Sabtu, 07 Juni 2014

#Cinta, Apa Ada Cinta (Tanpa) NYA......

Dari Anas r.a. dari Nabi saw. Bersabda: “ Barang siapa ada tiga perkara padanya, ia telah mendapatkan manisnya iman, yaitu hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya dari apa yang selain keduanya, hendaklah ia mencintai dan membenci seseorang semata karena Allah, dan hendaklah ia benci untuk kembali kepada kekafiran, sebagaimana ia benci jika akan dicampakkan ke dalam neraka”
[H.R. Bukhari dan  Muslim]

Cinta, gharizah nau (1) yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Tak terkecuali anak kecil yang belum baligh, akan memiliki rasa cinta ini yang tentunya cinta nya kepada kedua orang tua nya. Seperti anak-anak saya yang masih kecil-kecil (empat orang) yang selalu ingin ikut kemanapun saya pergi karena takut di tinggal ibu nya.....^_^
Waktu saya kecil, kabar orang meninggal adalah menyenangkan bagi anak-anak di kampung saya. Lho kok bisa, karena kami anak-anak akan mendapat uang jajan lebih dari saweran keluarga shahibul mayit yang menyebarkan beras yang di campur dengan bunga serta uang receh (koin).
Tapi, berbeda dengan kejadian saat itu. Ketika ada salah satu keluarga saya meninggal, se-ingat saya dulu meninggalnya mbah buyut saya. Setelah pulang dari tempat pemakaman, malam nya saya tidak berani menutup mata.

Setiap memejamkan mata, saya seperti berada di ruangan sempit yang ukuran nya sama dengan tubuh saya yang sedang terbaring tidur dalam suasana gelap, gelap dan gelap. Kegelisahan itu berlangsung lama, saya takut memejamkan mata ketika tidur karena saya seperti berada di liang kubur. Hal itulah yang akhirnya membuat saya takut dan tidak akan pernah meninggalkan perkara wajib bagi hambaNya, sujud wajib lima kali kepadaNya, SHOLAT.

 

Lyrik 'Mengemis Kasih'  by. Nazrey Johani feat Far East (ex lead vocal Raihan)

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosa itu menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku


 
Sampai akhirnya saya menyadari, tiga pertanyaan besar yang selalu menjadi pencarian manusia saat ini. Dari mana saya berasal? Untuk apa saya ada di dunia ini? Dan akan kemana saya setelah di dunia ini?
KepadaNya, Allah SWT itulah jawab nya. Sungguh hidup sebentar di fanaNya ini, (bagi saya) adalah ujian dengan ikhtiar dan doa untuk bersua denganNya dengan khusnul khatimah.
Daaan......
Apakah bisa saya mendapatkan nya (khusnul khatimah) jika tidak menaati perintah syariatNya?
Tentu nya tidak....Allah menciptakan semua makhlukNya beserta dengan aturan syariatNya yang harus di taati dan di terapkan hambaNya.
#BumiMilikAllah


 Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS





 Note :
( 1) Gharizah nau : Salah satu dari tiga naluri yang dimiliki manusia (Gharizah tadayyun, gharizah baqo dan gharizah nau) , gharizah naluri yang ingin mendapatkan dan memberikan kasih sayang kepada sesama.

Rabu, 07 Mei 2014

Aplikasi Anak Cerdas : Pilihan Aplikasi Buat Para Orang Tua Cerdas


Gadget bukanlah hal yang mewah lagi, seperti puluhan tahun yang lalu saat saya masih kuliah. Hanya beberapa orang saja yang punya, pasti karena harga nya yang tidak terjangkau oleh orang kebanyakan, harga isi nya (baca.pulsa) pun mahal, hanya ada sedikit provider yang ready, tidak seperti sekarang yang satu provider saja mempunyai banyak produk dengan segudang paket promo nya yang bisa terjangkau anak sekolah.

Dan saya....
Saat itu saya belum punya gadget, berharap mendapatkan satu sms saja dari teman yang mempunyai gadget tapi bingung mau di kirim ke siapa,karena teman-teman saya yang lain nya pun belum punya gadget.....hehehe

Perkembangan gadget dari tahun ke tahun sungguh memukau, wooow. Apalagi buat saya yang tidak begitu paham dunia teknologi komunikasi seperti itu. Dari gadget yang besarnya seperti HT (handy talkie) dan keypad huruf nya ada yang keras, bikin jari-jari ngilu kalau lama-lama berbalas sms dengan teman. Saat ini sudah ada gadget yang bentuk nya lebih tipis, layar lebih besar dan tinggal sentuh (tunjuk) seperti kalau saya memilih menu makanan di warteg favorit saya, hehehehe.
" Salah satu faktor utama yang menyebabkan banyaknya pengguna OS Android ialah banyaknya Smartphone Android yang tersedia dengan harga yang cukup terjangkau namun memiliki spesifikasi yang ciamik."
(Ini dia Alasan Android Lebih diminati Para Pengguna Smartphone, www.android-indonesia.com)

Ketika saya keluar rumah, tidak susah menemukan counter pengisian pulsa pra bayar di pinggir jalan dengan harga goceng (lima ribu rupiah). Hal ini menandakan hampir semua orang bisa mempunyai gadget karena harga pulsa nya sangat terjangkau, bahkan harga nya sama dengan setengah potong tempe (ukuran 12 cm x 5 cm x 3 cm) di tukang sayur langganan saya.

