Rabu, 19 Februari 2014

(Resensi Buku) The True Hijab





Hijab, sebuah kata yang beberapa tahun ini booming dan entah siapa yang pertama kali mengatakan nya. Dengan memakai kata hijab, seolah tak ada lagi perbedaan yang mencolok apa arti jilbab dan kerudung yang sesuai dengan syariatNya. Seperti nya masing-masing view yang selama ini pro-kontra tentang definisi jilbab ini, adem sejenak melihat fenomena muslimah di negeri ini yang ramai-ramai berhijab.

Suatu senin pagi di KRL Commuter line Bogor-Jakarta, berdiri di hadapan saya muslimah berbusana seperti ini: tubuh di bungkus jumpsuit merah menyala di balut cardigan denim biru. Kepala di tutup turban bercorak pelangi. Sepotong ciput antem (anti tembem, red) hijau toska membungkus lehernya. Bros bunga besar nangkring tepat di pojok kanan atas telinga. Sebentuk wedges etnik warna krem membalut kakinya. Tak lupa polesan bedak di pipi plus gincu soft pink di bibir nya.

Saya membatin ‘kreatif’ sekali ya muslimah ini. Dia terlihat cantik dan styles. Sudut hati saya yang lain berbisik : sebenarnya yang lebih tepat di sebut kreatif itu ya para desainer busana muslim. Bisa-bisa nya menciptakan desain-desain unik sedemikian rupa. Mendadani muslimah ala manequin bernyawa. Tapi apa begini cara berbusana muslimah?

Fenomena muslimah berhijab saat ini, memang menggembirakan sekaligus bikin galau. Gembira, karena sekarang jilbaber seperti saya tak lagi merasa terasing di negeri sendiri. Berhijab bahkan jadi trend. Para muslimah tak lagi enggan mengenakan busana yang di anggap simbol kefanatikan itu. Ya, idealnya memang begitu. Beragama ya harus fanatik. Asal jangan fanatik buta. Sekadar ikut arus trend tanpa ilmu.

Jujur, para penulis buku ini tidak antipati dengan tren hijab style. Justru, kami kagum dengan hijrahnya saudari muslimah kita yang dahulu masih belum menutup aurat, kini sudah menjalankan kewajiban untuk menutup aurat. Tapi, ternyata banyak saudari muslimah kita yang berhijab itu masih ingin menonjolkan kecantikan memakainya, daripada parameter syar’i yang harus di jalan kan.

Buku ini adalah rangkuman kisah-kisah para ¨pejuang¨ hijab dalam mempertahankan idealisme berjilbab syar’i. Saya berani katakan ¨pejuang¨ karena di antara para penulis buku ini adalah pelopor jilbab di lingkungannya pada zamannya. Jujur, sebenarnya saya dan sebagian teman-teman penulis di buku ini merasa malu berbagi masa ‘berhijrah’. Hati kecil saya berkata, apakah ini layak. Sebab kami yakin, masih banyak muslimah-muslimah di luar sana yang lebih layak disebut ‘pejuang’ hijab syar’i dengan beribu kisah yang tak kalah inspiratif.
Tapi, akhirnya kami kembali pada niat: mengampanyekan hijab syar’i. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi!

Hijab sepanjang masa, perintah berkerudung dan berjilbab adalah tuntunan Allah SWT kepada seluruh nabi. Seluruh umat manusia. Dan tidak ada alasan menolak kerudung dan jilbab. Itulah tulisan Ibunda Ustadzah Irena Handono, yang berkenan memberikan pengantar dalam buku ‘The True Hijab’

Ingin lebih banyak membaca dan penasaran dengan kisah ke – 18 penulis nya. Yuk, sobat DRISEr gpl yach, wees ga pake lama segera miliki buku ini dan jadikan koleksi kamu. { Ummu Fathin}


PROFIL BUKU
Judul     : The True Hijab : Kisah Inspiratif Para Jilbaber Syar’i (Based on True Story)
Penulis  : Asri Supatmiati, dkk
Penerbit : Mozaik Indie Publisher
Karya dari : Komunitas Belajar Menulis
Harga    : Rp. 38.000

Tulisan ini di muat di kolom resensi majalah remaja Islam D'Rise edisi Februari 2014. Monggo, temans yang berminat untuk mengkoleksi majalah remaja Islam ini segera fanpage Majalah Remaja Islam D'Rise.







Minggu, 09 Februari 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Menulis ku Untuk-MU......

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id

Fastabiqul Khairot
, yuuuk monggo kita meraih dunia akhirat dengan menulis.
Itulah tulisan penutup saya di catatan blog ini.

Yach, sebagai seorang ibu, ummu wa robbatul bayt, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak yang di titipkanNya untuk menjalankan aturan hidupNya yang sebentar di alam fanaNya ini.
Menjadi ibu adalah proses yang ending nya adalah menghasilkan generasi-generasi yang di didik oleh nya menjadi anak-anak yang sholeh/ah.
Bismillah, always studying hard to be a good mommy.

Nge-blog aka menulis di buku dun-may (blogspot, tumblr, wordpress, dll) adalah imbas dari sebuah ikatan  yang tidak bisa dipisahkan dari hobi saya, membaca.
Alhamdulillah, walaupun saya masuk SD di mulai dengan tidak bisa membaca sampai akhirnya  kelas 2 baru mulai sedikit lancar membaca dan yeeeaaay berhasil juga saya  membaca teks tulisan di layar telivisi hitam putih yang saat itu hanya ada stasiun televisi tunggal yang mengudara.
Yeeessss, akhirnya saya bisa membaca juga.  # Maturnuwun Gusti Allah

Awalnya.....
Efek bisa membaca bagi saya waktu kecil sangat luar biasa, saat itu apapun ingin saya baca, sampai kertas bungkus di warung pun saya baca jika itu ada tulisan yang menarik untuk di baca. #Weeeis, rajin tenan

Alhamdulillah  jaman saya SD, saat itu booming taman-taman bacaan berbayar aka menyewakan buku apa saja dengan syarat dan ketentuan berlaku. Pengelola taman bacaan berlomba-lomba memberikan banyak promo karena banyak nya usaha yang sama di daerah saya. Tentu hal ini adalah berita yang menyenangkan bagi saya yang kedanan membaca buku. Buku-buku bacaan untuk usia berapa pun tersedia di taman-taman bacaan, dan lengah nya (baca. kurang tegas nya) penjaga taman bacaan bisa saja membolehkan anak di bawah umur meminjam buku-buku dewasa. #Ouppps

Dan, seperti nya ini koreksi bagi para pengelola buku bacaan untuk memantau bacaan para pengunjung nya (menurut saya) karena bagi saya sendiri  waktu  mau lulus SD, saya berhasil meng-khatam kan serial karangan Bastian Tito yang jumlahnya puluhan buku itu. #WoooW
Mengapa perlu di koreksi??? Yach, pasti teman-teman yang suka serial itu sepakat dengan saya, jika petualangan pendekar kapak maut 212 itu disertai dengan bumbu-bumbu asmara, yang kadang-kadang di tulis dengan narasi yang vu*g*r dan sangat dewasa.
# Membaca perlu di bawah pengawasan orang tua
Alhamdulillah, setelah  buku (Alm) Bastian Tito  sudah saya baca semua nya. Saya mulai beralih ke serial anak gaul jaman itu, siapa lagi coba, kalau tidak serial Lupus dan adik nya Lulu.
Dan ada juga serial Olga dan sepatu roda, trio detektif, lima sekawan, agatha cristie dan kisah-kisah petualangan/detektif yang lebih saya suka membaca nya.

