Kamis, 04 Februari 2016

[Rihlah Ahad, 31 Januari 2016] Taman Safari Cisarua



Alhamdulillah....
Akhir pekan awal tahun ini kami sekeluarga masih diberikan banyak nikmatNya, salah satunya nikmat sehat dan masa sehingga kami -saya dan suami- bisa mengajak anak-anak rihlah melakukan perjalanan lumayan tidak jauh ke Puncak Bogor.
Dengan jarak sekitar 80 km dari rumah menuju Puncak Bogor di akhir pekan adalah sesuatu. Yach, bukan rahasia lagi jalur menuju Puncak di akhir pekan adalah jalur full kesabaran.

Bismillah....
Karena kami tahu jalur ke puncak sangat ramai di akhir pekan, kami pun berangkat lebih pagi dari rumah.
Menyiapkan empat anak mulai mandi dan sarapan membutuhkan waktu yang tidak sedikit bagi saya. Jam setengah delapan kami berangkat dari rumah. # Monggo 'ngakak' kalau keberangkatan kami ternyata kurang pagi menuju puncak :D

Rihlah terakhir saya ke taman safari sekitar tahun 2008, saat itu saya baru mempunyai dua anak yang semua nya masih balita. Dan ketika mereka sudah masuk SD, mereka pun menanyakan seperti apa taman safari itu. Awalnya memang mereka tahu dari televisi, beberapa program travelling menyajikan acara jalan-jalan dimana hewan bisa jalan-jalan bebas dan para pengunjung berada di kendaraan.
" Seperti itu....ada nya di Jawa Timur, Ma ", cerita no 2 saya sambil menunjuk program jalan-jalan di televisi.
" Nggak Farras....dekat sini juga ada, ke Jawa Timur kita kejauhan....", jawab saya
" Ada yaaa....mauuuu ke sana", jawab Farras
" Ada...tapi kita nabung dulu yaaa", pesan saya.

Dari informasi yang saya dapatkan harga tiket masuk taman safari sekarang hampir dua kali lipat di banding terakhir saya dan keluarga ke taman safari tahun 2008 yang lalu. Dengan membawa empat anak di tambah saya dan suami bisa di hitung habis berapa (hanya) untuk tiket ke taman safari ini . #Nabung dulu yuuuk ^_^

HTM untuk wisatawan domestik 
          dewasa           : IDR 150.000
          anak-anak      : IDR 140.000
Jam buka week day : Jam 09.00
               week end  : Jam 08.30


HTM di atas belum termasuk tiket untuk mobil atau motor. Dan sudah termasuk tiket wahana terusan untuk 15 permainan dan 9 pertunjukan.

Setelah membayar tiket masuk, pertunjukan pun di mulai. Anak-anak pastilah suka, termasuk anak-anak saya yang gumun senang puool melihat binatang-binatang yang sebelum nya terbatas jumlahnya di kebun binatang dan sekarang bisa melihat jumlahnya lebih banyak sedang berjalan-jalan. Dengan melihat buku petunjuk  anak-anak membaca sambil membuktikan apakah benar posisi mereka saat ini sesuai dengan buku petunjuk taman safari tersebut.




Alhamdulillah....
Puas melihat binatang-binatang yang di biarkan berkeliaran mencari makan, kami menuju ke wahana terusan. Sebelum anak-anak penasaran ingin melihat pertunjukan atraksi hewan dan bermain di wahana terusan, kami lapor dulu ke Ya Syakur Jalla Jalaaluhu, Allah Yang Maha Mensyukuri di masjid yang posisi nya (paling atas) dekat dengan caravan dan penginapan di dalam taman safari.


Masjid di taman safari Cisarua


















Saran 
  • Bagi teman-teman yang ingin rihlah jalan-jalan ke taman safari hendaknya datang lebih awal. Kami tiba di pintu tol Ciawi  sekitar jam 9 an dan sudah terjadi penumpukan kendaraan yang mau menuju ke puncak. Karena taman safari jam 08.30 sudah di buka di akhir pekan, maka usahakan sampai di pintu tol Ciawi jam 7 an.
  • HTM taman safari (bagi saya) lumayan dalam di kantong. Jadi manfaatkan fasilitas tak berbayar selama berada di wahana permainan dan pertunjukan. Pengalaman kami kemarin setelah sholat dhuhur kami belum melihat satu pun pertunjukan karena waktu yang tidak ada. Waktu kami habis untuk mencoba semua wahana permainan yang ada di wahana terusan. Saat kami ke taman safari kemarin  ada beberapa, sekitar 4 -5 wahana permainan sedang dalam kondisi di perbaiki.
  • Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup. Jika merasa ingin pergi ke toilet, manajemen taman safari sudah menyiapkan banyak toilet. Dan siapkan juga uang karena ada kotak di pintu masuk toilet, walaupun tarifnya terserah tetapi di toilet tersebut selalu ada  penjaga nya. # hehehe
  • Usahakan keluar dari taman safari sebelum ashar. Karena pengalaman kami keluar dari taman safari setelah sholat ashar dahulu sekitar jam 4 an, ternyata sudah bertemu banyak mobil (baca. macet) di jalan raya utama puncak.
Monggo, nabung dulu karena HTM taman safari (bagi saya) lumayan dalam di kantong. Itu (menabung) yang saya sampaikan ke anak-anak. Jika ingin kembali ke taman safari, anak-anak harus nabung dulu. Alhamdulillah, akhir rihlah ahad ke taman safari anak-anak senang dan puas. Semoga teman-teman yang ingin ke taman safari nanti juga merasakan hal yang sama.
Menurut saya, HTM  yang di patok sudah sesuai dengan apa yang kita dapatkan selama berada di taman safari Cisarua.


Baca Selanjutnya ...

Senin, 25 Januari 2016

[#4TahunKEB] Emak Blogger Menulis Untuk Perubahan Yang Dinamis Dalam Perbedaan Yang Manis

Bismillah...
Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat milad ke-4 untuk Kumpulan Emak Blogger, usia empat tahun adalah usia tumbuh kembang komunitas yang cukup untuk semakin berkembang. Semoga memasuki usia ke lima Kumpulan Emak Blogger menjadi lebih baik dan menginsipirasi.


