Minggu, 24 November 2013

(Kesan Tentang Solo) Ingin Mengenal Jowo, Ayo Maen Ke Solo

( A ) : " Yu, arep kulakan batik neng ndi?"
( B ) : " jelas neng Solo"

( A ) : " Anak e kang Slamet sing tibo wingi, di tambak ke neng ndi? "
( B ) : " Neng Solo, lek...."

( A ) : " Ponakan mu arep neruske sekolah neng ndi, Min"
( B ) : " Neng Solo...."

( A ) : "Rame-rame arep dolan neng ndi kowe, Jo"
( B ) : " Ningali Sekaten teng Solo, mbokdhe....."

Solo The Spirit of Java 

Begitulah ikon pariwisata yang berhasil di citra kan oleh kota Solo yang di motori bapak walikota nya, Jokowi. Solo, sebagai kota tujuan untuk belanja, pendidikan, kesehatan dan pariwisata semakin lengkap dan tertata apik di tangan pemimpin kota Solo saat itu.

Dan saya pun mempunyai kesan tentang Solo yang begitu dalam hingga saat ini.

Solo, feeling happy in here
Solo adalah kota yang selalu saya lewati ke dan kembali ke ndeso aka rumah orang tua saya di Madiun.  Selama kurang lebih enam tahun sejak saya lulus putih abu abu dari daerah saya dan menerima undangan salah satu PTN di tanah Sunda, dua sampai tiga kali saya pulang dan kembali setiap tahun nya. Jika di hitung, hampir 18 kali saya singgah di kota Solo.

Searah jarum jam: Citra kota Solo, Omah Sinten, Pura Mangkunagaran, Sriwedari, Pasar Antik Triwindu
Pict by credit
Berbagai kenangan saya rasakan ketika bus yang mengantarkan saya harus transit sebentar kadang lama di kota Solo. Dan kebanyakan kesan itu saya temui ketika perjalanan dari ndeso saya menuju tempat nguliyah, karena sampai di Solo tepat jam 4-5 sore. Bus yang penumpang nya belum penuh itu harus mengambil penumpang di beberapa terminal dan agen. Dan transit yang paling lama adalah di pool bus  daerah Palur.

Sudah bukan rahasia lagi, kesempatan transit bus ini di manfaatkan oleh para pedagang dan pengamen. Tak terhitung pengamen yang datang naik ke bus dan pedagang yang menawarkan dagangan nya. #UakeehBanget
Dari banyak nya pedagang yang naik bus, saya terkesan dengan pedagang tahu, beberapa kali mungkin lebih dari tiga kali setiap naik bus itu saya bertemu dengan pedagang tahu itu dan selalu menawarkan dagangan nya dengan unik. #4JempolKagemNjenengan
" Tahu..tahu....sinten tumbas tahu, monggo mbak, monggo mas, monggo bu, monggo pak....tahu nipun enggal, boten lawas, sekeco sanget....monggo, sinten tumbas tahu....monggo mbak, monggo mas, monggo bu, monggo pak.... tahu nipun boten lami lami wonten mriki, enggal dipun tumbas....monggo, sinten tumbas tahu....monggo mbak, monggo mas, monggo bu, monggo pak..... sakderenge pabrik ipun mbledos goreng tahu......"   #RoamingBukaGoogleTranslate    qiqiqiqi
Kalimat terakhir pedagang tahu itu yang selalu saya ingat dan ngekek tertawa ingat wajah tukang tahu yang memang lucu menawarkan tahu nya dengan  semangat dan suara keras agar tidak kalah dengan pedagang yang lain.

Kesan selanjutnya adalah dengan para pengamen, banyak sekali pengamen di Solo, dari yang ga niat modal tepuk tangan lalu tangan di bawah minta uang ke penumpang sampai yang niat mengamen. Yach, yang terakhir ini yang selalu saya tunggu ketika bus transit lama di daerah Palur. Lagu yang di bawakan para pengamen di Solo khas banget, selama saya naik bus selalu menyanyikan lagu-lagu nya raja campursari Didi Kempot apalagi saat itu tahun 2000-an lagu-lagu nya sedang hits.
Ahaaay, jebreeet....pengamen itu menyanyikan lagu kesukaan saya.


