Senin, 09 Desember 2013

Pompeii : Legalnya Zina Oleh Negara dan Peringatan Allah SWT



Duaaaarrr.....

Akhir tahun 2013, para orang tua di negeri ini di kejutkan dengan sebuah program nasional yang tujuan nya mengendalikan penyebaran penyakit HIV/AIDS dengan cara yang saya anggap TIDAK benar.

Saya, seorang ibu dari (baru) empat amanahNya yang masih kecil-kecil jelas khawatir dengan iklan yang ada gambar balon kecil yang tersebar bebas di tempat umum apalagi jika kebetulan saya tidak beruntung akan bertemu juga sebuah bis dengan model berbaju minimalis merah terang khas gaya nya menantang syahwat kaum adam. Astaghfirullah  #TutupMukaAnak2

Mungkin ada yang berpendapat, program nasional itu adalah salah satu solusi yang benar (menurut mereka). Tapi apakah mereka sudah meng-evaluasi dampak yang akan terjadi jika barang itu di bagikan gratis, kemudian  di terima oleh remaja yang labil yang  kebetulan punya pasangan (yang tidak halal) dan terjadilah yang tidak boleh terjadi. Sekali lagi astaghfirullah tsumma astaghfirullah.  #PrihatinSangat

 Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, sesungguhnya mereka telah benar-benar  menghalalkan azab Allah terhadap diri  mereka. (HR ath-Thabarani dan al-Hakim).

Ngeri....
Sangat menakutkan jika memang itu akan terjadi.

Dan tiba-tiba, saya ingin menulis tentang sebuah kota dari puluhan kota yang terkenal dengan  eksotis dan megah nya di Eropa.
Kebetulan suami saya sedang belajar di londo selama enam bulan dan mendapatkan semacam KTP londo  selama sembilan bulan. Dan, dengan life style yang ngirit puoool, kebetulan lingkungan (ndeso) berhasil membuat suami saya menjadi orang yang sangat hati-hati membelanjakan uang, harus yang prioritas kebutuhan utama di dahulukan masalah keinginan yang tidak perlu skip saja ga usah di beli. #NgiritKatanyaSampeBingungSayaAntaraNgiritApaPelit...hahaha.
Di usahakan lah suami saya bisa traveller to Europe With Ngirit puoool ke beberapa kota yang terkenal dengan keindahan bangunan peradaban nya dulu hingga saat ini seperti, Paris, Roma, Turki dan Berlin.
Alhamdulillah, memang rizkiNya saya ga bisa ikut bersama belahan jiwa saya yang bisa keliling Eropa. Mungkin lain kali, ada nikmat umur dan rizkiNya saya bisa di ajak mabur jalan-jalan ke sana.Bismillah, ngarep sangat kulo Gusti Allah  #Aamiin

Suami : "Aku siap-siap neng Italia, mbok-mu..."
Saya : "Nggih...ojo lali kabar-kabari terus pak-mu!!! "

Beberapa jam kemudian, sebuah kiriman video masuk ke gadged saya. Lanjut dengan sebuah pesan, " iki aku neng pompeii, mbok-mu..."
Saya : "Pompeii....ndi iku?"

satu menit, sepuluh menit, setengah jam, satu jam....yach, pasti bapak-e anak-anak ini lagi enjoy de tour sampai ga bales, yowes saya cari sendiri tentang kota yang di kunjungi suami saya.



Pompeii
Pompeii terletak pada koordinat 40°45′0″LU 14°29′10″BT, sebelah tenggara kota Napoli, dekat dengan kota modern Pompei saat ini. Kota ini berdiri di lokasi yang terbentuk dari aliran lava ke arah utara di hilir Sungai Sarno (zaman dulu bernama "Sarnus"). Saat ini daratan ini agak jauh letaknya di daratan, namun dahulu merupakan daerah yang dekat dengan pantai.




Pompeii di dirikan sekitar abad ke-6 Masehi,  salah satu kota imperium kekaisaran Romawi, yang menjadi pusat perzinaan dan homoseks. Nasib kota Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran masyarakat kota Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.
Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamai “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.




Seperti lazim nya masyarakat yang mengagung-agungkan zina. Kota Pompeii, yang mempunyai infrastruktur kota sangat maju di jaman nya juga mempunyai perilaku moral rusak yang tidak terkendali. kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kemajuan peradaban Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi, hal  ini berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka. #Naudzubillah Tsumma Naudzubillah

Picture by credit
Pada sore hari tanggal 24 Agustus tahun 79 M, sebuah letusan gunung berapi muntahan gunung Vesuvius yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah pemukimanlainnya. Kebetulan tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.