Sampai akhirnya saya membaca sebuah majalah An-Nida pertama, kalau tidak salah saat itu saya masih kelas 5 atau 6 SD. Di majalah edisi pertama itu saya masih ingat ada cerpen yang berjudul 'Mia, piranti hati yang retak' (saya lupa penulis nya Asma nadia apa Helvy TR) yang bagi saya setelah membaca nya adalah sebuah cerpen yang inspiratif sekali. #Ayooo, penasaran kan baca cerpen nya

Pelajaran bahasa indonesia kelas 3 SMP, waduh nyuwun sewu saya lupa siapa nama guru saya itu, yang saya ingat  adalah tahun itu terakhir beliau mengajar sebelum pensiun di sekolah saya . Ibu guru bahasa indonsia saya itu sangat bernas (berisi -- dalam hal mengajar ya -- dan cerdas), beliau berhasil membuat saya suka pelajaran bahasa indonesia karena cara mengajar nya yang menarik. Walaupun teman-teman tidak menyukai nya karena sering memberikan pekerjaan rumah yang susah, tapi saya menyukai nya dan sekarang saya bisa merasakan manfaat nya. # Alhamdulillah

Ayooo tebak apa tugas ibu guru saya itu? hehehehe.
Ibu guru saya tercinta, meminta murid-murid nya (Saat itu satu kelas 45 siswa) yang sudah di bagi-bagi menjadi kelompok-kelompok yang isi nya 4-5 siswa untuk meresensi novel-novel karangan para novelis mulai angkatan lama sampai angkatan baru.
Saya ingat kelompok saya saat itu di suruh meresensi novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisyahbana.
Dan tugas-tugas lain nya, yang membuat saya berkesan dengan mata pelajaran bahasa indonesia.

Hingga sekarang pun......
Saya masih tetap suka membaca. Ketika saya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, semakin banyak buku yang mudah saya dapatkan dan baca. Selain buku wajib untuk kuliah,  saya pun membaca buku-buku chicken of soup buku motivasi dan buku pengetahuan tentang Islam Kaaffah.

Dari banyak nya judul buku yang ada, dan saya baru bisa membaca nya sedikit sekali buku-buku (yang saat ini sudah di cetak bukan dalam bentuk e-book) itu. Saya sangat mengagumi tulisan-tulisan para ilmuwan Islam.
Siapa yang tidak kenal dengan hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali  yang mempunyai kecerdasan dan pengetahuan luar biasa baik itu ilmu agama dan ilmu dunia. Tulisan beliau yang terkenal hingga saat ini, kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.
Ada juga Al-Biruni, Al-Farabi, Ibnu Khaldun, Ibnu Siina, Al-Kindi, Ibnu Haitham, Ibnu Rusyd, al-Khawarizmi, Al-Razi, Al-Jazari dan masih banyak sekali ilmuwan-ilmuwan muslim lain nya yang bisa kita baca  karya-karya nya yang selalu mereka  tuliskan.

Dan, buku-buku tentang kebangkitan Islam lah yang menjadi favorit saya.
"Bangkitnya manusia tergantung dari pemikiran (fikrah) nya tentang kehidupan , alam semesta dan manusia; serta hubungan ketiganya ini dengan alam sebelum kehidupan dunia dan alam setelah kehidupan dunia. Oleh karena itu harus ada perubahan yang mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini. "
[Jalan Menuju Islam, Syekh Taqiyudin An Nabhani]

Memang harus di akui, saat ini umat Islam mengalami kemunduran yang luar biasa setelah berhasil di pecah-pecah oleh musuh-musuh Islam. # Kalau nulis ini, ghiroh (semangat) saya tinggi untuk Islam, Allahu Akbar
Untuk lebih jelas nya bisa di baca di buku ini. Monggo yang penasaran di cari buku nya. ^_^




Dan selalu menjadi penyemangat dan pengingat, bisa di baca di buku ini.

Karena sudah jelas terbukti kebenaran hadistNya
Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel
(HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)




Dan di tulis sangat detil dan heroik  di buku ini.


Buku-buku seperti itu bagi saya ibarat vitamin dan suplemen yang bisa menambah passion hidup.
Yeees, hanya dua pilihan hidup untuk seorang muslim di dunia ini

Isy Kariman aumut syahidan
-- Hidup Mulia atau Mati Syahid --
 Dan, coretan sederhana saya di blog ini belum lah sehebat para ahli (ilmu agama sekaligus ilmu dunia) yang sudah masyur. Saya, yang manusia bodoh (oupss, tiba-tiba jadi ingat lagu nya om Doni Sibarani dkk) ini masih terus belajar, belajar dan belajar untuk bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi sesama manusia, Fastabiqul Khairot.

Semua nikmatNya yang tidak bisa terbayar oleh milyuder-milyuder saat ini, apalagi saya yang tak berharta banyak seperti mereka. #hehehe
So, nikmatNya yang masih bisa saya nikmati ini (bisa menulis) akan saya gunakan untuk selalu menulis kan kebesaranNya dan penting nya insan yang ingin kamil (sempurna) tunduk , patuh dan menerapkan aturan syariatNya.




Senin, 03 Februari 2014

(Produk Indonesia_ku Bagus) Dasterku, Daster....

Bukan promosi jualan ya....
Bukan lomba review produk juga.....

Ini hanya tulisan saya tentang baju rumah yang nyaman saya pakai sehari-hari dan awet (bisa bertahun-tahun) padahal di mbah ringgo (kumbah garing dinggo - cuci kering pakai- ) berkali-kali lho....

Menjelang usia segera harus menikah (versi saya -- 25 tahun itu deadline nya --) saya sudah memakai daster kalau di dalam rumah, kalau keluar rumah sudah pasti ya, saya memakai baju kebanggaan saya yang orang-orang menyebutnya daster juga. 
# Hiks

Awalnya saya memakai daster rumah bahan kaos, karena waktu itu saya tinggal di kost-kost an yang satu rumah perempuan semua, saya memang agak  risih kalau kaos nya itu nempel pas dengan lekukan-lekukan body karena saya  tipe perempuan yang tidak suka lekukan-lekukan itu ter-ekspos walaupun sama-sama perempuan. #Risih Ceunah

Dan sampai akhirnya deadline saya terpenuhi, menikah di usia sebelum 25 tahun (24 tahun lebih 1 bulan tepat nya). #Alhamdulillah.
Awal nya saya tidak masalah dengan daster kaos yang bahan nya tipis dan nempel di body ini, tetapi kenyamanan memakai nya agak terusik ketika ada bapak mertua di rumah. #Waduuuuh, isin sayah

Daster bahan kaos pun tidak saya pakai lagi, saya pun mencari daster bahan lain dan pilihan itu jatuh ke daster batik dengan banyak model dan merk nya. Daster batik pun saya beli di pasar, beli tiga biar dapat harga grosir, seneng banget rasa nya saat itu dapat harga diskon sedikit (diskon 1000 per baju) dan pengen banget segera cerita ke suami, " aku iso nawar neng pasar iku lho...." (Why? yach, karena cerita dari mbak dan saudara-saudara kalau di pasar itu khusus bagian baju susah banget nawar nya qiqiqiqi)

Adem, itulah rasa nya memakai daster batik walaupun bau pewarna nya sedikit bikin pusing, tapi ga masalah bagi saya yang selalu mencoba familiar dengan semua bau. hehehehe.
Yach nyuwun sewu maaf, saya memang tidak suka melihat orang lewat di dekat truk/gerobak/TPA sampah yang menutup hidung tanda ada sesuatu yang tidak enak di cium indra penciuman nya. Saya berusaha (dengan sungguh-sungguh) untuk menahan nafas sampai hidung saya mencium bau yang lebih enak lagi dari bau sampah itu.
Horeee, berhasil. Alhamdulillah. Saya bisaaaaa.
Kenapa saya seperti itu? Karena saya empati dengan mereka, sampah adalah sumber penghasilan sehari-hari yang bisa mengganjal perut mereka TANPA menadahkan tangan di bawah menarik simpati orang untuk memberi nya, dari sampah mereka hidup dan dari sampah itu mereka  bisa membantu bumi ini menerima sampah-sampah yang overload di buang manusia (termasuk saya #piss my world). Kalau mereka bisa tahan dengan bau yang tidak enak itu, kenapa saya tidak bisa. My nose same as their nose, strong with garbage.
(Lho, kok jadi ngomong sampah....)