Kemajuan teknologi yang pesat dan sangat terjangkau tersebut, tentu mempunyai dua sisi yang bisa menguntungkan dan merugikan bagi pemakai nya. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika ke-empat anak saya rebutan gadget bapak ibu nya, yang masing-masing (saya dan suami) hanya mempunyai satu gadget saja.

Bagi saya, ketika anak-anak saya asyik bermain dengan gadget ibu nya, itu sangat membantu saya untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang belum selesai. Tetapi, dengan adanya jaringan internet unlimited di rumah, tentu saya sangat khawatir ketika anak-anak saya meng-klik sesuatu yang belum boleh dilihat oleh mereka. Internet yang content nya penuh dengan trap yang berbahaya, tentu menjadi warning bagi anak-anak yang menggunakan nya jika tidak ada pendampingan dari orang tua.

Memang harus bijak menjadi orang tua saat ini di era digital. Mungkin kekhawatiran saya sama dengan para ibu lain nya, pesat nya perkembangan gadget dan internet yang mudah di akses akan menjadi trend baru yang bisa menjadi negatif jika cyber crime yang kita temui, tetapi tentu ada yang positif jika kita bisa menggunakan secara tepat dan bermanfaat.

KEB aka Kumpulan Emak Blogger, yang selalu memberikan wadah bagi para emak blogger untuk saling berbagi dan Acer Indonesia, memberikan informasi kepada para Emak bahwa saat ini ada aplikasi edukasi pertama yang hadir dalam bahasa Indonesia dengan konten sesuai materi pendidikan yang diajarkan di sekolah nasional, Aplikasi Anak Cerdas.

Untuk bisa mendownload aplikasi Android Anak Cerdas ini, pastikan tablet atau smartphone sudah memenuhi spesifikasi berikut:
1. Gadget minimal memiliki OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS)

2. Tablet dan smartphone Android dengan layar minimal 4.7 inch

3. RAM gadget minimal 512MB

4. Kapasitas penyimpanan minimal 1 GB

5. Koneksi internet dibutuhkan untuk aktivasi awal, pendaftaran pengguna, download update dan membaca Dunia Tekno.


Proses memasang Aplikasi Anak Cerdas yang mudah

Aplikasi Anak Cerdas
adalah  perangkat belajar yang aman sekaligus menyenangkan untuk anak, terutama anak berumur 6 – 12 tahun. Sebagai aplikasi edukatif, Aplikasi Anak Cerdas memiliki fitur-fitur antara lain :
1. Parental Control
 Di fitur ini para orang tua bisa menerima laporan bulanan yang menunjukkan aktivitas dan durasi si kecil dengan gadgetnya. Dengan menjalankan mode Zona Anak yang  mencegah si Kecil mengakses situs dan aplikasi yang tidak sesuai untuknya. Aktifkan fitur Izin Unduh, maka kata sandi (password) orangtua akan dibutuhkan untuk mendownload aplikasi ke gadget.

2. Mari Bermain

 Di fitur ini terdapat ratusan pilihan game, aplikasi edukasi dan e-book yang direkomendasikan untuk anak usia 6-12 tahun.

3. Latihan Yuk !
 Di fitur ini berisi ribuan kumpulan soal latihan Matematika, Sains, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk anak kelas 1-6 SD. Kontennya sesuai dengan kurikulum sekolah nasional. Aplikasi Anak Cerdas juga akan menyiapkan latihan untuk soal ujian akhir agar mereka bisa berlatih lebih baik. Tiap mata pelajaran terdiri dari sejumlah level dan badge hadiah yang bisa dimenangkan

4. Dunia Tekno
Di fitur ini anak bisa  belajar seputar teknologi dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

"Tak perlu cemas bila anak suka bermain gadget . Yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget  hanya sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda."
(Anak dan Gadget: Yang Penting Aturan Main; Tabloid Nakita)

Begitupun dengan saya, adanya Aplikasi Anak Cerdas menjadi salah satu pilihan cerdas dan tepat untuk membuat anak-anak anteng, diam sementara sebelum mereka bermain dengan menggunakan motorik mereka lagi, seperti : bersepeda, bermain rumah-rumahan, bermain petak umpet dan lain-lain.
Ke-empat anak saya bermain dengan gadget
 So, monggo buat para orang tua cerdas tidak perlu menunggu (cuaca) tambah panas, karena banyak nya content negatif di internet saat ini. Segera download Aplikasi Anak Cerdas dan berikan kepada anak-anak bersama gadget mereka.

Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia




Rabu, 19 Februari 2014

(Resensi Buku) The True Hijab





Hijab, sebuah kata yang beberapa tahun ini booming dan entah siapa yang pertama kali mengatakan nya. Dengan memakai kata hijab, seolah tak ada lagi perbedaan yang mencolok apa arti jilbab dan kerudung yang sesuai dengan syariatNya. Seperti nya masing-masing view yang selama ini pro-kontra tentang definisi jilbab ini, adem sejenak melihat fenomena muslimah di negeri ini yang ramai-ramai berhijab.

Suatu senin pagi di KRL Commuter line Bogor-Jakarta, berdiri di hadapan saya muslimah berbusana seperti ini: tubuh di bungkus jumpsuit merah menyala di balut cardigan denim biru. Kepala di tutup turban bercorak pelangi. Sepotong ciput antem (anti tembem, red) hijau toska membungkus lehernya. Bros bunga besar nangkring tepat di pojok kanan atas telinga. Sebentuk wedges etnik warna krem membalut kakinya. Tak lupa polesan bedak di pipi plus gincu soft pink di bibir nya.

Saya membatin ‘kreatif’ sekali ya muslimah ini. Dia terlihat cantik dan styles. Sudut hati saya yang lain berbisik : sebenarnya yang lebih tepat di sebut kreatif itu ya para desainer busana muslim. Bisa-bisa nya menciptakan desain-desain unik sedemikian rupa. Mendadani muslimah ala manequin bernyawa. Tapi apa begini cara berbusana muslimah?

Fenomena muslimah berhijab saat ini, memang menggembirakan sekaligus bikin galau. Gembira, karena sekarang jilbaber seperti saya tak lagi merasa terasing di negeri sendiri. Berhijab bahkan jadi trend. Para muslimah tak lagi enggan mengenakan busana yang di anggap simbol kefanatikan itu. Ya, idealnya memang begitu. Beragama ya harus fanatik. Asal jangan fanatik buta. Sekadar ikut arus trend tanpa ilmu.

Jujur, para penulis buku ini tidak antipati dengan tren hijab style. Justru, kami kagum dengan hijrahnya saudari muslimah kita yang dahulu masih belum menutup aurat, kini sudah menjalankan kewajiban untuk menutup aurat. Tapi, ternyata banyak saudari muslimah kita yang berhijab itu masih ingin menonjolkan kecantikan memakainya, daripada parameter syar’i yang harus di jalan kan.

Buku ini adalah rangkuman kisah-kisah para ¨pejuang¨ hijab dalam mempertahankan idealisme berjilbab syar’i. Saya berani katakan ¨pejuang¨ karena di antara para penulis buku ini adalah pelopor jilbab di lingkungannya pada zamannya. Jujur, sebenarnya saya dan sebagian teman-teman penulis di buku ini merasa malu berbagi masa ‘berhijrah’. Hati kecil saya berkata, apakah ini layak. Sebab kami yakin, masih banyak muslimah-muslimah di luar sana yang lebih layak disebut ‘pejuang’ hijab syar’i dengan beribu kisah yang tak kalah inspiratif.
Tapi, akhirnya kami kembali pada niat: mengampanyekan hijab syar’i. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi!

Hijab sepanjang masa, perintah berkerudung dan berjilbab adalah tuntunan Allah SWT kepada seluruh nabi. Seluruh umat manusia. Dan tidak ada alasan menolak kerudung dan jilbab. Itulah tulisan Ibunda Ustadzah Irena Handono, yang berkenan memberikan pengantar dalam buku ‘The True Hijab’

Ingin lebih banyak membaca dan penasaran dengan kisah ke – 18 penulis nya. Yuk, sobat DRISEr gpl yach, wees ga pake lama segera miliki buku ini dan jadikan koleksi kamu. { Ummu Fathin}


PROFIL BUKU
Judul     : The True Hijab : Kisah Inspiratif Para Jilbaber Syar’i (Based on True Story)
Penulis  : Asri Supatmiati, dkk
Penerbit : Mozaik Indie Publisher
Karya dari : Komunitas Belajar Menulis
Harga    : Rp. 38.000

Tulisan ini di muat di kolom resensi majalah remaja Islam D'Rise edisi Februari 2014. Monggo, temans yang berminat untuk mengkoleksi majalah remaja Islam ini segera fanpage Majalah Remaja Islam D'Rise.







