena kalau tidak makan nasi tidak makan nama nya, hehehe) , sayur dan lauk "

Saya di besarkan di lingkungan keluarga petani, mbontot bukanlah hal baru buat keluarga sederhana orang tua saya. Ya, perlu untuk mbontot biar irit dan tidak jajan sembarangan ( buk e, ibu saya sering menasehati, " dadi wong ojo keplek ilat (suka jajan)". Justru, jadi nya saya yang sekarang suka pengenan lihat jajanan kaki lima di mana saja, Alhamdulillah harga nya masih terjangkau..qiqiiqi)

Mbontot untuk bekal di sawah, isi nya sangatlah sederhana jangan di bayangkan ada lauk telur, ayam apalagi daging karena ketiga lauk tersebut tidak terbeli oleh keluarga petani yang sederhana. Isi mbontot bapak saya untuk ke sawah biasa nya adalah nasi, kluban (sayur-sayuran hijau seperti daun pepaya, daun singkong, daun bayam, daun kangkung, kacang panjang yang di campur dengan bumbu kelapa yang sudah di tambahi cabe), sambal tomat dan tempe. Dan ada yang tidak pernah lupa di tambah satu ceret kopi tubruk manis yang masih hangat. Hmmm, saya sudah membayangkan nikmatnya makan mbontot tersebut di sawah sambil minum kopi tubruk yang hangat, padahal saat itu saya hanyalah yang mengantarkan kopi tubruk ke sawah menjelang siang hari para bapak (tukang yang bekerja di sawah bapak saya) mulai laut (istilah di daerah saya untuk istirahat) hehehe.

Tradisi mbontot ini akhirnya saya ikuti juga, ketika suami saya  di mutasi ke kantor pusat oleh tempat nguli nya, tahun pertama pindah ke megapolitan ibukota negeri ini, saya masih semangat mbontotke (membawakan mbontot) suami saya ke kantor nya. Alhamdulillah, bisa ngirit kalo mbontot, pikir saya waktu itu. Tapi, ternyata setelah setahunan suami saya nguli di kantor pusat, di depan kantor tempat nguli nya banyak sekali pilihan makanan kaki lima untuk makan siang yang sudah kesohor maknyuus dan sangat terjangkau untuk orang perkantoran di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk makan siang di warteg dengan menu nasi, lauk telur, orek tempe dan tumis sayur di tambah bonus teh tawar, suami saya cukup membayar tujuh ribu rupiah, hehehe. Begitu pun dengan menu yang lain di warung pecel, satu porsi nasi pecel dengan lauk telur, suami saya cukup membayar enam ribu rupiah.
Yowes, Alhamdulillah sejak tahun kedua suami saya nguli di kantor pusat, saya sudah tidak mbontotke lagi karena suami saya milih jajan di warung-warung kaki lima di depan kantor nya, dan kadang-kadang saya pun suka nitip ke suami makanan garang asem yang di jual salah satu warung di depan tempat nguli nya yang enak nya lebih maknyuus (menurut saya dan suami) dari tempat makan garang asem favorit yang ada di daerah suami saya, Kudus.

Bento Yang Menggiurkan
Saya melihat di beberapa buku dan majalah yang mengulas tentang makanan bekal yang bisa di bawa kemana-mana dari negara sakura yang di sebut bento. Siapa yang tidak tertarik dengan makanan siap makan yang di bentuk sedemikian bagus nya, pasti semua yang melihat akan tertarik untuk mencoba membuat nya sendiri, begitu pun dengan saya. Salah satu web yang suka saya kunjungi ketika blog walking adalah dbento. Banyak sekali informasi dan referensi tentang bento yang bisa saya dapatkan di blog tersebut.
Walaupun tidak banyak, saya juga mengkoleksi beberapa buku tentang menu sehat anak dan bento. Bukan hanya saya saja yang suka melihat nya, anak-anak saya pun suka dengan tampilan bento yang belakangan di bikin sesuai dengan karakter kartun yang di sukai anak-anak.

Picture by credit
 Karena sampai saat ini saya belum action mencoba membuat bento yang menarik dan di sukai anak-anak. Yach, alasan nya pasti bisa di tebak, selain tidak mau ribet (maksud nya malas, hehehe) dan sibuk momong anak-anak jadi tidak ada waktu yang lama buat saya di dapur. Akhir nya, beberapa lembar buku bento yang di sukai anak-anak, mereka robek dan simpan di tas masing-masing, hehehe.