Balik lagi ke daster batik, akhirnya saya pasrah ketika setahun saya pakai sudah ga utuh lagi bentuk nya. Yach, ternyata bahan daster batik ini ga tahan dengan mbah ringgo, belum sampai setahun paling lama saya pakai maksimal setahun daster batik itu sudah sobek di mana-mana. Dan saya pun perlu mencari lagi baju rumah yang pas, pas di pakai pas awet nya dan pas harga nya juga. #Yeeeaaa.

Alhamdulillah, akhir nya saya menemukan nya. Ga jauh-jauh saya beli nya, dan masih produksi anak negeri ini.
Yeeeess, daster nya masih bahan katun sama dengan bahan yang dipakai daster batik. Tetapi daster ini beda, ada bordir nya, hampir sepertiga daster ini di bordir dengan bordiran yang cantik khas perempuan, motif bunga-bunga.
Pertama saya memakai nya (kalau tidak salah) tahun 2008, setelah saya melahirkan anak kedua di bulan agustus.
Adem rasa nya ketika di pakai, nyaman di pake dobel dengan daster lagi, oupps gamis/jilbab jika saya pergi keluar rumah...^_^
Resleting panjang  40 cm pas banget buat saya yang berkali-kali breastfeed, nyaman sekali dipakai baik di rumah maupun di luar rumah di dalam baju luar (gamis)
Awet ternyata saya memakai daster ini, awal nya saya mempunyai delapan  seperti biasa ketemu lagi mbah ringgo bahkan ada 1 daster yang kena pemutih karena pernah kena pup anak-anak saya. Dan semua nya, eit setengah  daster itu sekarang (akhir 2013) kompak sobek parah dan sudah tidak pantas dipakai lagi setelah 5, 5 tahun menemani saya. #WooW lama juga yaaa

Dan daster itu adalah....daster bordir Malang.



Saya dulu membeli nya di online shop teman. Berhubung awet sekali saya memakai nya dan ga pernah order lagi (ternyata sudah 5 tahun lebih),  sekarang pas daster-daster itu sebagian sobek dan saya  menghubungi teman saya lagi, jawab nya," maaf mbak, saya sudah ga jual lagi...".
Waduuuh, daster-daster nya sudah terlanjur sobek, walaupun hanya saya pakai di rumah, jelas saya tidak nyaman juga di lihat aneh oleh anak-anak, mungkin sama dengan yang pernah mereka lihat di jalanan (orang yang memakai baju compang-camping , saya sampai kan ke anak-anak, kalau mereka itu lagi 'sakit' ). Urgent pokok e, saya harus mencari online shop yang menjual barang yang sama.

Ternyata pakdhe SEO yang merating kata kunci sebagai pedoman halaman/web yang sering di kunjungi oleh user tidak menjamin owner web nya welcome menerima orderan, itu pengalaman saya saat mencari barang urgent saya ini.




Sebulan saya menunggu balasan dari owner nya, setelah saya duluan menyapa untuk order dan nanya-nanya detil barang nya. Dan tidak di balas hingga saya mencari ke online shop yang lain.
Alhamdulillah,akhirnya saya mendapatkan good services dari online shop yang menjual barang yang sedang saya butuhkan ini.

Hari itu juga saya transfer, dan hari itu juga barang nya dikirim. Alhamdulillah, dua hari setelah transaksi 4 daster bordir malang yang saya tunggu-tunggu sampai juga.....:)





Semoga daster-daster yang baru saya beli ini kualitas nya sama (seperti nya memang ga berubah....hehehe) dengan daster-daster saya yang dulu, kalau bisa lebih awet lagi....lebih dari 5,5 tahun saya memakai nya....:D
Aamiin

Note:
Sebenar nya tulisan ini mau saya ikutkan GA Irit tapi bukan pelit nya kakak Akin.....tapi sudah terlambat dari DL nya...hiks
Banyak sekali main job (baca. mbabu+momong) di rumah yang membuat saya tidak nyaman duduk nge-deplek menulis di depan lappy.....Itulah nikmat nya menjadi seorang IBU  #eaaaa



Sabtu, 18 Januari 2014

# KEBdiMataku : Rumah Yang Nyaman Buat EMak 'Pemalu'



Kumpulan Emak Blogger, begitulah sebuah komunitas menulis di blog yang saya ikuti setahun yang lalu. Dari tulisan seorang teman yang saya kenal di dunia maya, di ajaklah saya bergabung di Kumpulan Emak Blogger ini.

Spechless, melongo lama...Hey, kemana saja ya saya kok baru tahu ada kumpulan yang keren yang bisa menyemangati saya kembali menulis. Tapi, seperti nya saya ga begitu telat karena saat itu Kumpulan Emak Blogger baru berumur setahun.

Alhamdulillah, setahun bergabung saya menemukan komunitas yang nyaman buat menulis. Yach, karena saya adalah emak pemalu. Hmm, pemalu kok punya blog??? Hmm, karena saya suka membaca dan ingin menulis.


“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)”
-- Pramoedya Ananta Toer --


Membaca tulisan di blog para eMaks, serasa saya mengenal mereka satu persatu. Tulisan yang bisa menyuarakan kata hati dan bisa di baca  siapa pun di dunia. Dan tulisan emak-emak blogger lah yang sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Terima kasih, maturnuwun ilmu dan sharing nya di Kumpulan Emak Blogger ini ya eMaks.  # Salim dan Peluk satu-satu

Membaca semangat dan quote yang di tuliskan MaksMin Kumpulan EMak Blogger mampu membuat emak pemalu ini kembali menulis. # Semoga sehat selalu ya MakMin semua, aamiin

Mengapa emak pemalu nyaman di sini??? Karena keramahan MakMin semua, keakraban para eMaks nya dan yang penting di rumah ini anggota nya emaks semua.  # EMak pemalu curhat


Dan, terakhir saya ucapkan met milad ke-2 Kumpulan Emak Blogger semoga selalu menginspirasi kami para perempuan Indonesia, tambah semangat KEBersamaan  para anggota nya dan tambah kompak MakMin semua nya, aamiin



Salam
Emak empat anak yang ingin punya banyak anak dan tetap menulis

Tangerang Selatan, 18 Januari 2014
Jam. 19.45


Jumat, 17 Januari 2014

(Bersama JodohMu) Isy Kariman Aumut Syahidan....

Perjanjian yang kuat mitzaqon ghalizaa begitulah Allah SWT menggambarkan sebuah ikatan suci yang agung antara dua individu , laki-laki dan perempuan dari dua keluarga yang berbeda kultur dan budaya semata hanya untuk hidup bersama meraih ridloNya dan menjalankan aturan syariatNya.


 
Remaja ku kini kemana engkau berjalan.....

Dunia remaja saat ini adalah sasaran budaya yang permissif, hedonis dan konsumtif. Untuk antisipasi akibat budaya-budaya  yang cenderung negatif tersebut,  memang remaja kita butuh idol yang bisa menuntun mereka ke jalan lurusNya.
Mengapa? Karena sudah menjadi jawaban yang umum, remaja kita yang mayoritas muslim ini cenderung berkiblat ke budaya barat sebagai panutan fashion, food, film dan fun.
Lalu bagaimana dengan masa remaja saya dulu? Jawaban nya sama, walaupun  tidak ada gadged dan  teknologi informasinya yang canggih, teman-teman saya saat itu juga melihat gaul ala barat lah yang menjadi panutan proses pencarian jati diri.
Akibatnya, degadrasi moral anak remaja kita bak bencana laten yang tak terlihat namun nyata akibatnya. Efek dari budaya liberal yang jadi dasar berprilaku orang barat, membuat para remaja kita pun ikut arus yang sama untuk membuktikan eksistensi mereka, " Ini gue lho...sudah gede, bro sis".
Sampai saya miris meringis hampir menangis membaca komen forum di situs terkemuka di negeri ini ketika TS nya membahas tentang. susahnya mencari per*w*n saat ini....#Oupps, ketahuan saya silent reader di forum itu...he3
Okay, gan/ganwati sebenarnya tidak susah kok mendapatkan wanita atau laki-laki yang baik untuk mendampingi mu menjalani kehidupan ini.