Minggu, 09 Februari 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Menulis ku Untuk-MU......

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id

Fastabiqul Khairot
, yuuuk monggo kita meraih dunia akhirat dengan menulis.
Itulah tulisan penutup saya di catatan blog ini.

Yach, sebagai seorang ibu, ummu wa robbatul bayt, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak yang di titipkanNya untuk menjalankan aturan hidupNya yang sebentar di alam fanaNya ini.
Menjadi ibu adalah proses yang ending nya adalah menghasilkan generasi-generasi yang di didik oleh nya menjadi anak-anak yang sholeh/ah.
Bismillah, always studying hard to be a good mommy.

Nge-blog aka menulis di buku dun-may (blogspot, tumblr, wordpress, dll) adalah imbas dari sebuah ikatan  yang tidak bisa dipisahkan dari hobi saya, membaca.
Alhamdulillah, walaupun saya masuk SD di mulai dengan tidak bisa membaca sampai akhirnya  kelas 2 baru mulai sedikit lancar membaca dan yeeeaaay berhasil juga saya  membaca teks tulisan di layar telivisi hitam putih yang saat itu hanya ada stasiun televisi tunggal yang mengudara.
Yeeessss, akhirnya saya bisa membaca juga.  # Maturnuwun Gusti Allah

Awalnya.....
Efek bisa membaca bagi saya waktu kecil sangat luar biasa, saat itu apapun ingin saya baca, sampai kertas bungkus di warung pun saya baca jika itu ada tulisan yang menarik untuk di baca. #Weeeis, rajin tenan

Alhamdulillah  jaman saya SD, saat itu booming taman-taman bacaan berbayar aka menyewakan buku apa saja dengan syarat dan ketentuan berlaku. Pengelola taman bacaan berlomba-lomba memberikan banyak promo karena banyak nya usaha yang sama di daerah saya. Tentu hal ini adalah berita yang menyenangkan bagi saya yang kedanan membaca buku. Buku-buku bacaan untuk usia berapa pun tersedia di taman-taman bacaan, dan lengah nya (baca. kurang tegas nya) penjaga taman bacaan bisa saja membolehkan anak di bawah umur meminjam buku-buku dewasa. #Ouppps

Dan, seperti nya ini koreksi bagi para pengelola buku bacaan untuk memantau bacaan para pengunjung nya (menurut saya) karena bagi saya sendiri  waktu  mau lulus SD, saya berhasil meng-khatam kan serial karangan Bastian Tito yang jumlahnya puluhan buku itu. #WoooW
Mengapa perlu di koreksi??? Yach, pasti teman-teman yang suka serial itu sepakat dengan saya, jika petualangan pendekar kapak maut 212 itu disertai dengan bumbu-bumbu asmara, yang kadang-kadang di tulis dengan narasi yang vu*g*r dan sangat dewasa.
# Membaca perlu di bawah pengawasan orang tua
Alhamdulillah, setelah  buku (Alm) Bastian Tito  sudah saya baca semua nya. Saya mulai beralih ke serial anak gaul jaman itu, siapa lagi coba, kalau tidak serial Lupus dan adik nya Lulu.
Dan ada juga serial Olga dan sepatu roda, trio detektif, lima sekawan, agatha cristie dan kisah-kisah petualangan/detektif yang lebih saya suka membaca nya.

Sampai akhirnya saya membaca sebuah majalah An-Nida pertama, kalau tidak salah saat itu saya masih kelas 5 atau 6 SD. Di majalah edisi pertama itu saya masih ingat ada cerpen yang berjudul 'Mia, piranti hati yang retak' (saya lupa penulis nya Asma nadia apa Helvy TR) yang bagi saya setelah membaca nya adalah sebuah cerpen yang inspiratif sekali. #Ayooo, penasaran kan baca cerpen nya

Pelajaran bahasa indonesia kelas 3 SMP, waduh nyuwun sewu saya lupa siapa nama guru saya itu, yang saya ingat  adalah tahun itu terakhir beliau mengajar sebelum pensiun di sekolah saya . Ibu guru bahasa indonsia saya itu sangat bernas (berisi -- dalam hal mengajar ya -- dan cerdas), beliau berhasil membuat saya suka pelajaran bahasa indonesia karena cara mengajar nya yang menarik. Walaupun teman-teman tidak menyukai nya karena sering memberikan pekerjaan rumah yang susah, tapi saya menyukai nya dan sekarang saya bisa merasakan manfaat nya. # Alhamdulillah

Ayooo tebak apa tugas ibu guru saya itu? hehehehe.
Ibu guru saya tercinta, meminta murid-murid nya (Saat itu satu kelas 45 siswa) yang sudah di bagi-bagi menjadi kelompok-kelompok yang isi nya 4-5 siswa untuk meresensi novel-novel karangan para novelis mulai angkatan lama sampai angkatan baru.
Saya ingat kelompok saya saat itu di suruh meresensi novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisyahbana.
Dan tugas-tugas lain nya, yang membuat saya berkesan dengan mata pelajaran bahasa indonesia.