Founder dan Makmin Kumpulan Emak Blogger
Gambar di ambil di sini

Tak terasa saya sudah bergabung di Kumpulan Emak Blogger selama empat tahun, walaupun dua tahun terakhir ini saya sangat jarang online di dunia maya karena kesibukan di dunia nyata.
Tetapi saya masih sering stalking aka membaca info apa yang terjadi saat ini terutama di beranda Kumpulan Emak Blogger di linimasa twitter.
Saat ini saya hanya memiliki dua sosmed, twitter dan blog pribadi. Di twitter saya sering membaca berita yang terkini. Dan di blog  saya menulis sesuatu yang menurut saya bisa di kaitkan dengan nikmat hidup yang telah di berikanNya hingga hari ini.
Dan di milad yang ke-4 Kumpulan Emak Blogger, saya ingin berpartisipasi mengikuti salah satu dari beberapa event yang di adakan oleh eMaks admin...#DoaYangKuenceengBiarMenang ...^_^

Menjadi seorang ibu adalah sebuah keniscayaan bagi perempuan. Setelah menikah tentu yang di harapkan selanjutnya adalah hadirnya anak-anak yang lahir dari hasil buah cinta dengan suami. Lahirnya anak-anak, amanahNya yang di titipkan kepada kita (ibu) adalah sebuah anugerah yang bisa menjadi berkah atau musibah.
Menjadi ibu saat ini adalah sebuah sekolah kehidupan yang pelajaran nya adalah anak-anak dan keluarga. Sebagai ibu yang selalu di rumah saya perlu banyak belajar bagaimana mendidik, mengajarkan dan membimbing anak-anak sesuai dengan standar keinginan yang memberikan nikmat hidup di dunia, Allah Yang Maha Pencipta. Tidak mudah, itulah yang saya rasakan karena berita tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan sering kita baca. Hal tersebut tentu membuat kita sebagai ibu harus waspada dan tekun berdoa. Yach, ketika ikhtiar untuk melindungi anak-anak dari hal-hal yang tidak baik sudah kita lakukan. Selanjutnya adalah kita pasrahkan dengan berdoa kepada Allah Yang Maha Menjaga. #Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Adanya Kumpulan Emak Blogger bagi saya adalah salah satu tempat untuk belajar menjadi seorang ibu . Sebagai sebuah komunitas yang anggota nya adalah para emak yang mempunyai anak dan mengurus keluarga, Kumpulan Emak Blogger memberikan banyak informasi yang diperlukan dan di butuhkan seorang ibu untuk belajar. Informasi yang dimiliki para emak blogger dan  di bagikan di blog mereka bisa menambah pengetahuan serta ilmu baru bagi emak aka ibu lainnya yang membaca.
Hanya dari sebuah tulisan yang di tulis di era digital bisa dinikmati oleh semua orang di dunia maya. Dan Kumpulan Emak Blogger memberikan wadah sarana bagi para emak yang suka menulis untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan nya tentang keseharian aktivitas para emak bersama anak dan keluarga nya.


"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama  ia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah".
[Rumah Kaca hal 352 ; Pramoedya Ananta Toer]

Itulah yang pernah di sampaikan oleh penulis produktif negeri ini yang menulis dengan gaya surealis tentang apa yang terjadi dan dilihatnya, mbah Pram. Motivasi yang tertulis dalam salah satu buku mbah Pram tersebut bisa menjadi semangat buat para emak khususnya saya untuk menulis. Yach, menulis yang bagi saya saat ini adalah sesuatu yang sangat tidak mudah untuk di kerjakan. Karena aktivitas sehari-hari  mengurus rumah dan anak-anak, hampir tidak ada waktu bagi saya untuk bisa duduk nyaman di depan PC atau laptop karena anak-anak masih ingin lebih diperhatikan.

"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". 
[Imam Al Ghazali]

Semangat menulis dari salah satu ulama besar , Imam Al Ghazali adalah energi bagi para emak khususnya saya yang memang bukan siapa-siapa, hehehe. Menjadi agen perubah adalah tugas bersama, dan seorang ibu adalah pemegang kunci bagi perubahan tersebut. Dari didikan dan teladan seorang ibu yang baik lah akan menghasilkan generasi anak-anak negeri ini yang juga baik.
Dengan menulis yang berisi informasi yang di butuhkan bersama untuk perubahan yang lebih baik, para emak blogger ikut berperan dalam perubahan yang dinamis saat ini. Perkembangan jaman yang pesat di segala bidang, di butuhkan juga informasi yang akurat dan benar untuk para emak  belajar menjadi seorang ibu yang baik dan teladan bagi anak-anak.

Para emak yang bergabung di Kumpulan Emak Blogger berasal dari seluruh Indonesia dan beberapa emak ada yang  tidak tinggal di Indonesia. Berbagai latar belakang asal para emak menambah keragaman tulisan para emak yang bisa di baca di dunia maya. Perbedaan-perbedaan tersebut tentu tidak menjadi soal dan masalah yang besar. Perbedaan yang ada menunjukkan bahwa Indonesia adalah negeri yang aman dan nyaman dengan mayoritas penduduknya adalah muslim. Adanya aturan-aturan yang saat ini diberlakukan oleh pemerintah terkait ITE (Informasi dan transaksi elektronik), bisa menjadi kan para emak dengan latar belakang yang beragam semakin bijak menuliskan  informasi ke wilayah umum yang bisa di baca semua orang.

Dan berkembangnya teknologi di dunia maya dengan beragam fasilitas dan network  saat ini. Bagaikan dua sisi koin yang memberikan gambar yang berbeda. Efek yang di berikan memunculkan beragam inovasi yang memberikan dampak yang positif maupun negatif. Dan bagi seorang muslim, khususnya buat saya pribadi bisa lebih hati-hati menulis dan memberikan tanggapan di dunia maya dengan bijak dan santun.

“Pada hari (kiamat ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”. [TQS. An Nur Ayat 24]


Yach, dengan selalu mengingat bahwa tulisan kita ini  bisa dibaca semua orang di dunia maya. Para emak, khususnya saya dengan menulis bisa menjadi agen perubah negeri ini menjadi lebih baik. Walaupun perbedaan itu jelas ada dan kita menyikapinya dengan jiwa ke-emak-an (manis)....^_^

Lomba Blog 4TahunKEBerkarya






Baca Selanjutnya ...

Kamis, 17 Desember 2015

[Resensi Novel Tereliye] Pulang

Gambar di ambil disini


PULANG
Pengarang :
TERE LIYE




ISBN :
978-602-082-212-9




Terbit :
Jakarta, 2015 




Halaman :
iv+ 400 Halaman




Harga :
Rp. 65000,-




Berat :
300 gram




Dimensi :
13.5 X 20.5 Cm




Cover :
Soft Cover












"Mamak, Bujang pulang hari ini. Tidak hanya pulang bersimpuh di pusaramu, tapi juga telah pulang kepada panggilan Tuhan. Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang. Anakmu telah pulang" (Epilog : Pulang, hal 400)

Itulah salah satu paragraf yang menutup novel Pulang Tereliye yang sampai saat ini masih banyak para pembaca yang penasaran ingin membeli. Saya sudah lama tidak membaca buku fiksi seperti novel karena waktu lebih banyak terpakai mengurus anak-anak dan rumah. Tapi entahlah, setelah saya selesai membaca novel Rindu Tereliye setahun yang lalu dan itu adalah novel karya bang Darwis yang pertama saya baca dari sudah puluhan novel nya bahkan beberapa sudah di film kan, hehehe.
Dan novel Rindu telah membuat saya kembali suka membaca. Bulan September tahun ini bang Darwis merilis novel terbaru nya yang berjudul  Pulang,  saya pun jadi penasaran untuk membeli dan membaca.