Mendengar lagu itu, asli karena saat itu saya masih single senyum-senyum  ke-Ge eR-an...WoooW, ada yang suka saya sampai cinta nya setengah koder, eit tapi saya bukan tukang lemper dan tukang pelet yaaa.....bisa nya hanya melet-melet sajah.....hehehe

Solo, my bestfriend in here
Solo yang dikenal keramahan nya dan masyarakat nya yang baik hati, suka menolong juga tidak sombong,  bisa saya rasakan dari sahabat saya, Darma. Hampir empat tahun saya bersama dengan nya di kota hujan.  Saya dan teman-teman memanggil nama nya, Darma. Sedangkan keluarga nya memanggil nama nya, Yuni. Saya dan Darma, walaupun sekampus kami beda kelas/jurusan tapi satu kamar se-kost-an. Mungkin tak cukup saya menuliskan kebaikan hati nya, ringan tangan nya membantu saya dan teman-teman dan kepedulian nya yang lain.
Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dan perempuan sendiri,  Darma sangat di sayangi keluarga nya. Darma yang keseharian nya memakai gamis dan kerudung lebar tetap giras cekatan mobile mengerjakan segala sesuatu tanpa terkungkung dengan pakaian nya. Kereeen tenan mbakyu, mungkin karena sudah di didik  oleh orang tua nya dan tidak di bedakan seperti saudara-saudara nya yang laki-laki semua.
Saya masih ingat waktu di bonceng naik motor nya  Darma dari Darmaga - Tajur, Bogor untuk beli tiket bus. Biasa nya kalau naik angkot saya butuh waktu paling cepat satu jam, dan paling lama tak terbatas karena saya harus ganti angkot tiga kali. Dengan kecepatan puool, mbakyu Darma membonceng saya naik motor nya cukup setengah jam, WoooW. Ketika jalanan macet di daerah jembatan merah, merdeka dengan berani (saya yang di bonceng sudah deg-deg an, hehehe) naik ke trotoar, menerobos masuk  ke gang nyari jalan tembus yang tidak macet agar cepat sampai ke daerah Tajur. #PlooongAlhamdulillahNyampe
Darma sangat perhatian, saya ingat ketika sakit, dia dengan sabar merawat saya. #MulaiMewekSayah
Darma yang selalu dapat uang saku lebih dari orang tua nya, sangat care perhatian dengan teman-teman nya yang sedang membutuhkan. Fasilitas yang di berikan orang tua nya selama belajar di kota hujan, motor dan komputer di persilahkan untuk dipakai teman-teman dan kegiatan dakwah di kampus.

Sesuai amanat orang tua nya, setelah lulus Darma langsung kembali ke Solo. Sedih dan kehilangan, itulah perasaan saya saat itu, karena saya masih ada di kota hujan sampai batas waktu tak tertentu. #MenungguIjabsahPangeranPutihBerjubahDatang

Bingung, begitulah jika saya harus kembali ke rumah Darma ataupun rumah orang tua nya, tahun 2007 jalanan daerah makam haji sudah padat, entah sekarang jika saya kembali ke sana.
Alhamdulillah, enam bulan setelah menikah saya diberikan nikmat masaNya bisa silaturahim ke rumah orang tua Darma di daerah Baki, Purbayan. Senang dan terharu, akhirnya saya bisa sungkem dengan orang tua sahabat saya yang selama saya nguliyah setia menemani dan sabar menjadi sahabat saya. #MewekLagiSayah
Setahun kemudian, pada saat lebaran alhamdulillah saya bisa silaturahim kembali ke rumah Darma, kali ini ke rumah nya sendiri yang sudah di persiapkan oleh orang tua nya kalau Darma menikah. Alhamdulillah, saat itu Darma sedang hamil anak pertama nya dan senang sekali saya bisa bertemu dengan nya yang sebentar lagi menjadi seorang ibu.
Kini, darma sudah mempunyai dua orang anak. Sejak saat itu, Lebaran empat tahun yang lalu,  setiap lebaran dan melewati kota Solo dan ingin silaturahim ke rumah Darma, tidak pernah pas waktu nya. Pasti ada saja acara keluarga Darma yang tidak memungkinkan saya berjumpa melepas kangen dengan nya. #WisMbrebesMiliSayah
Bismillah, semoga Allah masih memberikan kesempatan nikmat masa dan umurNya kepada saya untuk silaturahim kembali dengan Darma, aamiin.