Hingga sekarang pun......
Saya masih tetap suka membaca. Ketika saya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, semakin banyak buku yang mudah saya dapatkan dan baca. Selain buku wajib untuk kuliah,  saya pun membaca buku-buku chicken of soup buku motivasi dan buku pengetahuan tentang Islam Kaaffah.

Dari banyak nya judul buku yang ada, dan saya baru bisa membaca nya sedikit sekali buku-buku (yang saat ini sudah di cetak bukan dalam bentuk e-book) itu. Saya sangat mengagumi tulisan-tulisan para ilmuwan Islam.
Siapa yang tidak kenal dengan hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali  yang mempunyai kecerdasan dan pengetahuan luar biasa baik itu ilmu agama dan ilmu dunia. Tulisan beliau yang terkenal hingga saat ini, kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.
Ada juga Al-Biruni, Al-Farabi, Ibnu Khaldun, Ibnu Siina, Al-Kindi, Ibnu Haitham, Ibnu Rusyd, al-Khawarizmi, Al-Razi, Al-Jazari dan masih banyak sekali ilmuwan-ilmuwan muslim lain nya yang bisa kita baca  karya-karya nya yang selalu mereka  tuliskan.

Dan, buku-buku tentang kebangkitan Islam lah yang menjadi favorit saya.
"Bangkitnya manusia tergantung dari pemikiran (fikrah) nya tentang kehidupan , alam semesta dan manusia; serta hubungan ketiganya ini dengan alam sebelum kehidupan dunia dan alam setelah kehidupan dunia. Oleh karena itu harus ada perubahan yang mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini. "
[Jalan Menuju Islam, Syekh Taqiyudin An Nabhani]

Memang harus di akui, saat ini umat Islam mengalami kemunduran yang luar biasa setelah berhasil di pecah-pecah oleh musuh-musuh Islam. # Kalau nulis ini, ghiroh (semangat) saya tinggi untuk Islam, Allahu Akbar
Untuk lebih jelas nya bisa di baca di buku ini. Monggo yang penasaran di cari buku nya. ^_^




Dan selalu menjadi penyemangat dan pengingat, bisa di baca di buku ini.

Karena sudah jelas terbukti kebenaran hadistNya
Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel
(HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)




Dan di tulis sangat detil dan heroik  di buku ini.


Buku-buku seperti itu bagi saya ibarat vitamin dan suplemen yang bisa menambah passion hidup.
Yeees, hanya dua pilihan hidup untuk seorang muslim di dunia ini

Isy Kariman aumut syahidan
-- Hidup Mulia atau Mati Syahid --
 Dan, coretan sederhana saya di blog ini belum lah sehebat para ahli (ilmu agama sekaligus ilmu dunia) yang sudah masyur. Saya, yang manusia bodoh (oupss, tiba-tiba jadi ingat lagu nya om Doni Sibarani dkk) ini masih terus belajar, belajar dan belajar untuk bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi sesama manusia, Fastabiqul Khairot.

Semua nikmatNya yang tidak bisa terbayar oleh milyuder-milyuder saat ini, apalagi saya yang tak berharta banyak seperti mereka. #hehehe
So, nikmatNya yang masih bisa saya nikmati ini (bisa menulis) akan saya gunakan untuk selalu menulis kan kebesaranNya dan penting nya insan yang ingin kamil (sempurna) tunduk , patuh dan menerapkan aturan syariatNya.




Senin, 03 Februari 2014

(Produk Indonesia_ku Bagus) Dasterku, Daster....

Bukan promosi jualan ya....
Bukan lomba review produk juga.....

Ini hanya tulisan saya tentang baju rumah yang nyaman saya pakai sehari-hari dan awet (bisa bertahun-tahun) padahal di mbah ringgo (kumbah garing dinggo - cuci kering pakai- ) berkali-kali lho....