Puluhan abad kemudian, tepat nya pada tahun 1860  M,  Raja Charles VII dari dua Sisilia sangat tertarik dengan temuan-temuan ini bahkan hingga ia diangkat menjadi raja Spanyol. Sang Raja meminta Giuseppe Fiorelli mengambil tanggung jawab ekskavasi, Giuseppe Fiorelli adalah orang yang menyarankan penggunaan teknik injeksi plester terhadap ruangan kosong dalam tubuh korban Vesuvius yang sudah hancur untuk membentuk kembali permukaan tubuh mereka secara sempurna.

Lava gunung Vesuvius telah menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.

Picture by credit
 Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?

Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur'an, sebab Alqur'an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:
“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (QS. Yaasiin, 36:29)


Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:
“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”
(Harun Yahya,  POMPEII: MENGULANG SEJARAH KAUM LUTH)

Allahu Akbar, Ada Allah maka kita harus selalu ikuti aturanNya....
Begitulah, memang harus nya hidup ini. Peristiwa yang menimpa kota Pompeii sudah mengingatkan kita (manusia), jika hidup itu ada aturanNya dan harus di tegak kan. Sebagai hamba yang penuh khilaf, tentu nya kita akan di buat  terlena dengan kemilau  dan gemerlap nya dunia.
Syetan yang di berikan Allah SWT perpanjangan waktu hidup di alam fanaNya ini hingga akhir zaman (kiamat),  tentu dengan berbagai cara akan  menggoda kita mengikuti ajakan nya ke nerakaNya.  #Audzubillah himinas syaiton nirojim

W
alaupun sudah ada peringatan Allah SWT di masyarkat kota Pompeii, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Saat ini distrik-distrik di Naples adalah  tempat segala kemaksiatan tersebar luas, tentu keadaan itu  tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri (dekat dengan kota Pompeii) adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata.
Sebenarnya tidak hanya di pulau Capri dan di Italia saja, bahkan hampir di seluruh dunia saat ini, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.

Pengaruh kehiduan bebas di negeri ini...
Semua nya memang sedang terjadi, gelombang serbuan gaya hidup bebas ala barat yang liberal (memisahkan kehidupan dengan agama)  terus menggoda anak cucu kita di negeri  yang mayoritas penduduk nya adalah muslim.
Apakah kita menyerah dengan keadaan ini? TIDAK
Dengan segala upaya saya dan beberapa orang tua yang peduli dengan moral dan akhlak generasi muda akan terus mengingatkan anak-anak dan lingkungan sekitar akan bahaya degradasi moral akibat bebas nya perilaku manusia yang sudah kebablasan ini, dimana mereka sudah lupa jika Dia Yang Maha Kuasa berkehendak besok  ajal kita di jemput malaikat 'izroil, kun fayakun sudah siapkah kita? #YaAllah,Hamba tak berdaya di hadapanMu



 Membiarkan kemungkaran, mengundang siksaan
Bukanlah hal yang mustahil bagi Allah SWT, kejadian yang telah menimpa banyak kaum sebelum kita yang telah di kabarkan dalam kalamNya dan hadist Rasulullah SAW akan terjadi lagi.
Tentu kita tidak ingin kejadian yang telah menimpa masyarakat Pompeii yang melegalkan zina akan terulang lagi saat ini.
Agar realitas itu tidak terjadi, kita  yang tidak ikut mengerjakan kemaksiatan harus mencegahnya dengan amar makruf nahi mungkar. Jika tidak, musibah yang terjadi akibat kemaksiatan itu akan menimpa seluruh masyarakat secara umum. Kenyataan ini juga digambarkan dalam beberapa hadis.
Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus".
(HR Ahmad)
.
Amar Makruf Nahi Munkar itu penting
Baru saja saya membaca sebuah portal onlen yang mewawancarai seorang aktris yang sangat eksis dengan lagu-lagu nya yang selalu hits. Alhamdulillah, dengan keputusan yang matang akhirnya aktris tersebut kini berhijab. Saya terharu dengan pernyataan nya tentang awal sebab dia berani memutuskan untuk menutup aurat. Seperti di katakan nya, sudah lama aktris tersebut dan teman-teman nya mengadakan pengajian rutin, tibalah tausyiah dari seorang ustad yang menyampaikan dengan tegas ayatNya tentang kewajiban seorang muslimah menutup aurat. Tausyiah sang ustad yang beda dari tausyiah ustad-ustad seleb yang hanya menyampaikan nikmatNya menjadi seorang muslim dengan selingan joke tanpa mengingatkan kewajiban muslim/ah untuk menaatai dan menjalankan aturanNya telah berhasil membuat sang aktris gelisah resah berbulan-bulan dengan makna hidup yang di jalani nya. Barakallah, selamat buat sang aktris yang akhirnya memilih untuk menjalankan kewajibanNya yaitu hubungan nya (manusia) dengan Sang Khaliq dalam hal pakaian.

Peliharalah diri kalian dari  siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang  zalim saja di antara kalian. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS al-Anfal [8]: 25).