You want know, How???

Kalo sudah serius nggak mau pacaran | jangan setengah-setengah | jangan malah cari #modus lain
Kalo bener-bener mau jaga diri sampe halal | sekalian jaga beneran | jangan bikin penyaluran lain yang maksiat
Inget pacaran itu haram bukan karena namanya | tapi aktivitasnya | khalwat (berdua-duaan), rayu dan sentuh yang belum halal dll
Lha kamu memang nggak pacaran lagi | tapi tetep aja smsan bertali kasih | mention-mentionan pake #modus | ya sama aja..
"Udah makan belom? " "jangan lupa shalat ya... " "aku bangunin nanti tahajjud ya.." | #modus yang penuh dusta, dusta, dusta
Nggak pacaran tapi main anter-anteran bonceng-boncengan | alasannya anterin dan jaga dia PP dari pengajian | ancuur =_=
Kasih perhatian ke dia, kasih perlakuan khusus ke dia | kamu kita itu halal, padahal itu jebakan syaitan
Kamu belum siap nikahin, tapi pacaran takut dosa | tapi tetep nggak mau kehilangan nikmat asyik-masyuk sama cewek | beginilah jadinya
Kamu belum siap dinikahin, pacaran takut dosa | tapi tetep mau diperhatiin dan dipuja cowok | #modus lagi jadinya
Alasannya konsultasi masalah kajian Islam, mau belajar Islam | tapi kenapa maunya sama cowok? harus sama dia? #moduuus tuh!
Katanya kamu mau berubah, alasanmu kamu perlu dukungan penyemangat | tapi kenapa harus dari cewek-cewek? #moduuus lagi!
Abis mention-mentionan, DM-DM-an, lanjut tuker no HP dan PIN, terus BBM-BBM-an, SMS-SMS-an | terus apa bedanya sama pacaran? #modus
Kalo kamu serius menyendiri karena Allah | kamu bakal nggak pernah cukup untuk cari perhatian Allah | bukan caper ke dia
Bukan nggak boleh interaksi sama lawan jenis | boleh aja kalo jelas urusannya | bukan buat-buat urusan ya, itu #modus
Bukan nggak boleh mention-mentionan | kalo ada hal yang jelas ya monggo | tapi jangan bikin-bikin hal, itu #modus
Dalihnya ta'aruf | udah datengin bapaknya belum? udah tentuin tanggal nikah belum? | kalo udah pun ta'aruf tetep ada aturannya
Jadi cowok harus berani bilang "inni akhafullah" (aku takut Allah) | kalo ngadepin cewek yang mau #modus | STOP sampai situ aja
Jadi cewek harus tega untuk STOP dan cuekin cowok yang #modus | apa kata dia atas sikapmu nggak penting | dia bukan siapa-siapamu kok
STOP me-#modus dan di-#modus | fokus untuk pantaskan diri aja | ngapain main-main maksiat?
Dakwahlah selagi bisa, ummat lebih perlu perhatianmu | selagi masih sendiri, tinggikan ilmu latih ibadahmu | hafalkan ayat-ayat Tuhanmu

Pintu maaf mohon dibuka atas rangkaian twit barusan | itu sedikit curahan karena sayang dan peduli | padamu dan agama kita

(Ustad Felix Siauw)

Yuuup, begitulah harusnya kita memulai mencari tulang rusuk kita yang hilang sebelum di temukan.
Yakinlah akan janjiNya.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
(An Nuur: 26)

Inilah pengalaman saya, setelah pergi merantau mencari ilmu jauh keluar dari kota kelahiran saya dan mengkaji Islam Kaaffah. Saya semakin belajar bahwa dalam kehidupan umum, wanita memang harus menjaga iffah (menahan diri) dan izzah (kemuliaan), apalagi jika berinteraksi dalam kehidupan umum. Jangan kira itu mudah bagi saya untuk menjalankan nya, semua butuh proses dan niat azzam yang kuat, yach niat menjalankan syariatNya yang ternyata juga mengatur bagaimana wanita dan laki-laki yang bukan muhrim berinteraksi, dan itu semata-mata hanya ridlo Illahi yang di cari. #Bismillah

Dalam organisasi dakwah kampus kami, kepengurusan laki-laki (ikhwan) dan perempuan (akhwat) di pisah. Tidak ada komunikasi yang intens antara teman-teman ngaji, yang anggota nya ada yang laki-laki dan perempuan. Koordinasi sebuh acara bersama dengan audiens laki-laki dan perempuan, hanya melalui jalur satu pintu, antara ketua panitia laki-laki dan ketua panitia perempuan. Dan jika mereka berkoordinasi pun, tidak akan berdua-dua an (ber-khalwat) karena pasti akan di temani oleh salah satu dari kami (teman-teman perempuan) jika ketua panitia perempuan bertemu membahas teknis acara di rapat bersama dengan panitia laki-laki.

Kedengaran aneh ya, hehehe. Yach, memang seperti itulah ketat nya aturan interaksi dalam organisasi dakwah kampus yang saya ikuti. So, tidak ada yang nama nya akhwat atau ikhwan #modus atau PHP (pemberi harapan palsu) dalam hubungan personal di antara anggota kelompok ngaji kami saat itu. Jadi, tidak akan di temui ikhwan atau akhwat yang saling ber-message walaupun itu hanya pesan motivasi," Ukhti sholehah, minggu depan kita mau UAS, jaga kesehatan yach jangan lupa sholat malam nya". atau,"Semangat yach ukhti sholehah, UAS kali ini kita pasti bisa menjalani nya dengan nilai bagus".
Begitupun sebalik nya, tidak akan ada message galau akhwaters kepada ikhwan #modus yang sudah membuat angan-angan melayang melambung dengan pesan yang beda nya tipis antara perhatian kah atau ada 'rasa' kah???. # STOP Modus

So strict, sangat ketat saat itu kami (teman-teman ngaji perempuan dan laki-laki) di didik untuk menjaga interaksi dengan lawan jenis. Jika ada oknum yang melanggar, tidak segan-segan kami akan di tegur oleh senior yang juga guru ngaji kami, di nasehati dan jika tidak mengikuti aturan ya sudah, " monggo, silahkan antum ikuti kata hati sendiri dan jika ada orang lain (masyarakat) yang menegur jangan bawa nama kelompok pengajian kita lagi".

So stress, tidak bagi saya, yang dari dulu memang tidak nyaman melihat interaksi yang tidak terbatas (bebas) antara laki-laki dan perempuan. Saya memang tidak suka melihat laki-laki yang suka menebar pesona, begitu pun perempuan, dengan mengaji Islam Kaaffah saat itu, saya semakin sadar dan kagum ternyata Islam begitu sempurna. Islam mengatur juga bagaimana perempuan bersikap dan memuliakan nya menjadi seorang wanita yang terindah di dunia dengan selalu menuntun nya belajar menjadi seorang muslimah yang sholehah. #Amazing Muslimah from Allah SWT

So ordinary, jika dalam kelompok ngaji kami saat itu, antara ketua ( di majelis taklim kampus/fakultas atau acara-acara kepanitiaan) laki-laki dan perempuan akhirnya mereka berjodoh. Yach, interaksi yang kontinu walaupun dengan komunikasi yang sangat serius dalam berkoordinasi karena  jarang ada tatapan mata di antara lawan jenis, lebih banyak ghaudul bashar menundukkan pandangan dan tidak ada kalimat yang tidak berguna, jadi tidak ada haha hihi (baca. bercanda) jika para ketua itu sedang berkoordinasi. Semua harus dalam koridor syara' dan jika ada oknum yang melanggar, kembali ke tulisan saya di atas, akan di tegur dan di ingat kan lagi tentang aturan interaksi dalam Islam. Witing tresno jalaran soko kulino, karena dalam berkoordinasi akan terlihat sifat/karakter asli manusia ketika ada masalah dalam sebuah organisasi/acara, hal itu tentu akan memunculkan gharisah nau (rasa suka) ketika bertemu lawan koordinasi yang ternyata pas cocok untuk di jadikan teman bersama, pasangan sejati mengarungi kehidupan ini dalam sebuah hubungan yang halal dan suci. Begitu lah yang terjadi dengan @felixsiauw dan istri nya @ummualila, mereka adalah adik kelas saya di kampus dalam kelompok ngaji yang sama , dengan jabatan di organisasi majelis taklim fakultas saat itu  @felixsiauw sebagai ketua dan @ummualila adalah ketua kepengurusan putri (kadeputi) nya. #So Sweet