Menjelang usia segera harus menikah (versi saya -- 25 tahun itu deadline nya --) saya sudah memakai daster kalau di dalam rumah, kalau keluar rumah sudah pasti ya, saya memakai baju kebanggaan saya yang orang-orang menyebutnya daster juga. 
# Hiks

Awalnya saya memakai daster rumah bahan kaos, karena waktu itu saya tinggal di kost-kost an yang satu rumah perempuan semua, saya memang agak  risih kalau kaos nya itu nempel pas dengan lekukan-lekukan body karena saya  tipe perempuan yang tidak suka lekukan-lekukan itu ter-ekspos walaupun sama-sama perempuan. #Risih Ceunah

Dan sampai akhirnya deadline saya terpenuhi, menikah di usia sebelum 25 tahun (24 tahun lebih 1 bulan tepat nya). #Alhamdulillah.
Awal nya saya tidak masalah dengan daster kaos yang bahan nya tipis dan nempel di body ini, tetapi kenyamanan memakai nya agak terusik ketika ada bapak mertua di rumah. #Waduuuuh, isin sayah

Daster bahan kaos pun tidak saya pakai lagi, saya pun mencari daster bahan lain dan pilihan itu jatuh ke daster batik dengan banyak model dan merk nya. Daster batik pun saya beli di pasar, beli tiga biar dapat harga grosir, seneng banget rasa nya saat itu dapat harga diskon sedikit (diskon 1000 per baju) dan pengen banget segera cerita ke suami, " aku iso nawar neng pasar iku lho...." (Why? yach, karena cerita dari mbak dan saudara-saudara kalau di pasar itu khusus bagian baju susah banget nawar nya qiqiqiqi)

Adem, itulah rasa nya memakai daster batik walaupun bau pewarna nya sedikit bikin pusing, tapi ga masalah bagi saya yang selalu mencoba familiar dengan semua bau. hehehehe.
Yach nyuwun sewu maaf, saya memang tidak suka melihat orang lewat di dekat truk/gerobak/TPA sampah yang menutup hidung tanda ada sesuatu yang tidak enak di cium indra penciuman nya. Saya berusaha (dengan sungguh-sungguh) untuk menahan nafas sampai hidung saya mencium bau yang lebih enak lagi dari bau sampah itu.
Horeee, berhasil. Alhamdulillah. Saya bisaaaaa.
Kenapa saya seperti itu? Karena saya empati dengan mereka, sampah adalah sumber penghasilan sehari-hari yang bisa mengganjal perut mereka TANPA menadahkan tangan di bawah menarik simpati orang untuk memberi nya, dari sampah mereka hidup dan dari sampah itu mereka  bisa membantu bumi ini menerima sampah-sampah yang overload di buang manusia (termasuk saya #piss my world). Kalau mereka bisa tahan dengan bau yang tidak enak itu, kenapa saya tidak bisa. My nose same as their nose, strong with garbage.
(Lho, kok jadi ngomong sampah....)

Balik lagi ke daster batik, akhirnya saya pasrah ketika setahun saya pakai sudah ga utuh lagi bentuk nya. Yach, ternyata bahan daster batik ini ga tahan dengan mbah ringgo, belum sampai setahun paling lama saya pakai maksimal setahun daster batik itu sudah sobek di mana-mana. Dan saya pun perlu mencari lagi baju rumah yang pas, pas di pakai pas awet nya dan pas harga nya juga. #Yeeeaaa.

Alhamdulillah, akhir nya saya menemukan nya. Ga jauh-jauh saya beli nya, dan masih produksi anak negeri ini.
Yeeeess, daster nya masih bahan katun sama dengan bahan yang dipakai daster batik. Tetapi daster ini beda, ada bordir nya, hampir sepertiga daster ini di bordir dengan bordiran yang cantik khas perempuan, motif bunga-bunga.
Pertama saya memakai nya (kalau tidak salah) tahun 2008, setelah saya melahirkan anak kedua di bulan agustus.
Adem rasa nya ketika di pakai, nyaman di pake dobel dengan daster lagi, oupps gamis/jilbab jika saya pergi keluar rumah...^_^
Resleting panjang  40 cm pas banget buat saya yang berkali-kali breastfeed, nyaman sekali dipakai baik di rumah maupun di luar rumah di dalam baju luar (gamis)
Awet ternyata saya memakai daster ini, awal nya saya mempunyai delapan  seperti biasa ketemu lagi mbah ringgo bahkan ada 1 daster yang kena pemutih karena pernah kena pup anak-anak saya. Dan semua nya, eit setengah  daster itu sekarang (akhir 2013) kompak sobek parah dan sudah tidak pantas dipakai lagi setelah 5, 5 tahun menemani saya. #WooW lama juga yaaa

Dan daster itu adalah....daster bordir Malang.



Saya dulu membeli nya di online shop teman. Berhubung awet sekali saya memakai nya dan ga pernah order lagi (ternyata sudah 5 tahun lebih),  sekarang pas daster-daster itu sebagian sobek dan saya  menghubungi teman saya lagi, jawab nya," maaf mbak, saya sudah ga jual lagi...".
Waduuuh, daster-daster nya sudah terlanjur sobek, walaupun hanya saya pakai di rumah, jelas saya tidak nyaman juga di lihat aneh oleh anak-anak, mungkin sama dengan yang pernah mereka lihat di jalanan (orang yang memakai baju compang-camping , saya sampai kan ke anak-anak, kalau mereka itu lagi 'sakit' ). Urgent pokok e, saya harus mencari online shop yang menjual barang yang sama.