Dari judul dan cover novel Pulang, sebenarnya saya tidak begitu tertarik untuk membaca. Cover soft warna hijau tosca dengan robekan sunset membuat saya berfikir novel Pulang menceritakan tentang konflik internal keluarga antara orang tua dengan anak yang ending nya adalah anak akan kembali pulang ke rumah orang tua. Ternyata saya salah, tulisan fiksi novel Pulang Tereliye ini menceritakan lebih dari konflik internal keluarga, ya  karena menceritakan konflik antar keluarga pengusaha dunia hitam yang wilayah kekuasaan nya adalah dunia.

"Kisah ini dimulai dua puluh tahun silam, saat usia ku lima belas tahun" (Si Babi Hutan, hal 2)
Bang Darwis menggunakan alur flashback untuk menceritakan tokoh utama Bujang. Dengan alur tersebut bang Darwis berhasil membuat saya sebagai pembaca tidak bisa berhenti membaca karena penasaran dengan ending dari novel ini. Siapa Bujang disimpan rapat identitas nya oleh bang Darwis, sampai hal. 316  pembaca baru mengetahui nama panggilan Bujang 'Si Babi Hutan' yang sebenarnya adalah Agam.

Sebelum usia 15 tahun, Bujang hidup di talang sebuah desa kecil yang penduduk nya sedikit dan jauh dari pemukiman penduduk. Mereka tinggal di hutan lereng Bukit Barisan, Sumatera. Bersama bapaknya, Samad yang keras dalam mendidik nya dan mamaknya, Midah  yang diam-diam tanpa sepengetahuan bapak nya mengajari Bujang ilmu agama. Kehidupan Bujang berubah ketika Tauke Muda, sahabat bapak nya datang ke desa nya untuk memburu babi hutan dan setelah selesai mengajak Bujang ke kota. Keinginan Bujang untuk keluar dari desa nya tak terbendung dan hal itu membuat mamak yang tak mengijinkan menangis karena bertengkar dengan bapak nya yang mengijinkan Bujang ikut dengan Tauke Muda. 
".....Tapi, tapi apa pun yang akan kau lakukan di sana, berjanjilah Bujang. Kau akan menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau juga tidak akan menyentuh tuak dan segala minuman haram".
" Berjanjilan kau akan menjaga perutmu dari semua itu, Bujang. Agar....Agar besok lusa, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik putih dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang". Mamak mencium ubun-ubunku
(Janji Kepada Mamak, hal. 24)

Tinggal bersama Tauke Muda di kota, Bujang sudah di anggap anak sendiri. Ketika membaca  novel Pulang saya jadi teringat film booming Bollywood  3 Idiots karena tokoh utama Bujang tak ubahnya 'Rancho' Shalmadas Chanchad (Amir Khan). Berawal dari mengejar ketertinggalan Bujang dalam hal belajar selama 15 tahun tinggal di hutan, Bujang belajar privat bersama Frans (sahabat Tauke Muda) warga Amerika seorang diplomat yang menguasai banyak bahasa dan pensiun dini memilih menjadi  guru di sekolah internasional ibukota. Kenapa saya jadi teringat film 3 Idiots karena Bujang adalah sosok yang jenius, cerdas dan smart sama dengan tokoh Rancho (Amir Khan), beda nya dunia Bujang adalah dunia hitam yang penuh konflik persaingan bisnis antar negara dan benua.

"Aku tahu pemuda itu sedikit. Dia satu kampus denganku di Amerika, menyelesaikan dua master sekaligus empat short-course dalam waktu singkat. Dia lulus dengan nilai sempurna. Tidak ada yang tahu latar belakang keluarganya. Semua serba misterius. Tapi bukan itu hal mengerikan tentangnya. Di tahun kedua, saat aku masih di sana, kampus kami kedatangan atlet lari cepat pemegang rekor dunia. Pemuda itu menantang atlet itu untuk lomba lari. Hanya beberapa orang yang menyaksikannya, di stadion kampus yang tertutup, dia mengalahkan atlet pemegang rekor dunia itu seperti mengalahkan seorang anak kecil". (Shadow Economy, hal. 36)
Tidak hanya jenius dan pandai, Bujang menginginkan diri nya seperti bapak nya  Samad seorang tukang pukul senior ketika mengabdi di keluarga Tong. Walaupun awalnya ketua keluarga Tong, Tauke Besar (dulu disebut Tauke Muda) tidak setuju dengan keinginan Bujang, akhirnya mengalah dan menyetujui. Kopong, kepala tukang pukul keluarga Tong telah berhasil menjadikan Bujang seorang tukang tinju yang hebat. Pelajaran selanjutnya, Bujang belajar bersama Guru Bushi, ahli Samurai Jepang dan Salonga, tukang tembak paling jitu dari Philipina.

Beberapa tahun Bujang di kota,  kemudian bisnis keluarga Tong pindah ke ibukota, Jakarta. Tahun  itu tepat  Bujang mulai masuk kuliah dan di terima di universitas ternama jurusan ekonomi. Bujang adalah anak angkat kesayangan Tauke Besar yang sudah  di persiapkan untuk menjadi  ketua keluarga Tong jika nanti Tauke Besar telah tiada. Bujang tumbuh menjadi sosok yang disegani di dunia hitam dengan julukan jagal nomor satu 'Si Babi Hutan' . Tidak seperti tukang jagal ternama di dunia hitam, Bujang menggunakan kejeniusan nya untuk membesarkan bisnis keluarga Tong.

Waktu itu, aku sedang menghadiri simposium teknologi kedokteran dunia. Aku sering menghadiri konvensi, seminar atau pertemuan seperti ini untuk mencari alternatif investasi bagi keluarga Tong. Ada banyak peneliti berkumpul, mereka mencari pendanaan penelitian teknologi medis masa depan. Satu-dua menarik minatku. Lewat perusahaan legal Tauke, dana bisa dikucurkan ke berbagai lembaga riset. Aku juga sering menghadiri pameran seni, mengikuti lelang, atau mengongkosi ekspedisi arkeologi, dan bentuk investasi pendidikan lainnya. Itu juga tugasku, sekaligus refreshing yang mengasyikkan. (Tuanku Imam, hal 303)

Konflik besar muncul ketika riset tentang chip pengintai yang di danai keluarga Tong di Singapura di curi oleh keluarga Lin dari Macau. Pengkhianatan orang dalam keluarga Tong bersama anak tertua keluarga Lin yang menuntut balas kematian ketua Lin berhasil membuat Tauke besar meninggal.