Mana jodohku  Gusti Allah?
Dulu, saya memang ingin menikah tepat waktu pas timing nya, yach pas saya sudah lulus kuliah pas saya sudah pernah merasakan bekerja dan pas juga ada pangeran berkuda putih nan sholeh berkantong tebal menjemput saya memberikan ijabsah. # PrayForIt, dongo sing kuenceeeeng....:)
Ga neko-neko, simple saja itulah saya. Sebelum dan sesudah mengaji Islam, saya memang tidak suka ngumpul-ngumpul ga jelas (baca. nongkrong) bercampur baur antara laki-laki dan perempuan.
Apalagi setelah mengaji Islam dan tinggal di sebuah rumah binaan dengan aturan pergaulan yang ketat antara laki-laki perempuan dan full di isi dengan kajian-kajian Islam.

-- Isy Kariman aw Mut Syahidan --
Hidup Mulia atau Mati Syahid


Motivasi nafsiyah
favorit saya hingga saat ini. Dulu, ketika saya membaca kalimat itu terkesan (oleh saya) tulisan itu mainstream sekali, menakutkan dan terkesan Islam tidak rahmatan lil alaamiin. Tapi itu dulu, setelah mengkaji Islam, dan belajar asbabun nuzul kenapa ayat-ayatNya di turunkan, saya baru menyadari bahwa hidup di dunia ini memang hanya untuk memuliakan dienNya atau mati syahid membela dienNya dan itu seharusnya menjadi pedoman hidup  seorang muslim.

Okay, kembali ke perjalanan  menemukan tulang rusuk saya. Sebelum umur 25 tahun, yach sebelum umur saya mencapai seperempat abad saya harus mengikat janji dalam mitzaqon ghalizaa dengan lelaki yang sholeh yang akan menjadi imam, teladan saya dan anak-anak untuk mencapai cita-cita mulia sebagai seorang muslim.

Dari aturan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang sedikit saya ceritakan di atas, tentu saya tidak akan bertemu langsung dengan pangeran berkuda putih nan sholeh itu sendiri tetapi melalui perantara. Ya, istilah nya mak comblang yang akan menghubungkan ta'aruf (perkenalan) antara laki-laki dan perempuan untuk nanti ke jenjang yang lebih serius yaitu khitbah (meminang) dan akhirnya menikah.

Dalam keseharian menjalani nikmat nafasNya saat itu, i'm happy be 'jomblo' akhwat. Seperti yang sering di sampaikan adik kelas saya, Ust Felix Siauw yang saat ini menjadi ustad favorit galauers karena motivasi-motivasi nya yang selalu makJlebbb. Yach, pantaskan diri sendiri untuk mendapatkan jodoh yang terbaik dariNya nanti, itulah nikmat nya belum menikah saat itu, dengan terus belajar belajar dan belajar Islam sambil menanti lelaki sholeh yang memang selalu saya pinta padaNya di setiap sujud fardhu dan sunnah.

Lamakah??? Alhamdulillah, menjelang 2 bulan usia saya 24 tahun. Datanglah mak comblang itu. Adik kelas (perempuan) ngaji yang sering menginap di kost, karena rumah nya di kota ini juga, aktivitas kuliah dan ngaji di kampus membuat nya sering menginap dan meminjam baju saya. Kebetulan kalau di rumah saya suka memakai baju rumah yang longgar dan pas sekali di badan nya yang lumayan subur. #Pissss yaa bunda 3Jagoan hehehe.

" Pas, cocok...wis ada di mbak pi semua....", kata nya saat itu
" Opo sich, de....mau nraktir yaaa....", canda saya
" Ada ikhwan ngaji, minta di carikan istri dengan syarat dan ketentuan berlaku...dan itu ada di mbak Pi", jawab nya serius.
" WooW, ada yo ikhwan yang nyari istri banyak syarat gitu....", canda saya lagi sambil heran juga.
" Wees, pokok e ku kasih no hp nya mbak...nanti jangan kaget kalo ada ikhwan yang nelpon ya...", kata nya sangat serius.
Dan, betul beberapa hari kemudian gadged jadul saya berbunyi dari sebuah nomor baru, dan itu adalah dia. Saat menelepon itu, saya sampaikan kegalauan saya dengan syarat dan ketentuan yang dia minta, dan dari ujung telepon yang dia pegang, jawaban nya yang di sertai hujjah/dalil membuat saya spechless, dan mafhum menerima alasan nya mengapa dia mempunyai syarat seperti itu.
Alhamdulillah, tidak lama setelah ngobrol via gadged, kami pun saling bertukar CV dan foto via email, karena saat itu posisi nya ada di selatan pulau Kalimantan.

Hari yang di tunggu pun tiba, setelah kami saling melihat foto by email, seminggu kemudian dengan di antar adik kelas saya itu, kami bertiga bertemu di sebuah rumah makan. Ternyata dia berangkat dengan pesawat pagi untuk pertemuan itu, dan langsung pulang setelah mengucapkan kepastian menuju proses selanjutnya, " ku pinang engkau dengan Bismillah". #Oh,so sweet

Itu adalah pertemuan pertama kami, dua minggu kemudian dia (yang di mata saya sangat lelaki, hehehe) datang ke rumah orang tua saya dari kalimantan ke madiun dengan maksud meminta anak gadis nya ke bapak saya. Dari rumah saya di Madiun, dia pulang ke rumah nya di Kudus, tiga hari kemudian datanglah keluarga inti nya ke rumah saya.  Setelah saya balik ke Bogor dan dia ke kalimantan, di tentukan lah hari pernikahan kami. Menjelang hari H, seminggu sebelum nya datang lagi dia dengan keluarga besar nya mengantarkan sembako, uang dan perhiasan untuk acara walimahan di rumah saya. #Masya Allah Wallahu Akbar

Hari H pun tiba, jika di hitung saya dengan suami  bertemu setelah ta'aruf sampai sekarang proses akad nikah hanya empat kal dalam waktu tiga bulan. Alhamdulillah, akhirnya tepat di usia saya 24 tahun 1 bulan saya sudah menemukan tulang rusuk saya, pasangan yang telah menjadi imam saya dan anak-anak hampir sembilan tahun ini. 

Memang, kalau di ingat kembali rasa nya mustahil tidak mungkin, tapi itulah skenarioNya. Dan sampai saat ini pun saya tak pernah berhenti bersyukur atas banyak nikmat yang di berikanNya kepada keluarga saya ini.
Setelah ikut ke kalimantan selama sembilan bulan, akhirnya setelah empat tahun suami saya nguli di sana,  mendapatkan surat mutasi ke kantor pusat di Jakarta.

Alhamdulillah saat ini kami baru di beri empat amanahNya (pengen nya punya banyak anak ^_^ ) . Bersama jodoh yang sudah di berikanNya saat ini, dengan  aktivitas suami saya saat ini, sebuah aktivitas yang tidak lazim mungkin untuk orang seumuran nya, yach menjadi pewaris para nabi, itulah aktivitas suami saya, belajar menjadi ulama di sela kesibukan nya nguli numpang hidup di Jakarta ini. # La Haula wa La Quwwata Illa Billah

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
Maka Nikmat Tuhan mu yang manakah yang engkau dustakan?