Ternyata pakdhe SEO yang merating kata kunci sebagai pedoman halaman/web yang sering di kunjungi oleh user tidak menjamin owner web nya welcome menerima orderan, itu pengalaman saya saat mencari barang urgent saya ini.




Sebulan saya menunggu balasan dari owner nya, setelah saya duluan menyapa untuk order dan nanya-nanya detil barang nya. Dan tidak di balas hingga saya mencari ke online shop yang lain.
Alhamdulillah,akhirnya saya mendapatkan good services dari online shop yang menjual barang yang sedang saya butuhkan ini.

Hari itu juga saya transfer, dan hari itu juga barang nya dikirim. Alhamdulillah, dua hari setelah transaksi 4 daster bordir malang yang saya tunggu-tunggu sampai juga.....:)





Semoga daster-daster yang baru saya beli ini kualitas nya sama (seperti nya memang ga berubah....hehehe) dengan daster-daster saya yang dulu, kalau bisa lebih awet lagi....lebih dari 5,5 tahun saya memakai nya....:D
Aamiin

Note:
Sebenar nya tulisan ini mau saya ikutkan GA Irit tapi bukan pelit nya kakak Akin.....tapi sudah terlambat dari DL nya...hiks
Banyak sekali main job (baca. mbabu+momong) di rumah yang membuat saya tidak nyaman duduk nge-deplek menulis di depan lappy.....Itulah nikmat nya menjadi seorang IBU  #eaaaa



Sabtu, 18 Januari 2014

# KEBdiMataku : Rumah Yang Nyaman Buat EMak 'Pemalu'



Kumpulan Emak Blogger, begitulah sebuah komunitas menulis di blog yang saya ikuti setahun yang lalu. Dari tulisan seorang teman yang saya kenal di dunia maya, di ajaklah saya bergabung di Kumpulan Emak Blogger ini.

Spechless, melongo lama...Hey, kemana saja ya saya kok baru tahu ada kumpulan yang keren yang bisa menyemangati saya kembali menulis. Tapi, seperti nya saya ga begitu telat karena saat itu Kumpulan Emak Blogger baru berumur setahun.

Alhamdulillah, setahun bergabung saya menemukan komunitas yang nyaman buat menulis. Yach, karena saya adalah emak pemalu. Hmm, pemalu kok punya blog??? Hmm, karena saya suka membaca dan ingin menulis.


“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)”
-- Pramoedya Ananta Toer --


Membaca tulisan di blog para eMaks, serasa saya mengenal mereka satu persatu. Tulisan yang bisa menyuarakan kata hati dan bisa di baca  siapa pun di dunia. Dan tulisan emak-emak blogger lah yang sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Terima kasih, maturnuwun ilmu dan sharing nya di Kumpulan Emak Blogger ini ya eMaks.  # Salim dan Peluk satu-satu

Membaca semangat dan quote yang di tuliskan MaksMin Kumpulan EMak Blogger mampu membuat emak pemalu ini kembali menulis. # Semoga sehat selalu ya MakMin semua, aamiin

Mengapa emak pemalu nyaman di sini??? Karena keramahan MakMin semua, keakraban para eMaks nya dan yang penting di rumah ini anggota nya emaks semua.  # EMak pemalu curhat


Dan, terakhir saya ucapkan met milad ke-2 Kumpulan Emak Blogger semoga selalu menginspirasi kami para perempuan Indonesia, tambah semangat KEBersamaan  para anggota nya dan tambah kompak MakMin semua nya, aamiin



Salam
Emak empat anak yang ingin punya banyak anak dan tetap menulis

Tangerang Selatan, 18 Januari 2014
Jam. 19.45


Jumat, 17 Januari 2014

(Bersama JodohMu) Isy Kariman Aumut Syahidan....

Perjanjian yang kuat mitzaqon ghalizaa begitulah Allah SWT menggambarkan sebuah ikatan suci yang agung antara dua individu , laki-laki dan perempuan dari dua keluarga yang berbeda kultur dan budaya semata hanya untuk hidup bersama meraih ridloNya dan menjalankan aturan syariatNya.


 
Remaja ku kini kemana engkau berjalan.....