Dalam keadaan terdesak di pelarian muncullah Tuanku Imam (kakak mamak nya) yang menolong Bujang. Kehadiran Tuanku Imam mengembalikan kenangan pahit Bujang tentang mamak dan bapak nya, kesedihan Bujang karena tidak pernah berada di samping mereka ketika meninggal muncul kembali. Namun Tuanku Imam lah yang bisa menjawab ketakutan nya selama ini ketika suara adzan berkumandang.
"Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu di sesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun? " (Suara Adzan, hal 339)

Tuanku Imam juga yang menyemangati Bujang untuk merebut kembali kekuasaan keluarga Tong.
".....Kau tahu kenapa namamu adalah Agam? Karena itu di ambil dari nama leluhur kita, Tuanku Imam Agam, seorang syahid, ulama besar dan panglima perang paling berani di seluruh Pulau Sumatera. Satu pekik takbir darinya, mampu merontokkan benteng-benteng penjajah Belanda. Samad yang menyematkan nama itu atas usul mamak kau". (Suara Adzan, hal 332)
"....Kau bisa melakukannya, karena kau adalah keturunan dua orang yang sangat penting di masa lalu. Kakek dari kakekmu adalah Tuanku Imam Agam, syahid, pejuang melawan penjajah Belanda. Satu lagi adalah perewa masyur, yang kemudian menetap di kampung kita. Dia memang punya masa lalu hitam, tapi dia kembali, menunjukkan bahwa semua orang bisa berubah". (Memeluk Erat, hal 341)

Riset Untuk Menulis
Saya acungi jempol untuk novel Pulang ini, di bandingkan dengan novel Rindu yang di tulis bang Darwis tahun kemarin. Di novel Pulang bang Darwis  memerlukan banyak riset/penelitian tentang negara-negara yang di singgahi Bujang, tentang seluk beluk samurai dan istilah-istilah nya, tentang dunia menembak dan istilah-istilah nya, tentang ekonomi (sesuai jurusan waktu bang Darwis kuliah) dan yang paling utama adalah riset/penelitian tentang dunia hitam bisnis antar benua yang lebih populer di sebut dunia konspirasi.

Momen yang pas saat bang Darwis menulis novel Pulang, pemilihan presiden negeri ini dengan berbagai opini yang di keluarkan oleh tim sukses masing-masing calon menjadikan novel Pulang ini tidak sekedar novel. Ya. menurut saya novel ini adalah novel berfikir karena genre action tidak menjadi menu utama yang ditulis bang Darwis. Ada tulisan-tulisan implisit yang sebenarnya bang Darwis ingin menggambarkan kondisi negeri ini sekarang.

Saran
Menurut saya ada sedikit dialog yang jika dibaca kurang pas. Penggunaan kata dalam percakapan antara Tuanku Imam dengan Bujang. Tuanku Imam yang di gambarkan berusia 80 tahun, tentu mempunyai gaya bahasa yang berbeda dengan Bujang yang berusia 35 tahun an. (Memeluk Erat, hal 333-338)
Dalam percakapan tersebut Tuanku Imam lebih baik konsisten mengatakan 'matahari terbit' tanpa di rubah dengan mengatakan 'sunrise' ketika menasehati Bujang 'Agam'. Penggunaan kata 'matahari terbit' yang konsisten menurut saya akan lebih menunjukkan kebijakan dan kewibawaan tokoh Tuanku Imam.
" Itu berarti kau setidaknya sudah memiliki 13.000 hari. Usiaku saat ini delapan puluh tahun, lebih banyak lagi hari yang kumiliki, 28.000 hari. Aku sudah memiliki 28.000 kali matahari terbit. Itu bukan jumlah yang sedikit. Beberapa sunrise kusaksikan dengan takjub, namun lebih banyak yang tidak, lewat begitu saja. nah, mau kita menyaksikannya atau tidak, matahari selalu terbit. mau ditutup mendung atau kabut, matahari juga tetap terbit. Mau kita menyadarinya atau tidak, matahari tetap terbit. 28.000 matahari terbit sepanjang hidupku".
Maaf, sepertinya tak pantas saya memberikan saran buat bang Darwis yang sudah dinobatkan sebagai penulis yang produktif di negeri ini. Namun saran saya,  mungkin hanya hal yang sepele, akan membantu bang Darwis menulis buku fiksi (novel) yang lebih bagus dan  mencerahkan lagi buat para pembaca.
Seperti pesan bang Darwis dalam sebuah seminar,"Novel itu fiksi (tidak nyata), yang nyata itu adalah implikasi dari novel tersebut untuk pembacanya menjadi lebih baik lagi".


Dan...
Sedikit resensi saya di atas tentu tidak akan bisa menggambarkan sepenuhnya cerita dari novel Pulang.
Bagaimana kehidupan Bujang sebelum tinggal bersama Tauke Muda?. Proses belajar Bujang hingga menjadi tukang pukul ternama yang di takuti lawan-lawan nya?. Siapa pengkhianat orang dalam keluarga Tong? Dan yang pasti ending dari novel Pulang seperti apa?
Semakin penasaran, pasti nya iya. Selamat mencari, membeli dan membaca novel Pulang dengan ketebalan 400 halaman. Siapkan juga tempat yang nyaman di kepala, karena pembaca akan di ajak bang Darwis untuk mengenal berbagai macam hal tentang  ekonomi, bela diri, exercise (latihan fisik), geografi, aeronautic dan masih banyak lagi.

Saya masih ingat ketika bang Darwis di tanya tips menulis oleh pembaca novel-novel nya, menurut pengalaman bang Darwis untuk menghasilkan sebuah paragraf yang makna nya bisa di baca oleh semua pembaca dia perlu membaca satu buah buku. Bisa di bayangkan untuk menghasilkan ribuan paragraf dalam 400 halaman novel Pulang ini, berapa buku yang sudah bang Darwis baca ?.

Terakhir tentu saya berharap bang Darwis meneruskan lagi menulis petualangan Bujang setelah pulang. Ending yang sengaja di tulis menggantung, membuat saya sebagai pembaca berharap pulang nya Bujang adalah pulang untuk kembali ke jalanNya dan menerapkan aturanNya.

"Berangkat, Edwin. Kita harus tiba di Hong Kong malam ini, aku ada urusan dengan Master Dragon yang belum selesai". (Epilog: Pulang, hal 400)






Baca Selanjutnya ...

