Minggu, 13 Oktober 2013

(Penutup Auratku) Hijab Syar'i Sederhana....

Alhamdulillah, saya masih di berikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menutup aurat beberapa tahun setelah saya baligh. Lingkungan dan teman memang sangat menentukan dan berpengaruh terhadap pemikiran kita tentang kehidupan ini.

Saya lahir dan di besarkan di lingkungan Islam abangan, Islam yang lebih cenderung mengikuti sistem kepercayaan lokal yang disebut adat  daripada hukum Islam murni (syariah)  (wikipedia). Islam yang di kenal kan orang tua saya adalah cukup menjalankan rukun Islam saja, tanpa ada syariat-syariat yang lain yang hukum nya sama wajib nya  bagi kita (muslim).

Sebut saja syariat nya yang mengatur hubungan manusia dengan diri sendiri (Hablum binafsihi), di daerah saya belum ada pemahaman seperti itu, apalagi masyarakat cenderung melihat contoh (teladan) ketika standar semua perbuatan harus nya adalah Islam, "wes lah ga usah neko-neko, anak wedok e mbah kyai ae ga ono sing srudukan koyo kowe". (Sudahlah ga usah neko-neko, anak perempuan mbah kyai saja ga ada yang menutup aurat seperti kamu)
MakSreeet.....sedih memang, ketika menutup aurat  saat itu selalu identik dengan ga gaul, terkungkung, tidak bebas dan yang paling menyedihkan ga bakal laku aka jauh dari jodoh.

Menjadi anak rantau demi menggapai cita-cita, telah menghantarkan saya dengan lingkungan baru yang lebih Islami, yach di tempat saya belajar setelah lulus putih abu-abu, sebagian besar muslimah nya sudah menutup aurat. Tahun pertama saya belajar di kampus hijau, saya masih belum menutup aurat, baru tahun kedua saya mulai menutup aurat mengikuti teman-teman muslimah di kelas saya yang lebih dulu menutup aurat, yang awalnya datang di kota ini belum menutup aurat juga.

Awal nya saya menutup aurat seperti lazim nya teman-teman muslimah lain, belum ber-hijab syar'i. Beberapa bulan saya menutup aurat, saya merasakan tidak ada beda nya dengan teman-teman muslimah yang belum menutup aurat. Tingkah laku saya tidak ada beda nya dengan mereka, masih belum terjaga dari pergaulan dengan lawan jenis, yang sejujurnya saya sendiri tidak nyaman dengan pergaulan seperti itu. Campur-baur, ngumpul-ngumpul bareng antara laki-laki dan perempuan, janjian nobar (nonton bareng) dan lain-lain.

Mungkin aneh ya...hehehe. Tapi memang itulah saya, dari saya kecil kemudian baligh, saya tidak suka dengan lingkungan yang ramai berkerumun seperti nonton layar tancap (waktu saya kecil masih banyak tetangga saya yang hajatan nanggap layar tancap) atau nonton konser (jaman saya SMP dan SMA mulai booming band-band yang sering tur ke daerah-daerah) atau juga  janjian ramai-ramai (laki-laki dan perempuan) ke atas (sebutan untuk daerah gunung di daerah saya).

Dan tiba lah saya berkunjung ke kost-an teman saya sekelas, yang di rumah itu satu kost se-angkatan (satu angkatan semua) dan saya nyaman bersama mereka. Yach, tidak salah karena kebersamaan satu angkatan yang menyenangkan itu menghantarkan saya ke kost 'Rumah Binaan'. Kost yang saat itu di hindari oleh teman-teman karena ada kajian keislaman, justru saya penasaran dan ikuti sampai akhirnya saya mulai belajar Islam Kaaffah.

Dari situlah, saya mendapatkan pemahaman tentang hijab gaya tanpa banyak biaya seperti gambar di bawah ini.





Alhamdulillah sudah hampir empat belas tahun saya nyaman memakai jilbab dan khimar (kerudung). Tidak ada bantahan dan penolakan dengan definisi hijab syar'i yang disampai kan oleh teman-teman dan mbak-mbak yang  memakai lebih dahulu hijab syar'i ini.

Cukup sedikit dari banyak hadistNya tentang wajib nya menutup aurat yang membuat saya bersegera untuk menjalankan syariatNya dalam hal pakaian ini.

Rasulullah saw bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: [1] Malaikat yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli sekelompok manusia (berdosa), dan [2] Wanita-wanita yang berpakaian namun (seperti) telanjang dan berjalan berlenggak-lenggok dan kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian (jarak yang sangat jauh).” (HR. Muslim, Baihaqi dan Ibnu Hibban)

Waktu itu....saya tidak ada ketakutan sedikit pun nanti nya disebut ga gaul, tidak mudah mendapatkan pekerjaan atau tidak akan segera menikah karena memakai baju daster ini keluar rumah dalam acara apa pun.

Isy Kariman Au Mut Syahidan
Hidup Mulia atau Mati Syahid

Yang awalnya saya ngeri membaca nya karena identik dengan teh-roris, hehehe. Akhirnya setelah saya memahami nya lagi, masyaAllah sungguh tujuan hidup yang jelas dalam Islam.
Hidup sebentar di alam fana (sementara) milikNya, sudah seharusnya manusia menyadari dan mengamalkan karena hidup di ciptakan oleh Allah, hidup di dunia untuk beribadah kepada Allah dan kelak akan kembali kepada Allah.

Pasti nya, kehidupan yang abadi itu tidak mudah diperoleh seperti layak nya berebut tiket konser yang harga nya mencapai jutaan untuk tiket yang premium/gold nya.
Indah dan nikmat jannahNya yang digambarkan dalam Al-Qur'an tentu harus di ikuti dengan taat nya kita terhadap perintah dan menjauhi laranganNya.

Semoga kita adalah hambaNya, yang  termasuk golongan umatNya yang selalu ingin menegakkan aturan syariatNya dan bersumber hukum dengan sumber hukum dariNya...
Aamiin Yaa Robbal Alaamiin....


Foto di ambil bulan Februari 2005, Lokasi : Masjid Agung Brebes
Saya dengan tas kresek....it's enjoy, sampai sekarang pun saya nyaman kemana-mana
dengan kantong plastik yang sekarang warna nya bermacam-macam itu...:D
Semoga hijab syar'i sederhana ini, selalu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas semua nikmatNya ....nikmat Islam dan nikmat Iman yang kelak mempertemukan saya denganNya dalam keadaan khusnul khatimah...aamiin

Tulisan ini di ikutsertakan ke Give Away Idul Adha dari Hijaiya





6 komentar:

  1. kasih jempol buat artikel nya semoga bermanfaat buat yang baca.. berguna nih .. saya simpen dulu mbak kebetulan saya banyak temen yang muslim tapi pada gak nutup aurat ..

    BalasHapus
  2. Monggo, om....:)
    Maturnuwun kunjungan nya ke blog sy ya....

    BalasHapus
  3. Sukaaaa, Maaak hampir nyerempet judulnya dengan punyaku, wes ra popo yo..hihii

    BalasHapus
  4. Hehehe...oia Mak Astin, nyuwun sewu asliii saya ga tahu.....

    Maturnuwun kunjuangn nya...ngomong2 Barokallah, selamat ya mak....baca pengumuman lomba blog, nama njenengan salah satu pemenang nya...^_^

    BalasHapus
  5. Mbak, ikutan #MenulisMuharram yuk ;)
    bisa pilih topik disini: http://bit.ly/HlVEya, ditunggu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga event nya sukses ya mbak...:)

      Sy ke TeKaPe dulu....^_^

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...