Solo, My Family in Here
Setiap tahun ke Solo, yach itulah agenda rutin lebaran keluarga kami. Kebetulan rumah orang tua saya di Madiun dan saudara sepupu suami saya di Solo.


Di daerah Gonilan, komplek Kampus UMS tepat nya.
Kami sengaja berangkat dari madiun pagi-pagi maksimal jam 8, selain menghindari macet di jalan yang masih banyak kendaraan ba'da lebaran. Kami ingin menikmati pemandangan di daerah Cemoro Sewu dan Tawangmangu, daerah timur kota Solo yang masih segar udara nya dan memberikan pemandangan pegunungan yang asri. Dan bisa di tempuh sekitar satu jam dari kota Solo.

Cemoro Sewu, Lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah
Alhamdulillah, setelah anak-anak sudah puas bermain di tempat-tempat wisata di sekitar kota Solo, kami melanjutkan silaturahim badan lebaran ke rumah sepupu suami saya.

Grojogan Sewu, Tawang Mangu, Jawa Tengah
Di rumah sepupu suami saya, kami bisa istirahat cukup lama maksimal bisa dua jam melepas penat dan capek selama perjalanan. Selain ikut sholat, kami pun di beri suguhan kuliner kota Solo yang maknyus. Sepupu suami saya sudah di kenal di keluarga besar kami pintar memasak, masakan nya ga kalah dengan masakan rumah makan. #AsliBukanPromosiYach
Bicara tentang kuliner Solo, tak akan ada habis nya karena dinamis kota nya. Hal ini membuat para pengusaha di bidang ini di tuntut tetap menjaga kualitas agar usaha nya tetap survive dan di minati pecinta kuliner. Wes, rugi ke Solo kalau tidak makan-makan pokok e, apalagi kami alhamdulillah selalu menikmati kuliner Solo setiap tahun nya. #UenaakRasaBayar

"Kuto Solo Berseri, Pesona nya ngangeni hati
Solo Spirit of Java, keramahan nya tak kan terlupa"




11 komentar:

  1. Huaaaa... bener2 asyik sakjake kuta Solo yo, Mbak... Sayang aku ra tau mampir, cumak liwat wae... ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uasyiiiik mbakyu....:)
      Kebetulan aku jg durung pernah nginep terus mlaku2 bengi neng Solo mbakyu...dadi sik akeh penasaran ne....hehehe

      Hapus
  2. huwaaa, banyak foto2nya, ini kategori apa mak? kayaknya ada wisata, ada kesan ada event, ada semuanya....btw, sukses lombanya ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe....campur-campur saja ya mak ^_^
      Aamiin...
      Sukses juga buat mak Rodamemn....:)

      Hapus
  3. Tiap pulang ke Solo ada yg tdk boleh saya lewatkan yaitu makan nasi liwet. Ibaratnya seperti ke Sumedang tdk lupa beli tahu, he........Ini tulisan utk lomba ya mak ? semoga sukses dgn lombanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuulll Teh Tini....:)

      Iya teteh....monggo, ikutan berpartisipasi masih ada waktu DL nya sampai 1 Des 2013....^_^

      Hapus
  4. Selamat siang/sore/malam/pagi, salam perkenalan. Silahkan berkunjung balik ke web kami , kami tawarkan vcd interaktif untuk anak-anak, jika membeli 4 gratis 1, mungkin mbak mempunyai anak/adik / keponakan yang masih kecil, Ini sangat bagus untuk mendidik dan membagun karakter anak sejak dini, semoga bermanfaat dan semoga mbak tertarik ^_^. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sore...
      Sami2....maturnuwun kunjungan nya

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Kota Solo Memang banyak kenangannya :D sekali datang kesana, rasanya jadi gampang kangen :D ehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Solo bola bali pengen balik mrono...:D

      Betuuul om...

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...