Sabtu, 17 Oktober 2015

Hijab (yang) Nyaman di Hati, Taati PerintahNya (yang) Syari

" Hamba tahu jannahMu tak mudah untuk di tuju  dan hamba tahu nerakaMu tak sanggup diri bertemu. Semoga aurat yang tidak lagi terbuka, menambah amal baik nanti di yaumul hisab yang pasti hamba bersua...."

Tahun 2000-an
Saya mulai berhijab di lingkungan yang sangat mendukung bagi muslimah untuk menjalankan kewajiban nya menutup aurat. Di lingkungan kampus saya saat itu, sangat mudah di temui muslimah  berhijab. Kebanyakan teman-teman muslimah (termasuk saya) datang ke kampus belum menutup aurat, ketika belajar dan  berinteraksi dengan kakak kelas muslimah yang sudah berhijab, membawa pengaruh positif kepada kami (mahasiswi muslim baru) untuk mengikuti menutup aurat yang belakangan setelah saya belajar Islam Kaaffah adalah sebuah kewajiban bagi seorang muslimah.

" Janganlah mereka menampakkan perhiasan nya, kecuali yang (biasa) tampak pada diri nya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada nya " 
[TQS. An Nur : 31]


" Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin," Hendaklah mereka mengulurkan jilbab nya ke seluruh tubuh mereka" "
 [ TQS. Al Ahzab : 59]


Dua ayat tersebut cukup membuat saya mengerti dan akhirnya harus taati. Beberapa bulan setelah menutup aurat di kampus, saya pun berhijab syar'i dengan memakai jilbab (gamis orang awam menyebutnya ^_^) dan khimar (kerudung). Tahun 2000 memakai hijab syar'i tidaklah banyak seperti saat ini.
Tingkat 2 saat kuliah, di usia belum genap 20 tahun saya memakai baju panjang yang longgar yang identik dengan baju daster nya emak-emak padahal saya belum emak-emak, hehehe.

Bismillah....
Saya mulai beraktivitas di luar rumah dengan berhijab syar'i. Saat itu di luar rumah adalah dunia kampus, di mana jurusan yang saya ambil adalah jurusan yang beberapa mata kuliah nya harus outdoor, ke tempat praktek langsung sesuai dengan mata kuliah yang saat itu saya ikuti.
Biologi laut salah satu mata kuliah yang wajib saya ambil dengan praktek langsung dua hari di Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Asyiiik, maen-maen ya travelling seperti yang sedang trend sekarang. Bukaaaan, hehehe. Di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Pramuka saya dan teman-teman mengamati semua biota yang ada di perairan. Biota tersebut apakah masih hidup di kelayakan lingkungan laut yang ideal. Jika telah terjadi kerusakan lingkungan maka kawasan perairan tersebut perlu untuk di konservasi. Kedengaran nya keren ya, memang seperti itulah mata kuliah yang ada di kampus saya saat itu. Dan ketika beberapa program televisi saat ini mengulas dan membahas keanekaragaman hayati khusus nya yang ada di perairan. Kemudian di kemas menarik secara  entertaint, hasil nya memang menjual dan banyak sponsor  di program televisi tersebut. Alhamdulillah, tidak hanya saya dan teman-teman  yang belajar tentang hal itu tahu dan sadar, para pemirsa program televisi  tersebut akhirnya juga tahu bahwa Indonesia tercinta ini adalah negeri bahari yang kaya dan melimpah keanekaragaman hayati nya.

Lhoooo.....saya jadi menulis tentang pengalaman belajar saya, bukan tentang hijab syar'i yang saat itu alhamdulillah sudah terpakai rapi, hehehe.

Kembali ke pengalaman saya dengan hijab syar'i. Dengan pakaian yang sudah menutup aurat, berarti semua aktivitas sehari-hari baik di kampus maupun di rumah kost (harus) di sesuaikan dengan aturan syar'i. Kajian-kajian Islam Kaaffah saya pelajari selain belajar ilmu dunia di kampus. Interaksi dengan lawan jenis hanya ada di kehidupan umum (kampus, warung, toko, pasar, kendaraan umum, dll) bahkan di rumah kost lawan jenis yang bukan muhrim di larang menelepon  lebih dari seperempat jam dan membahas masalah pribadi. Hmmm, terkekang tidak nyaman tidak suka karena jadi tidak gaul. Mungkin beberapa teman merasa seperti itu. Alhamdulillah bagi saya biasa saja aka tidak apa-apa. Saya merasa di untung kan dengan aturan interaksi yang bagi teman-teman aneh dan tidak mahasiswi (baca. mengekang pergaulan) namun bagi mbak-mbak di rumah kost adalah aturan sesuai syari. Mengapa saya merasa nyaman? Jawabnya adalah saya bebas dan aman dari pria kesepian penebar virus PHPan, hehehe.
Aturan-aturan syari memang saat ini terdengar asing, yach memang karena akan ada benturan jika di sampaikan dan diterapkan karena telah lama sekali bahkan sejak nenek moyang kita di sini, belum mendengar bahkan asing dengan aturan Illahi. Alhamdulillah Islam menjadi keyakinan mayoritas negeri ini, tetapi Islam sebagai aturan hidup belum banyak umat Islam memahami nya.



Tahun 2004 - 2005 : Saya dan teman-teman di kampus



Kok saya mau menerima aturan syari dan mempelajarinya, bukan kah itu adalah pemahaman baru. Jangan-jangan saya sudah di brain washing, hehehe.
Sederhana saja bagi saya, ketika belajar Jalan Menuju Iman dan banyak contoh-contoh tentang kebesaran Allah SWT dan manusia sebagai makhlukNya ternyata banyak kelemahan dan kekurangan. Dan ketika tiga pertanyaan besar manusia (termasuk saya) sering muncul di kepala yaitu : Dari mana manusia berasal ; Untuk apa manusia hidup; Dan akan kemana setelah manusia hidup. Jawaban nya adalah Allah.

Saya pun tak bisa mempunyai hujjah (alasan) ketika ternyata ada ayatNya yang membahas wajibnya menutup aurat bagi muslimah.

" Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu. Dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu. Dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu". [ Nasehat Ali bin Abu Thalib ra.]


Lillahi Ta'ala.....
Berpakaian syari adalah sebuah kewajiban, jika ada halangan jadikan itu sebagai proses kehidupan yang terus berjalan. Walaupun syiar hijab syari sudah semarak di mana-mana dan mudah melihat muslimah baik muda maupun tua memakai nya. Namun, masih saja perlu untuk di kembalikan lagi niat kita menutup aurat hanyalah untuk Allah SWT semata.
Hijab syari saat ini nampak semarak karena bagus dan indahnya fashion yang mengikuti nya. Di situlah sebenarnya ujian bagi muslimah (termasuk saya) untuk meluruskan niat, berhijab syari hanya untuk taat perintah Illahi. In sya Allah

Hampir 15 tahun saya berhijab syar'i. Tantangan dan rintangan saya memakai nya tentu tidaklah sedikit. Apalagi saat itu saya berhijab syari dengan status sebagai jomblowati. Kekhawatiran orang tua akan masa depan pasti ada, manusiawi. Alhamdulillah, ketika saya belajar ilmu 'yakin' tawakal dan percaya Allah Maha Mengatur urusan makhluk ciptaanNya, sutradara terbaik yang ada di alam fanaNya ini, semua nikmat umurNya masih bisa saya nikmati dengan hijab syari yang selalu menemani sehari-hari.