Banyak pelajaran penting diberikan ayat ini.
Pertama: penyimpangan terhadap syariah Allah Swt. akan mengakibatkan terjadinya fitnah, kerusakan, dan azab. Ini juga ditegaskan dalam beberapa ayat lain, seperti firman Allah Swt.:

Telah tampak kerusakan di darat dan di lautan karena perbuatan tangan-tangan manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS ar-Rum [30]: 41).

Ditegaskan dalam ayat ini, perbuatan maksiat itulah yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan nyata di daratan dan lautan. Dalam bentuk yang lebih spesifik, Nabi saw. menjelaskan, maraknya zina dan riba sebagai penyebab kehancuran sebuah masyarakat.
Kedua: fitnah, kerusakan, atau azab yang terjadi akibat perbuatan maksiat itu tidak hanya menimpa pelakunya, namun juga orang lain yang tidak terlibat langsung.
Rasulullah saw. dengan sabdanya: "Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, “Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita.” Apabila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika  mereka mencegah orang-orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelatkan semuanya". (HR al-Bukhari).
Ketiga: agar peristiwa mengerikan itu tidak terjadi, setiap kemungkaran harus dicegah. Syariah telah mewajibkan pelaksanaan amar makruf nahi mungkar. Syariah juga menetapkan beberapa mekanisme untuk memberantas kemungkaran. Secara individual, setiap Muslim yang melihat kemungkaran wajib mengubahnya dengan tangannya, atau dengan lisannya, atau dengan hatinya; dan itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim dari Abu Hurairah dan Ahmad dari Abu Said al-Khudri). Kewajiban melakukan amar makruf nahi mungkar juga dibebankan kepada kelompok, jamaah, atau partai dari kaum Muslim (QS Ali Imran [3]: 104).
Kewajiban mencegah kemungkaran juga ditugaskan kepada penguasa. Penguasa dibebani tugas untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada setiap pelaku kemaksiatan.


 Kewajiban Manusia Ketika Melihat Kemungkaran

Dan sungguh kami telah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya manusia apabila mereka telah melihat kemungkaran, namun mereka tidak berusaha mengubahnya, maka hampir Allah akan menjatuhkan hukuman-Nya kepada mereka semua—yang melakukan kemungkaran dan yang melihatnya namun tidak berusaha merubahnya”. (Sunan Ibnu Majah, 12/158)

Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala berkata: Di dalam ayat ini terdapat banyak pelajaran yang besar sekali faidahnya.


Pertama, orang yang beriman tidak perlu takut kepada orang-orang kafir dan munafik, sebab mereka tidak akan pernah memberikan mudharat (membahayakan) kepada dirinya, apabila ia telah mendapatkan petunjuk.

Kedua, orang yang beriman tidak perlu sedih dan gelisah melihat sepak terjang mereka, sebab kemaksiatan yang mereka lakukan tidak akan membahanyakan dirinya, apabila ia telah mendapatkan petunjuk. Sedangkan sedih atas sesuatu yang tidak membahayakan dirinya adalah perbuatan sia-sia. Kedua pengertian ini dijelaskan dalam firman Allah SWT:


“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan”. (QS. An-Nahl [16] : 127).



Ketiga
, orang yang beriman jangan sampai mendukung mereka, dan jangan pula terpedaya dengan apa yang mereka janjikan atau berikan, seperti kekuasaan, kekayaan, dan kesenangan dunia lainnya.


Keempat, orang yang beriman jangan sampai memusuhi para pelaku maksiat melebihi apa yang telah disyari’atkan Allah, misalnya dalam membencinya, mencelanya, melarangnya, mengisolasinya, atau dalam menghukumnya. Sebab, tidak sedikit di antara mereka yang melakukan amar makruf nahi munkar yang terkadang melanggar apa yang telah ditetapkan Allah, baik hal itu dilakukan karena kebodohannya maupun kezalimannya. Dan ketentuan Allah dalam hal ini harus dijadikan pegangan dalam mengingkari orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang fasik, dan orang-orang yang bermaksiat.


Kelima, orang yang beriman akan melakukan amar makruf nahi munkar seperti yang disyari’atkan Allah, seperti berdasarkan ilmu, lemah lembut, sabar, bertujuan baik, dan dilakukan dengan terarah dan terencana.



Kelima hal ini dipahami dari ayat tersebut, dan harus dimiliki oleh siapa saja yang hendak melakukan amar makruf dan nahi munkar.