{ Surat Ar-Rahman}


"Begitu banyak nikmatNya yang sudah di berikan Allah Maha Pemurah dan Maha Kuasa kepada saya
Dengan pasangan hidup yang diberikanNya menjalani nikmat umurNya ini
Doa yang selalu saya minta padaNya
Bersama nya (jodohMu) jadikan hidup hamba yang singkat di dunia fana ini
Isy Kariman Aumut Syahidan
Hidup mulia atau mati syahid"




tulisan ini disertakan dalam Giveaway Novel Perjanjian yang Kuat

Rabu, 18 Desember 2013

(Bukan) Sang Pemimpi......

" Anda adalah anda yang bisa merubah diri anda saat ini, dengan view yang jelas, mapping yang tepat maka segala keinginan anda, cita-cita anda akan cepat terwujud.....", mantap meyakinkan sekali kata-kata motivator yang saya lihat itu. " Subejo pasti akan menjadi orang paling beruntung ketika apa yang dia usahakan dengan sungguh-sungguh menghasilkan materi yang bisa membawanya pergi kemanapun dia mau karena dia punya segala nya, tidak kalah dengan Suuntung....", Hoaeemmm, tiba-tiba saya mulai ngantuk mendengarkan motivator ini.
# Mengapa nama Bejo dan Untung yang disebut bukan nama saya...hehehe.
Foto koleksi pribadi

Jalani hidup ini dengan mengalir....
Mungkin itu yang bisa saya lakukan, ketika harus mereview perjalanan hidup bonus umurNya yang masih saya dapatkan hingga hari ini. Selama hampir delapan belas tahun saya tinggal di sebuah lingkungan ndeso, yang hampir satu desa itu masih kerabat saya semua. Bapak dan ibu saya menikah satu desa, rumah tinggal orang tua mereka yang saya panggil mbahnang dan mbahkung ada di desa ini, rumah mereka hanya berbeda eR Te saja. # Sudah kebayang kedekatan kekerabatan keluarga saya di desa ini...hehehe.

Suasana ndeso yang woles, tanpa ada kompetisi yang menegangkan kecuali pilihan lurah/petinggi setiap delapan tahun sekali (jabatan lurah jaman saya masih di desa , entah sekarang berapa tahun sekali pilihan lurah itu). Lucu memang, kalau ingat suasana desa saat menjelang pilihan lurah, kerabat bapak saya yang kebetulan jurkam buah mangga (dengan calon lek Parmin) akan perang urat syaraf sejenak dengan kerabat ibu saya yang jadi jurkam nya buah kelapa (dengan calon pakdhe Sarno). Kekerabatan itu tiba-tiba menjadi hilang hanya masalah buah eit calon pak lurah, aneh nya akan cepat kembali akur ketika mbokde Ngatinah ngunduh mantu, di mana kerabat bapak dan ibu saya sama-sama saudara nya mbokde Ngatinah. #KangenNdeso
Saya yang dari kecil memang suka membaca, bingung ketika membaca nama patih Majapahit Gajah Mada ternyata berubah nama nya bukan Patih Gajah Mada lagi tetapi menjadi Universitas Gajah Mada.
Saat itu saya masih SD kelas satu.
Saya : " mbahnang, uni...ver...sitas ga..jah mada iku opo?"
Mbahnang: "Iku sekolah kanggo bocah-bocah pinter,ndok".
Saya: (dengan girang) "Aku pinter mbah...aku iso mrono kan"
Mbahnang: " yoo...mengko, aku sing ngeterke neng Jogja..."
Saya: (Bingung) " Jogja....opo kuwi mbah"
#Polos, hanya ndeso ini saja yang saya tahu waktu saya kecil tidak ada daerah selain ndeso ini


Waktu berjalan begitu cepat, waktuNya akhirnya memberikan saya kesempatan untuk belajar pergi jauh dari ndeso ini, jauuuuh sekali karena harus melewat jarak hampir 600 km lebih dan waktu berjam-jam, yach selanjutnya kota hujan telah menanti saya.
Bogor
Alhamdulillah, tak bisa saya ucapkan lagi betapa beruntung nya saya bisa menginjak kan kaki di kota ini. Hampir enam tahun saya belajar, kemudian setelah lulus merasakan susah nya mencari uang untuk bertahan hidup di kota ini mandiri tanpa kiriman uang lagi dari orang tua. Selama enam tahun, tidak banyak tempat yang bisa saya kunjungi, karena terbatas nya kiriman bulanan orang tua selama saya sekolah di sini. Beberapa tempat saya kunjungi karena kebetulan daerah itu tujuan field trip jurusan di mana saya belajar di kota ini 
Pelabuhan Ratu : " Ayo tebak saya yang mana? hehehhe....".
# Pelabuhan Ratu, Sukabumi
Beberapa kali saya dan teman-teman ke tempat ini. Dengan angkutan umum yang ekonomis, bus yang kami tumpangi ini berhasil melewati jalanan Bogor-Sukabumi yang (saat) itu sebagian jalan nya masih rusak. Semoga saat ini infrastruktur itu sudah berubah tidak ikut menjadi proyek abadi para koruptor di negeri ini. #grrrr, geram lihat jalanan rusak di mana-mana di negeri ini.
# Muara Angke
TPI, ayo tebak banyak sekali kepanjangan dari TPI, kalo saya pergi ke Muara Angke pasti nya sudah tahu kan saya di sana lihat pak nelayan yang perkasa mengambil melimpahnya SDA negeri ini yang melimpah yang ada di samudera, saat itu saya sudah takjub dengan banyak nya jenis ikan di tempat pelelangan, saya tidak bisa bayang kan sangat kaya nya negeri ini karena mempunya garis pantai terpanjang di dunia. # Love this country, so much
# Pulau Pramuka dan Pulau Panjang, Kepulauan Seribu
Greaaat, amazing very amazing (ijinkan saya ngikut orang-orang bule mengagumi negeri ini dengan bahasa nya) hehehe
Entah berapa hari saya berada di pulau pramuka ini, yang saya ingat saya bisa pergi ke pulau terbesar di kepulauan Seribu ini karena field trip mata kuliah jurusan saya. Dan ini adalah perjalanan laut pertama yang saya rasakan menggunakan kapal nelayan, di saat  gelombang laut Jawa sedang tinggi karena badai dan itu menimbulkan sensasi yang berbeda di perut, hasil nya yuuk kita kasih makan ikan laut ini. # Hueeeek, muntah massal.
# Kepulauan Sabesi, Kalianda, Lampung Selatan.
Ini adalah field trip terakhir sebelum kami masuk semester akhir untuk penelitian. Dan inilah pengalaman saya naik kapal ferry yang sudah biasa di naiki teman-teman saya dari Sumatera. Pelan-pelan akhirnya kapal besar ini meninggal kan pelabuhan Merak menuju Bakauheni, dan tak sabar kaki ini menjejakan kaki di sana, karena ini lah pengalaman pertama saya pergi ke pulau Andalas. #Horray, seneng nya.
Hingga akhirnya saya lulus dan tetap ada di kota ini, sambil menunggu ijabsah pangeran berkuda putih, baik hati, sholeh (bukan nama nya ya, qiqiqi) dan  (kalau ternyata) dompetnya tebal plus good looking. Itu bonus #Alhamdulillah


Alhamdulillah, saya akhirnya menjadi seorang istri.
Setelah sah, menjadi istri dari suami saya, kemanapun suami saya pergi saya akan mengikuti.
Asam-asam, Pleihari, Tanah Laut.
Hah, ada ya tanah di laut. Itulah reaksi saya ketika menginjak kan kaki di kota bungas, Banjarmasin. Inilah pengalaman pertama saya naik pesawat. #Weeis, akhirnya saya bisa naik burung besi itu qiqiqiqi.
Dan ternyata suami saya harus menyewa mobil lagi untuk mengantar kami ke daerah tempat nya nguli di Asam asam.
" Sayaaaang (panggilan manten anyar masih seperti itu) sik empat jam lagi ya ke rumah kita", kata suami saya.
Senyum manis saya berikan, dalam hati Ya Allah masih jauh ya tidak di sini ternyata tempat nguli suami saya. (Saat itu, tahun 2005 bandara Syamsudin Noor masih sepi entah saat ini)
Yuhuuuui, welkom to the jungle. Wuiiiih, pelosok sekali tempat nguli suami saya, 120 km jarak nya dari Banjarmasin dan Banjarbaru. Dengan pemandangan yang memprihatinkan, hutan gundul sudah di babat di ganti kebun kelapa sawit dan kolam-kolam air yang ternyata bekas maining yang di tinggal kan begitu saja oleh perusahaan nakal yang sudah membawa emas hitam itu keluar negeri dan pastinya keuntungan nya di nikmati oleh mereka dan pejabat koruptor. # Grrrr, geram campur prihatin