Buku kumpulan pengalaman awal berhijab syar'i
Salah satu nya pengalaman saya


Saling memberi semangat dan motivasi  adalah suplemen dan imun untuk memunculkan secara kontinu terus menerus bagi saya untuk selalu taat berhijab sesuai syariat.
Alhamdulillah, beberapa kisah (based on true story)  pengalaman awal berhijab syari mulai dari tantangan dan bagaimana bisa bertahan dengan pilihan  hati untuk selalu berhijab syari tertulis dalam sebuah buku ini.



Alhamdulillah, testimoni neng Angie (selebgram)
setelah membaca buku The True Hijab


" Alhamdulillah Yaa Rabb, Nikmat hidupMu masih bisa hamba nikmati, mohon selalu jaga iman di hati, untuk selalu taati aturanMu sampai ajal menanti..."

Sukses untuk GA nya ya mbak Ruli. Semoga sedikit kisah saya berhijab syari bisa menambah keyakinan kita bahwa Allah sayang dengan hambaNya dan kita menjadi hambaNya yang kelak mudah untuk mendapatkan tiket menuju jannahNya, aamiin.







Baca Selanjutnya ...

Jumat, 09 Oktober 2015

[#CeritaDiBalikBlog] Menulis di Blog : Peluang Yang Tidak Sekedar Uang



Bismillah....
Kali ini saya ikut lagi di acara bagi-bagi hadiah nya  mbak Uniek....:)
Mungkin ini saya ikut giveaway yang ketiga dari sering nya mbak Uniek membuat giveaway buat blogger.

Cerita tentang menulis di blog
Saya mulai tertarik menulis di dunia maya saat baru mempunyai dua anak dengan jaringan internet di rumah yang sangat lancar. Saya memilih platform tak berbayar (pengen yang gratisan, hehehe) yang beberapa tahun lalu mengumumkan diri pailit dan meminta member nya pindah ke platform yang lain.
Betuul, sejak tiga tahun yang lalu saya pilih platform ini untuk melanjutkan corat coret saya di dunia maya.

Awalnya saya menulis untuk sekedar menceritakan apa yang terjadi dengan saya (waduuuh, pe de akut saya hehehe). Tulisan tentang awal menikah, jalan-jalan dengan pasangan 'halal tanpa pacaran', menunggu kehamilan pertama, hamil anak pertama sampai tahap perkembangan anak pertama. Kalau saya membaca tulisan-tulisan yang saya tulis mulai tahun 2008 itu, rasa nya aneh dan berlebihan (lebay banget mbok-e). Kok bisa saya menulis hal-hal yang mungkin bagi teman-teman adalah sepele dan remeh temeh, karena memang yang saya tulis adalah sesuatu yang lazim di alami oleh semua orang.

Tetapi ketika tulisan sederhana yang saya tulis tadi mendapat respon dengan komen dari teman-teman di dunia maya, dan terjadilah obrolan tanpa pernah bertemu dengan teman-teman baru tersebut. Ternyata dari menulis, saya bisa menyambung silah ukhuwah dengan teman baru.

Yach, saat awal menulis di blog. Saya mempunyai beberapa teman-teman (perempuan semua) yang aktif rajin komen tulisan saya. Beberapa ada yang tinggal di luar negeri, ketika teman-teman saya itu kembali ke Indonesia dan meluangkan waktu mengunjungi gubug saya, senang sekali rasa nya. Bahkan ketika suami saya dinas ke luar negeri, teman dunia maya saya tersebut memesan beberapa barang yang hanya ada di Indonesia dan ketika bertemu dengan suami saya menitipkan suvenir khas dari negara tersebut, Masya Allah. Semoga nikmat umur dan rizkiNya masih di berikan kepada kami sehingga bisa bertemu di dunia bukan maya (bertemu langsung), aamiin.

Ketika menulis bisa membuat tebal kantong yang tipis
Tolong abaikan sub judul saya jika di anggap berlebihan, hehehe. Dari menulis di blog, di akhir tahun 2008 saya mulai memasang foto-foto jualan saya di blog. Kebetulan saya mempunyai beberapa teman yang memproduksi barang-barang tertentu, salah satu nya pakaian muslim. Saat itu belum banyak yang jualan di dunia maya. Alhamdulillah, beberapa pembeli dagangan saya dari luar negeri. Antara senang dan bingung, senang karena ada pembeli dari luar negeri dan bingung bagaimana proses  pembayaran dan pengiriman barang nya. Kalau teman-teman melihat (saat itu), enak ya foto-foto dagangan saya banyak yang komen dan akhirnya membeli. Tetapi di balik itu semua, ada perjuangan yang saya lakukan untuk bisa mendapatkan pembeli dan melayani order mereka dengan baik. Dimuulai dari foto-foto produk, kemudian mengedit nya sebelum saya tampilkan. Untuk baju muslim, saya bolak balik ke rumah teman saya yang memproduksi baju tersebut. Kemudian setelah selesai, saya foto kembali dan tunjuk kan ke teman yang membeli. Setelah itu proses packing dan mengirimkan barang nya, jika pembeli saya ada di luar negeri saya harus ke kantor pos atau ke kargo langganan teman-teman yang biasa mengirimkan barang ke luar negeri.
Proses yang tidak sedikit bukan. Dari jualan di dunia maya saya bisa belajar, berdagang tidak sekedar membuat tebal kantong yang tipis mengejar laba, tetapi bermuamalah yang amanah hanya mencari ridlo dan berkahNya. In sya Allah