Sumber Tulisan :
1. Pompeii - Wikipedia
2. Harun Yahya. Pompeii : Mengulang kembali sejarah kaum nabi Luth as
3. Tafsir : membiarkan kemungkaran, mengundang siksaan
4. Ma’al Hadits Syarif: Kewajiban Manusia Ketika Melihat Kemungkaran
5.  Yasin QS 36:29- Antara Anthokia Dan Pompeii
Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”. (Al-Hakim menyatakan bahwa hadits ini isnadnya shahih, Adz-dzahabi berkomentar dalam At-Talkhish, shohih) - See more at: http://www.titokpriastomo.com/renungan/apabila-zina-dan-riba-telah-tampak-nyata.html#sthash.7xdovfhK.dpuf
“Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”. (Al-Hakim menyatakan bahwa hadits ini isnadnya shahih, Adz-dzahabi berkomentar dalam At-Talkhish, shohih) - See more at: http://www.titokpriastomo.com/renungan/apabila-zina-dan-riba-telah-tampak-nyata.html#sthash.7xdovfhK.dpuf
“Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”. (Al-Hakim menyatakan bahwa hadits ini isnadnya shahih, Adz-dzahabi berkomentar dalam At-Talkhish, shohih) - See more at: http://www.titokpriastomo.com/renungan/apabila-zina-dan-riba-telah-tampak-nyata.html#sthash.7xdovfhK.dpuf
“Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”. (Al-Hakim menyatakan bahwa hadits ini isnadnya shahih, Adz-dzahabi berkomentar dalam At-Talkhish, shohih) - See more at: http://www.titokpriastomo.com/renungan/apabila-zina-dan-riba-telah-tampak-nyata.html#sthash.7xdovfhK.dpuf
“Apabila zina dan riba telah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar-benar  telah menghalalkan adzab Allah terhadap diri mereka”. (Al-Hakim menyatakan bahwa hadits ini isnadnya shahih, Adz-dzahabi berkomentar dalam At-Talkhish, shohih) - See more at: http://www.titokpriastomo.com/renungan/apabila-zina-dan-riba-telah-tampak-nyata.html#sthash.7xdovfhK.dpuf

16 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Subhanallah apa yang Ummi paparkan dalam artikel ini sangat sarat dengan makna dan di dukung bukti sejarah yang ada sehingga saya yang membacanya merasa seperti berada di kota itu dan menyaksikan peristiwa demi peristiwa. semoga apa yang ummi tuliskan ini dapat membuka mata hati setiap orang yang membacanya dan dapat mengambil hikmah dari artikel ini. Salam kenal dari dian ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Yaa Robbal Alaamiin....
      Maturnuwun kunjungan nya nggih bu...:)

      Salam kenal kembali bu....^_^
      Sofi ummi ne Fathin dan adik2nya

      Hapus
  3. Pompei..hmmm pantes...
    semoga negeri kita dijauhkan dari hal serupa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat pantas kan mas bro....jika Allah SWT memberikan peringatan

      Aamiin....

      Hapus
  4. Mak...saia kagum sama pemaparan sejarahmu mak, karena saia sendiri sangat lemah terhadap sejarah

    Terimakasih atas 'peringatan' nya, semoga keluarga kita terhindar dari perbuatan zina dan api neraka, amin

    BalasHapus
  5. Maturnuwun kunjungan nya Mak Icoel...:)

    Saya hanya menggabung kan catatan2 yang ada di dunmay dan menggabungkan dgn fakta2 yang saya lihat

    Sami2...
    Aamiin Yaa Robbal Alaamiin....

    BalasHapus
  6. serem ya, mak. apalagi dibumihanguskan dalam sekejap. rasa ga percaya. semoga aja di indo ga ngalami begini :((

    BalasHapus
  7. Kun Fayakuun, mbak Ila.....Jika Yang Maha Hidup murka, apapun bisa terjadi bagi makhlukNya....* Syereeem

    Aamiin....
    Alhamdulillah, Islam mengatur lengkap semua urusan manusia selama hidup di dunia sementara ini....jadi sangat celaka, jika sbg hambaNya kita tidak taat dan tegak kan aturanNya

    BalasHapus
  8. mudahan para pelaku zina berobat dengan banyak peristiwa yang tidak sepantasnya terjadi.,..

    BalasHapus
  9. Aamiin...

    Maturnuwun kunjungan nya pak Ilyas...

    BalasHapus
  10. La haula wala quwwata illa billah, semoga pemerintah kita yg sekarang buta (mata hatinya) jadi sadar akan perih azab-Nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. (Y)

      Aamiin....

      Maturnuwun kunjungan mas bro...

      Hapus
  11. ummi blognya bagus :)

    Just in humble opinion, di profil ummi ko ada kata2 mbabu sama tukang :D hehee.. diekspresikan dengan kata2 yang lebih wise um.. seorang pejuang, pendekar.. hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah....:)
      Maturnuwun kunjungan nya di blog ummi yaaa...

      Oia....Hmmm, boleh di tampi saran nya yach neng Dini....^_^

      Hapus
  12. ngeri yah
    Amerika juga mungkin akan menerima adzab yang sama

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...