Gambar kenangan kami selama di KalSel...:)
Cukup sembilan bulan saja, saya ada di pulau kalimantan ini, menikmati honeymoon di tengah hutan yang gundul. Alhamdulillah, setiap sebulan sekali kami masih bisa keluar dari pelosok rumah kami ini, ngukur dalan 120 km bersama suami tercintah dengan motor sangat menyenangkan, walaupun harus berkali-kali berhenti karena mata tak kuat lagi untuk di buka karena udara yang masih segar sepanjang perjalanan mampu membuat ulun handak guring. # belajar bahasa banjar lagi dari mbah google, hehehe.
Selama di pulau Kalimantan, tepat nya di kalimantan selatan, alhamdulillah saya sudah pernah di ajak mengunjungi tempat-tempat yang bungas yang tak bisa saya temui ada di daerah lain.
Pasar terapung, kota intan Martapura, jembatan gantung Barito Kuala dan masjid-masjid yang semakin mengingatkan saya padaNya. #Alhamdulillah hirobbil alaamiin


Tak lama setelah saya dan suami menikah, sembilan bulan ternyata bisa mengembalikan suami saya kembali ke  tanah Jawa tempat kelahiran nya setelah dia empat tahun nguli di kota seribu sungai ini.
Surat mutasi itu mengharuskan kami menjadi bagian dari masyarakat urban ibu kota negeri ini. Alhamdulillah sudah hampir delapan tahun kami numpang hidup di (pinggir) selatan jakarta.
Selama tinggal di Jakarta, alhamdulillah beberapa tempat wisata sudah kami kunjungi, yach itu karena ada saudara yang tiap tahun liburan ke jakarta dan menginap di rumah kami.
Ket. Foto : Sea World Ancol, Istana boneka TMII, Kebun duren Warso farm, Kebun bunga nusantara Cipanas Puncak, Masjid Kubah Emas, as winter in Ocean Park BSD, RM Remaja Kuring Ciater BSD, Kebun binatan Ragunan Pasar Minggu Jakarta.

Alhamdulillah saat ini kami masih mempunyai orang tua yang lengkap, pulang kampung aka mbalik ndeso adalah momen yang menyenangkan bagi anak-anak. Melihat jalanan, berhenti di masjid-masjid dan SPBU adalah hiburan yang menyenangkan selama perjalanan kami menuju ndeso.
Wisata-wisata di sekitar PIM (Pondok Indah Mertua) Kudus
# Wisata Religi
Kota santri itulah harusnya julukan buat daerah nya suami saya ini, bukan kota kretek. Yach, kenapa saya lebih suka menyebut kota santri, karena di kota Kudus ini ada makam dua wali songo, di daerah Menara yang  banyak pesantren nya terdapat  makam sunan Kudus. Dan di daerah puncak (daerah gunung) Colo ada makan sunan Muria. Nah, di bawah nya nya Colo, tepat nya di desa Kajar itulah rumah orang tua suami saya. Rumah yang terletak di pinggir jalan raya yang memiliki kemiringan 45 derajat dan tanjakan pertama yang  menuju gunung muria membuat saya dan anak-anak sudah terbiasa dengan suara bus yang mesin nya sudah tua dan tidak kuat di bawa naik ke gunung. #Brrrm, brrrrm sudah tidak berisik lagi...hahaha
Ket Foto : Masjid Agung  Jawa Tengah, Pantai Bandengan Jepara, Pantai Pungkruk Jepara, Taman Sardi Kajar Kudus, Arena bermain kebon binatang Gembira Loka YK,  Candi Gedong Songo Bandungan Semarang, RM Keboen Iboe Colo Kudus, Pantai pasir putih Pulau Panjang, Menikmati sunset di Pantai Kartini Jepara.
# Wisata Alam
Banyak sekali wisata alam di daerah Kudus, Jepara dan Pati. Kebetulan daerah rumah mbah kakung adalah salah satu tujuan wisata alam di karesidenan ini, akhir pekan atau hari libur nasional, jalanan depan rumah mbah kakung di penuhi kendaraan yang mau liburan ke puncak gunung Muria.
Di dekat rumah mbah kakung, ada waterboom Mulia wahana bermain air yang selalu penuh pengunjung nya di hari liburan tiba. Di sebelah nya lagi ada tempat kuliner yang sudah di kenal juga, kebon iboe dan puri kajar. Dua tempat itu adalah gabungan wisata alam dengan tempat  makan keluarga yang di buat senyaman mungkin dengan view daerah gunung yang berbukit-bukit.
Selain itu di dekat rumah mbah kakung ada juga, taman sardi tempat outbond dan juga latihan alam yang selalu ramai di pakai anak-anak sekolah di karesidenan Pati melatih fisik dan kedisiplinan.

# Wisata Pantai
Di Kudus tidak ada pantai, kalau ingin ke pantai kami (saya sekeluarga dan ponakan-ponakan) akan pergi ke pantai-pantai di Jepara.
Sepanjang garis pantai di Jepara, merupakan tempat wisata keluarga yang mempunyai pemandangan tak kalah indah dengan pantai-pantai yang lain,
Ada pantai Kartini, di pantai ini anak-anak sangat puas bermain karena banyak nya hiburan yang di sediakan. Dari pantai kartini ini, kita bisa mengunjungi pantai di  pulau Panjang yang pasir nya berwarna putih, ingin bermain di pasir putih eit  hati-hati ada bulu babi yang siap menggigit kalau kita sedang tidak beruntung. #takyuuuut.
Di dekat pantai Kartini ini ada pantai bandengan, di pantai ini anak-anak bisa bermain air sepuas nya. Alhamdulillah
Dan pantai yang baru di kembangkan dispar setempat adalah  pantai Pungkruk, di pantai ini kita akan wisata kuliner ikan-ikan segar dengan harga yang terjangkau.
Kalau ingin ngukur dalan dari pantai Pungkruk ini ke gunung muria melewati daerah gunung jati dan bangsri, kita akan melihat pemandangan alam yang sangat indah. # Menurut saya yaaa.
Dan ada beberapa  petunjuk-petunjuk wisata alam yang bisa kita kunjungi juga seperti air terjun dan pantai benteng portugis.

Seperti biasa setelah di PIM, kami akan melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua saya di Madiun. Menikmati pemandangan selama ngukur dalan adalah hal yang menyenangkan, apalagi ketika suami saya  memasang di gps-nya shorten distance pas kami pulang kemalaman, petunjuk gps menunjukkan  jalanan yang tidak pernah di lewati kendaraan satu pun dan sampai akhir nya ke sebuah jalan yang pas di lewati satu mobil saja dengan jalanan tanah yang bergelombang kanan kiri, dan ketika melihat ke jendela sepanjang mata memandang adalah sawah. Deg-deg an syereeeeem. # Dzikir di mulai....