Ketika tulisan pun bisa menghasilkan uang
Stop ! Jangan berfikiran saya sudah jago dan banyak pengalaman di dunia ad-sense dan bisnis uang dunia maya. Jujur, saya tidak tahu bahkan belum pernah mengikuti pelatihan-pelatihan tentang hal tersebut walaupun sebenarnya saya agak tertarik ingin tahu, hehehe.
Banyak teman blogger yang memang sudah di kenal jago dan aktif menulis sampai mendapat kan pekerjaan di dunia tulis menulis. Jadi semangat menulis kan, dengan menulis bisa ciptakan peluangmu. Kalau saya sendiri, belum rajin menulis. Menulis adalah bonus bagi saya, jika semua pekerjaan kerumahtanggaan sudah saya kerjakan. Menulis bisa menjadi sarana yang bisa menyegarkan kembali pikiran karena lelah melakukan pekerjaan fisik. Mungkin berbeda bagi para jurnalis, menulis adalah pekerjaan utama sedangkan bukan menulis adalah hiburan karena sudah bosan dengan menulis, hehehe.
Menulis dengan bonus uang, beberapa kali (tidak sering ya...) bisa saya dapatkan. Teman-teman blogger yang mengadakan giveaway dengan hadiah pulsa pernah juga membuat gadged saya terisi pulsa karena menjadi salah satu pemenang nya. Dan alhamdulillah,mungkin ini nominal yang paling besar. Tulisan saya di ajang lomba menulis liputan6.com tahun 2013, menjadi pemenang kedua dengan hadiah uang satu juta rupiah.
Alhamdulillah, kok bisa ya hehehe. Melihat jumlah peserta dan tulisan-tulisan mereka, sebenarnya saya tidak pe de untuk ikut berpartisipasi. Tetapi ketika saya membaca tulisan saya yang menang itu, ternyata saya membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh untuk bisa menulis seperti itu. #Halaaah
Tulisan original bukan copy dan paste, tulisan seperti itulah biasa nya yang di sukai para juri lomba menulis.

Ketika tulisan memberikan pesan
Saat ini menulis bagi saya adalah menuliskan sesuatu yang memang tujuan nya  mensyukuri segala nikmatNya (khusus nya kepada saya). Karena saya bukanlah siapa-siapa.


" Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar. Maka jadilah penulis ".
[Imam Al Ghazali]

Dan jika amanah-amanahNya yang saat ini di titipkan kepada saya dan suami membaca tulisan-tulisan saya di blog. Semoga mereka selalu menjadi harapan kami, menjadi penolong kami kelak jika semua amalan kami di alam fanaNya ini sudah terputus.
Aamiin yaa mujibas sailiin....





Giveaway Cerita di Balik Blog
Baca Selanjutnya ...

Sabtu, 03 Oktober 2015

[Piknik Itu Penting] Kurang Piknik? Ke Bogor Banyak Tempat Yang Menarik

"Institut pertanian pengabdi nusa bangsa. Menempa tunas muda cendekia pencipta jaya. Bergema swara cita amalkan ilmu tuk nusa. Dengan semangat bergelora jayalah IPB kita. Tugas bakti civitasnya laksanakan selalu. Tri dharma nan mulia IPB terus maju. Institup pertanian pengemban cita suci. Institut Pertanian Bogor almamater kami".  [ Hymne IPB]




Hehehehe.....
Bukan karena saya alumni salah satu PTN di kota bukan hujan, tetapi memang selama kurang lebih enam tahun belajar di Bogor saya banyak belajar.  Selain belajar ilmu dunia (sesuai jurusan saya di IPB), saya juga belajar tentang ilmu alat  tentang makna dan arti nikmat hidupNya. Belajar di kota bukan hujan tidak hanya duduk di kelas mendengarkan materi sesuai dengan bahan ajar bapak atau ibu dosen. Saya dan teman-teman di jurusan juga field trip, belajar di luar kampus ke tempat di mana kami bisa belajar langsung.
Field trip yang kami lakukan kebanyakan ke tempat piknik yang menarik di Bogor dan di sekitar nya.


Kebun Raya Bogor
Gambar di ambil disini


Kebun raya Bogor, ikon wisata Bogor adalah tempat piknik yang sangat menarik untuk anak-anak sampai lansia. Menikmati banyak nya fauna yang jarang ada di tempat lain dengan udara yang sejuk mendukung bagi pemulihan paru-paru bagi masyarakat yang setiap hari kerja menghirup banyak asap dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Kebun raya Bogor juga menjadi salah satu tempat belajar saya dan teman-teman saat belajar di Bogor.


Tugu Kujang di malam hari
Gambar di ambil disini


Kabupaten Bogor yang memiliki luas 2.664 kilometer persegi dan Kota Bogor yang memiliki luas 118,5 kilometer persegi memliki banyak tempat piknik yang menarik. Baik yang sudah tertata dan terfasilitasi dengan baik seperti tempat-tempat piknik di daerah Puncak maupun yang masih alami belum banyak tersentuh oleh pengelola dan minim fasilitas seperti tempat-tempat piknik di daerah gunung Salak dan gunung Bunder.

Curug di Bogor
Gambar di ambil disini

Buat urbaners, sama dengan saya dan keluarga yang numpang hidup nguli di megapolitan Jakarta, jika kurang piknik jangan ragu untuk menjadikan Bogor sebagai tempat pelepas lelahmu, hehehe. #BukanPromosi
Dengan jarak tempuh dari Jakarta sekitar 56 kilometer,  perjalanan menuju Bogor tidaklah lama. Walaupun masih bertemu dengan titik-titik macet di beberapa tempat, anggap saja itu bonus sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitar kita (hehehe, itu saya kalau sedang terjebak macet).

Gua Gudawang di Cigudeg, Bogor
Gambar di ambil disini


Kurang piknik? Setelah saya mencari artinya di mbah google ternyata mempunyai makna yang lain juga. Yach, kurang piknik sering di tujukan ke personal yang terlihat emosional ketika berhadapan dengan lawan bicara nya yang tidak sama pendapat dengan nya.

Bogor sebagai tempat bertemu nya semua suku yang ada di Indonesia untuk belajar meraih tujuan yang sama. Hal ini membuat Bogor menjadi daerah yang penduduk nya heterogen (berbagai suku) karena beberapa alumni mahasiswa  menikah dan memilih menetap di Bogor.

Bertemunya banyak suku dengan sikap dan kebiasaan yang berasal dari nilai-nilai adat asal nya, begitu juga pemikiran dan pandangan hidup dari berbagai pemikir membuat Bogor adalah contoh masyarakat yang bisa menerima pendapat orang yang berbeda-beda.

"Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan untuk salah. Sedangkan pendapat orang lain salah, tapi memiliki kemungkinan untuk benar." [Imam Syafii]

Jadi pengen piknik? Jangan ragu piknik ke Bogor, jika uang pas-pas an tidak apa-apa hanya jajan batagor, hehehe. Saat akhir pekan memang liburan di Bogor adalah pilihan yang pas untuk piknik. Banyak nya tempat piknik di Bogor menawarkan pilihan bagi pemerhati piknik yang mempunyai dana yang banyak maupun secukupnya (baca. minim).


Pajajaran Hotel dan Resort
Gambar di ambil disini

Dan memang sangat menarik jika piknik ke tempat asyik di Bogor sambil menginap di Pajajaran hotel & resot. Jika saya di beri voucher menginap rasa bayar aka gratis, pasti saya dan keluarga ambil untuk menikmati Bogor yang (malam hari nya) romantis.