Mbontot Atau Bento?
Sudah bisa di tebak, saat ini saya masih belum bisa nge-bento (istilah saya untuk membuat bento). Untuk bekal sekolah anak-anak (Fathin anak mbarep saya yang kelas 1 SD, Farras yang kedua kelas TK B dan Raza yang ketiga kelas playgroup besar), saya masih membuat kan mereka mbontot. Yach, cukup praktis dan tidak perlu waktu yang lama  saya memasak di dapur untuk membuat nya, hehehe.

mbontot anak-anak ke sekolah...:)
 Menu favorit anak-anak saya adalah nasi goreng mie. Saya cukup mencampur mie yang sudah direbus, ditambah sayur-sayuran (brokoli dan wortel) ditambah nasi dan bumbu nasi goreng kemudian di goreng sampai kering. Dan siap di masuk kan ke kotak makanan bersama setengah telur rebus dan nugget goreng, hmmm yummy.
Dan pasti nya ada keinginan saya suatu saat nanti bisa membuat bento yang sesuai dengan keinginan anak-anak.
Fathin dan Raza, dua anak perempuan saya yang suka dengan karakter hello kitty juga Farras yang suka dengan karakter cars.
Bismillah, seperti nya tidak susah untuk membuat nya. Semoga dalam waktu dekat saya bisa memberikan bekal makanan yang menarik, bento sesuai dengan kesukaan anak-anak....aamiin.

Bento Praktis di Fast Food Favorit
Siapa yang tidak kenal dengan fast food yang membanjiri negeri ini bak air bah. Bukan nya berlebihan karena begitulah fakta nya di negeri ini, gerai-gerai makanan impor mudah di temui,  di manapun tempat perbelanjaan baik di kota besar maupun di daerah kita tinggal memilih mau makan di fast food mana yang kita sukai.
Kebetulan saya dari dulu jarang suka dengan fast food, apalagi setelah menikah, saya mempunyai pasangan yang mempunyai selera makan  ndeso taste. Di mana pun kami berada, makanan yang kami cari adalah makanan lokal yang biasa di jajakan di kaki lima.
Beda usia beda selera, begitulah yang tejadi di keluarga kami. Ketika bepergian, saya dan suami yang suka makanan lokal, seperti nasi goreng dan nasi rames sedangkan anak-anak pasti tidak mau makan seperti yang kami makan, dan favorit anak-anak kami adalah bento praktis.
Yach, bento praktis yang gerai nya ada di mana-mana dan hanya fast food ini  yang di sukai oleh anak-anak saya.
Alhamdulillah, kebetulan di komplek kami ada salah satu  cabang nya. Walaupun mempunyai empat anak, saya tidak perlu membeli empat paket, memang sich harus modal agak berani (baca. PeDe) untuk datang di gerai bento praktis itu yang ada di salah satu supermarket yang jarak nya hanya 500 meter dari rumah. Demi kesukaan anak-anak, saya hanya mengijinkan mereka jajan bento praktis itu seminggu dua kali.  Satu paket hemat di bawa pulang ditambah nasi satu piring buat makan bersama empat anak.
Monggo, cara praktis dan hemat nge-bento ala saya jika suka bisa di tiru, hehehe.










Dan ada pengalaman yang lucu, sebulan yang lalu, ketika kami sekeluarga ke terminal 1 bandara Soeta.
Sambil menunggu pesawat suami yang take off ke negara kincir angin, kami makan malam di food hall yang ada di bandara. Selera kami memang beda, anak-anak pasti memilih makan di bento praktis kesukaan mereka. Dan kami mencari tempat makan yang jual nasi rames dan nasi goreng. Setelah selesai makan, saya kumpulkan bon makanan dari gerai-gerai tersebut. Dalam perjalanan pulang, saya pun tidak bisa menahan tawa, menu makan yang tadi kami makan, jika beli di luar bandara dua porsi nasi rames bisa untuk membeli satu paket hemat bento praktis . Sedangkan di terminal pesawat itu, satu porsi makan nasi rames bisa untuk membeli dua paket hemat bento praktis, hahaha.


Salah satu alasan saya, belum bisa nge-bento karena masih sibuk momong mereka....qiqiqiqi
( empat anak lucu-lucu dan aktif semua, foto di ambil bulan September 2013)

Anak-anak yang saat ini suka bobo tengah malam, suka minta makan lagi jam 10 malam...:D












6 komentar:

  1. wui.. lucu pisan eta hello kitty, kayaknya kalo saya yg dikasi makanan begitu tiap hari langsung ndut nih mak, hehehe

    BalasHapus
  2. hehehe....nuhun pisan mak Damae
    Hello kitty nya di pajang saja ga usang di makan....bagus pisan, eman-eman nti kalo habis di makan....:D

    BalasHapus
  3. Waaaa, anak-anak jadi semangat makan ya kalau dibekeliiin.

    BalasHapus
  4. hehehe......begitu lah mak Astin, di sekolah anak2 suka saling menunjuk kan bekal mereka lho...
    Kalo menu yg sy bekelin itu2 saja, anak2 suka protes....qiqiqii

    BalasHapus
  5. Mbak Siti, saya penasaran sama paket bento praktisnya. Berapa sih harganya seporsi, Mbak? ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Qiqiqiqi....maksud nya bento praktis niku beli di h*kben, mbakyu Ira
      Banyak sekali menu nya....tapi sy milih yg plg murah...qiqiqi
      Paket Hemat 1 (kesukaan anak2) hrg nya (sdh dgn Ppn) 17 rb...
      Kalo di Bandara...spt nya (sy mpun lali, hehehe) ga nyampe 20 rb (dgn Ppn)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...