Wisata-wisata di sekitar rumah orang tua saya di Madiun

# Wisata Religi
Berhenti di masjid sepanjang perjalanan kami adalah pengalaman spiritual yang semakin mendekatkan saya padaNya. Setelah selesai sholat di masjid yang kami singgahi, seperti biasa scorer pemberi nilai beraksi.
" resikan (selalu menjaga kebersihan)....rajin iku marbot e masjid, mbok-mu", kata suami saya ketika masjid yang baru saja kami kunjungi menurut nya terjaga kebersihan nya.
" weees...eman-eman, masjid apik-apik ga di rawat apik, mbok-mu", kata suami saya pas masjid yang baru saja kami selesai ikut sholat itu karpet nya berdebu menghasilkan salam tempel di jidat nya. #Hmmm, nggih ndoro kakung
Man Jadda Wa Jadda, semangat dari lima sekawan di N5M membuat saya pun ingin mengunjungi tempat yang menempa mereka menjadi pribadi muslim yang tangguh, alhamdulillah dengan perjalanan yang harus berkali-kali nyasar akhir nya nyampe juga kami di tempat ini, empat jempol saya buat para orang tua di seluruh Indonesia dan luar negeri yang berjuang menuju tempat ini demi pendidikan dunia akhirat sang putra, pondok madani nya Alif dan kawan-kawan. Selamat datang, Ke Gontor Apa Yang Kau Cari.
Ket. Foto :  Masjid yang bagus sekali baru selesai di bangun di daerah Magetan dan Pondok pesantren Gontor putra 1, Ponorogo Jawa Timur.
# Wisata Alam
Menyusuri negeri di awan, itulah momen yang selalu kami cari setiap kembali dari Madiun-Kudus melewati daerah  gunung Lawu. Memasuki daerah magetan ini, jalanan semakin naik dan mengantarkan kami ke daerah wisata yang selalu ramai di kunjungi di akhir pekan dan liburan,ya samapilah kami di telaga Sarangan. Ternyata telaga ini  masih sama seperti dulu, tak berubah mulai saya dulu kecil melihat nya, masih ada danau nya maksud saya. hehehe #pissss
Setelah puas mengelilingi telaga Sarangan dan uji adrenalin naik boat saat air danau meluap. #Weiiiis, rasane ga siap kalau sopir boat nya  nyemplungin kami ke danau ini , dzikir ga habis-habis
Kami pun melanjutkan perjalanan menikmati hutan Cemoro Sewu yang masih lebat pohon nya dan berhenti di jembatan perbatasan propinsi Jawa Timur-Jawa Tengah sambil makan pentol. #Alhamdulillah
Di tempat ini kami tidak bisa lama-lama karena harus melanjutkan perjalanan kembali. Sebelum mampir ke rumah saudara suami saya di Solo,  kami mampir  ke wisata grojogan sewu. Saat itu masih suasana lebaran dan liburan sekolah, dan Grojogan Sewu adalah tempat favorit wisata keluarga , hal ini di buktikan dengan banyak nya pengunjung. Rasa nya kurang nyaman memang, karena padat nya kendaraan yang di parkir di kanan kiri jalan menuju Grojogan Sewu, kendaraan kami bisa kami parkir di tempat yang sangat jauh dengan lokasi air terjun. Yowes, ga usah lama-lama, setelah anak-anak puas naik kuda, kami pun melanjutkan perjalanan ngukur dalan kembali.

Ket. Foto : Naik kapal boat di telaga Sarangan, Pemandangan sepanjang  jalan Sarangan-Tawangmangu, Istirahat makan pentol di jembatan Cemoro Sewu dan naik kuda di Grojogan Sewu

Tak terasa liburan mbalik ndeso kami pun selesai, saat nya kembali lagi ke megapolitan ibu kota negeri ini bersama para urban yang lain , yang juga mencari sesuap nasi dan (kata nya) segenggam berlian.
Macet nya ibu kota ini, telah berhasil membuat saya tak sanggup berlama-lama di jalanan melihat mobil mogok karena banyak nya kendaraan di jalanan sedangkan infrastruktur jalanan tempat kendaraan itu mobile tidak pernah di perluas dan di perbaiki secara serius. # Grrr, geram sangat saya dengan pemerintah yang sudah buta melihat jalanan  yang banyak yang rusak dan berlubang, rawan mencelakakan rakyatnya.


Bali, lupa saya nama nya apa? Karena ada accident sandal Fathin di ambil lekmon (monkey) sampai berguling-guling di jalan, saya kapok kalau maen ke sini lagi...:(
 Alhamdulillah, bonus dari tempat nguli suami yang mau pergi meeting ke Bali. Saya dan anak-anak boleh ikut ke pulau yang menjadi favorit para turis mancanegara itu. Walaupun harus bayar sendiri aka mengambil uang tabungan untuk bisa menikmati pulau ini. # Kembalikan Bali ku, pengen banget ke sana lagi....hehehe.
Tulisan lebih lengkap nya bisa di baca di sini , menikmati pesona Bali bersama 3 balita.




" Alhamdulillah, wis ntuk mbok-mu....",
pesan yang masuk ke gadged dari suami saya.
Akhirnya, barakallah pak-mu tujuh tahun usaha mu akhirnya dapat juga visa schengen. #Tak pernah berhenti bersyukur padaNya


 Siapa yang tak tergoda, ketika bulan desember ini booming film  99 cahaya di langit Eropa. Dan Suami saya  selau mendokumentasikan setiap perjalanan nya ke  kota-kota yang eksotis bangunan nya di Eropa. #Hiks, pengen melu pak-mu

" Biaya hidup tinggi, mbok-mu....anak-anak ga mungkin ga di ajak, empat anak mesti ne buntut mbok-e kan...," kata suami saya
Oukeeeh, I hear u pak-mu






" Apa tujuan hidup kita, bapak ibu sekalian. Hidup di dunia hanya sekali, janganlah kita sudah miskin tidak mau beribadah taat aturanNya. Apalagi yang kaya, jangan lah karena materi di dunia yang fana melupakan kewajiban kalian untuk membersihkan harta titipanNya itu dengan zakat, sedekah, wakaf dan infaq. Bangkitnya manusia tergantung dari pemikiran (fikrah) nya tentang kehidupan , alam semesta dan manusia; serta hubungan ketiganya ini dengan alam sebelum kehidupan dunia dan alam setelah kehidupan dunia. Apabila ketiga pertanyaan besar itu sudah terjawab dengan benar, darimana manusia berasal? Untuk apa manusia hidup? Dan akan kemana setelah manusia mati?. Dan bertemu lah dengan jawaban hanya Allah SWT lah yang bisa mengendalikan manusia, kehidupan serta alam semesta. Maka sudah seharusnya kita tunduk dan patuh dengan melaksanakan syariatNya.....", Suara tenor mantan rocker yang sekarang menjadi Ustad itu mampu menggetarkan dada saya. Jarang terdengar ustad yang mengingatkan tentang kehidupan akhir dan bekal apa yang perlu di kerjakan manusia selama sementara hidup di duniaNya ini dan kata ustad rocker tadi, manusia harus tunduk, patuh dan wajib melaksanakan syariatNya.
# Hiks, merinding tak berdaya diri di hadapanMu Illahi

Dan saat saya membongkar-bongkar lemari kamar suami di PIM (Pondok Indah Mertua), untung ga ketemu yang aneh-aneh. # surat cinta monyet suami mungkin, qiqiqiqi
Ini lah tahun terakhir peraturan haji TIDAK ADA DANA TALANGAN HAJI oleh bank, jadi siapa saja yang sudah mengumpulkan uang sejumlah biaya ONH tahun itu langsung di berangkatkan tahun itu juga. (Kata suami saya)
Tidak spt saat ini, daftar tahun ini berangkatnya 10 - 15 tahun lagi, ayooo ulil amri dan pejabat nya siap ga mempertanggungjawabkan peraturan mu yang men-dzolimi umat Islam di negeri ini????

Tiba-tiba, saya hanya ingin yang ini saja. Setiap bulan haji tiba, saya berharap bisa bergabung dalam rombongan jamaah haji yang berangkat ke rumahNya. Saya ingin sekali ikut dalam rombongan jamaah haji yang beruntung itu, bisa beribadah dan menyempurnakan rukun islam yang kelima.
" Weees pak-mu, ajak aku  sing iki dhisik yooo....mbok-e pengen munggah kaji....", semoga ini ucapan (bukan) sang pemimpi. #Aamiin




Tulisan ini di ikut serta kan ke Give Away  "My Itchy Feet...Perjalananku yang tak terlupakan"









Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...