Lomba Blog Piknik itu Penting






Baca Selanjutnya ...

Jumat, 02 Oktober 2015

[Piknik Itu Penting] : Kurang Piknik? Yuk Kita Cari Tempat Yang Asyik

"Piknik atau di sebut juga rekreasi adalah kegiatan yang di lakukan  untuk mencari kesegaran jasmani dan rohani, biasa nya di lakukan di luar jam kerja (akhir pekan). Piknik atau rekreasi biasa nya berupa kegiatan pariwisata, olahraga, permainan dan kegemaran (hobi)"


Kemacetan setiap pagi saat jam masuk kerja dan sekolah
Gambar di ambil di sini

Bagi saya dan keluarga yang saat ini tinggal di (pinggir) selatan Jakarta, pergi piknik adalah suatu kebutuhan yang penting. Aktivitas setiap hari kerja dan sekolah, anak-anak sudah terbiasa  melihat kemacetan yang luar biasa di sepanjang perjalanan menuju sekolah dan pulang ke rumah. Kemacetan Jakarta yang sampai saat ini belum menemukan cara untuk mengatasinya, mengharuskan bagi kami yang numpang hidup nguli di Jakarta mencari aktivitas/kegiatan yang bisa men-charge energi sehingga semangat melakukan aktivitas kembali di minggu berikutnya.
Ya, dengan piknik semoga tetap semangat menyambut nikmatNya di hari senin  #Aamiin


Foto koleksi pribadi

Piknik setiap akhir pekan, apa tidak membuat kantong tertekan?
Hehehehe, betul jika setiap akhir pekan kita piknik ke tempat yang membuat mata tertarik melihat barang yang menarik dan tak terbendung hasrat untuk mengeluarkan uang tak hanya secarik.
Sebagai ibu dengan amanah2Nya yang (baru) empat, menentukan kemana pergi di akhir pekan adalah pe er yang perlu di kerjakan dengan betul. #MulaiAgakLebay
Untuk mensiasati jajan anak-anak, saya biasa nya membawa bekal untuk makan anak-anak selama di perjalanan. Di tempat piknik yang nanti kami tuju, anak-anak hanya membeli minuman favorit mereka, es krim.
Untuk tempat piknik yang nyaman dan pas buat kantong, kami mengajak anak-anak pergi ke tempat yang natural (alam). Piknik ke tempat wisata alam, anak-anak akan bisa belajar salah satu nya belajar untuk mensyukuri nikmatNya dari alam semesta ciptaan Allah Sang Maha Pencipta. #Bismillah

Foto koleksi pribadi


Apakah hanya piknik ke tempat yang alami, tidak adakah tempat piknik yang lain?
Ada, tinggal di daerah penyangga megapolitan Jakarta, fasilitas hiburan modern dan high class (halaaah, seperti saya sudah pernah saja *tutup muka*) pasti ada. Para pengusaha entertaint dan retail berlomba-lomba untuk membuat hiburan untuk keluarga yang tujuan nya bisa menjadi salah satu tempat favorit piknik keluarga urbaners.
Seperti pengalaman saya minggu kemarin, kebetulan ada sesuatu yang akan kami beli di sebuah mall di daerah elite, baru memasuki tempat parkir sudah berbeda dengan tempat parkir mall yang hanya selemparan batu dari rumah, hehehe. Beda nya di mana? hehehe beda nya di penampilan para pengunjung nya. Dan benar saja, baru beberapa meter kami masuk, di panggung tribute sedang ada performance seorang aktor yang sering muncul di tv, penasaran ya hehehe. Itu lho, suami nya salah satu pemain AADC yang juga owner beberapa web, salah satu nya untuk mencari jodoh. Yup, pasti sudah ketebak.
Itu baru satu mall, belum beberapa mall di selatan Jakarta yang (kata nya) untuk segmen pengunjung yang berbeda (menengah dan menengah ke atas). Jadi tempat piknik yang tidak alami juga banyak di megapolitan Jakarta.

Apa kelebihan dan kekurangan tempat piknik yang mahal dan murah?
Setiap tempat piknik pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, karena sebagai seorang ibu yang harus mempunyai banyak cara jitu untuk mengatur dan memilih sesuatu. Saya membedakan tempat piknik berdasarkan banyak nya pengeluaran yang harus di ambil di kantong, tempat piknik mahal dan murah.
Tempat piknik yang murah, kelebihan nya yang pasti adalah dana yang saya keluarkan tidak terlalu banyak untuk membayar tiket masuk. Dan kekurangan nya adalah fasilitas yang di berikan seadanya, seperti kamar mandi yang kurang terawat dan berbayar (hehehe).
Tempat piknik yang mahal, kelebihan nya yang pasti adalah fasilitas yang nyaman, biasa nya ruangan yang dingin tidak panas berkeringat. Dan kekurangan nya tentu dana yang saya keluarkan juga besar, salah satunya untuk parkir kendaraan. Di mall yang sangat nyaman dan full fasilitas tarif parkirnya bisa  tiga kali lipat di banding mall yang biasa saja, hehehe.

Jika ingin menikmati piknik yang nyaman tapi tetap nyaman juga di kantong, adakah?
Yup, ada. Tidak jauh dari Jakarta sebagai ibu kota negeri ini, yaitu di Bogor. Banyak tempat yang asyik untuk liburan di Bogor. Tempat tinggal kami saat ini tidak jauh dengan Bogor, ingin menikmati piknik di kota bukan hujan tidak perlu banyak persiapan bagi kami .


Piknik asyik di Kuntum Nursery, Tajur Bogor

Piknik asyik di Situ Gede, Bubulak Bogor

Piknik asyik di Tirta Sanita, Ciseeng Parung Bogor

Bogor memberikan banyak pilihan tempat piknik. Baik itu tempat piknik alam maupun yang modern (buatan).
Daerah Puncak, sampai saat ini masih menjadi tempat piknik alam favorit keluarga di Jakarta. Setiap akhir pekan tidak akan pernah sepi kendaraan mengular bahkan bisa tak bergerak di jalanan.

Tempat piknik asyik di Bogor, gambar di ambil disini


Tempat menginap yang nyaman selama piknik asyik di Bogor
Gambar di ambil disini

Jika sudah bosan dengan antrian panjang menuju daerah Puncak, dengan view gunung Salak hotel sekaligus resort yang terletak di daerah strategis di Bogor, Pajajaran Hotel & Resort memberikan alternatif tempat piknik alam sekaligus modern.
Penasaran, ingin piknik ke tempat yang asyik? Hehehe, saya dan keluarga pun juga penasaran ingin  bisa piknik asyik sambil menginap di Pajajaran Hotel & Resort.

Lomba Blog Piknik itu Penting






Baca Selanjutnya ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...