Dunia remaja saat ini adalah sasaran budaya yang permissif, hedonis dan konsumtif. Untuk antisipasi akibat budaya-budaya  yang cenderung negatif tersebut,  memang remaja kita butuh idol yang bisa menuntun mereka ke jalan lurusNya.
Mengapa? Karena sudah menjadi jawaban yang umum, remaja kita yang mayoritas muslim ini cenderung berkiblat ke budaya barat sebagai panutan fashion, food, film dan fun.
Lalu bagaimana dengan masa remaja saya dulu? Jawaban nya sama, walaupun  tidak ada gadged dan  teknologi informasinya yang canggih, teman-teman saya saat itu juga melihat gaul ala barat lah yang menjadi panutan proses pencarian jati diri.
Akibatnya, degadrasi moral anak remaja kita bak bencana laten yang tak terlihat namun nyata akibatnya. Efek dari budaya liberal yang jadi dasar berprilaku orang barat, membuat para remaja kita pun ikut arus yang sama untuk membuktikan eksistensi mereka, " Ini gue lho...sudah gede, bro sis".
Sampai saya miris meringis hampir menangis membaca komen forum di situs terkemuka di negeri ini ketika TS nya membahas tentang. susahnya mencari per*w*n saat ini....#Oupps, ketahuan saya silent reader di forum itu...he3
Okay, gan/ganwati sebenarnya tidak susah kok mendapatkan wanita atau laki-laki yang baik untuk mendampingi mu menjalani kehidupan ini.

You want know, How???

Kalo sudah serius nggak mau pacaran | jangan setengah-setengah | jangan malah cari #modus lain
Kalo bener-bener mau jaga diri sampe halal | sekalian jaga beneran | jangan bikin penyaluran lain yang maksiat
Inget pacaran itu haram bukan karena namanya | tapi aktivitasnya | khalwat (berdua-duaan), rayu dan sentuh yang belum halal dll
Lha kamu memang nggak pacaran lagi | tapi tetep aja smsan bertali kasih | mention-mentionan pake #modus | ya sama aja..
"Udah makan belom? " "jangan lupa shalat ya... " "aku bangunin nanti tahajjud ya.." | #modus yang penuh dusta, dusta, dusta
Nggak pacaran tapi main anter-anteran bonceng-boncengan | alasannya anterin dan jaga dia PP dari pengajian | ancuur =_=
Kasih perhatian ke dia, kasih perlakuan khusus ke dia | kamu kita itu halal, padahal itu jebakan syaitan
Kamu belum siap nikahin, tapi pacaran takut dosa | tapi tetep nggak mau kehilangan nikmat asyik-masyuk sama cewek | beginilah jadinya
Kamu belum siap dinikahin, pacaran takut dosa | tapi tetep mau diperhatiin dan dipuja cowok | #modus lagi jadinya
Alasannya konsultasi masalah kajian Islam, mau belajar Islam | tapi kenapa maunya sama cowok? harus sama dia? #moduuus tuh!
Katanya kamu mau berubah, alasanmu kamu perlu dukungan penyemangat | tapi kenapa harus dari cewek-cewek? #moduuus lagi!
Abis mention-mentionan, DM-DM-an, lanjut tuker no HP dan PIN, terus BBM-BBM-an, SMS-SMS-an | terus apa bedanya sama pacaran? #modus
Kalo kamu serius menyendiri karena Allah | kamu bakal nggak pernah cukup untuk cari perhatian Allah | bukan caper ke dia
Bukan nggak boleh interaksi sama lawan jenis | boleh aja kalo jelas urusannya | bukan buat-buat urusan ya, itu #modus
Bukan nggak boleh mention-mentionan | kalo ada hal yang jelas ya monggo | tapi jangan bikin-bikin hal, itu #modus
Dalihnya ta'aruf | udah datengin bapaknya belum? udah tentuin tanggal nikah belum? | kalo udah pun ta'aruf tetep ada aturannya
Jadi cowok harus berani bilang "inni akhafullah" (aku takut Allah) | kalo ngadepin cewek yang mau #modus | STOP sampai situ aja
Jadi cewek harus tega untuk STOP dan cuekin cowok yang #modus | apa kata dia atas sikapmu nggak penting | dia bukan siapa-siapamu kok
STOP me-#modus dan di-#modus | fokus untuk pantaskan diri aja | ngapain main-main maksiat?
Dakwahlah selagi bisa, ummat lebih perlu perhatianmu | selagi masih sendiri, tinggikan ilmu latih ibadahmu | hafalkan ayat-ayat Tuhanmu

Pintu maaf mohon dibuka atas rangkaian twit barusan | itu sedikit curahan karena sayang dan peduli | padamu dan agama kita

(Ustad Felix Siauw)

Yuuup, begitulah harusnya kita memulai mencari tulang rusuk kita yang hilang sebelum di temukan.
Yakinlah akan janjiNya.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
(An Nuur: 26)

Inilah pengalaman saya, setelah pergi merantau mencari ilmu jauh keluar dari kota kelahiran saya dan mengkaji Islam Kaaffah. Saya semakin belajar bahwa dalam kehidupan umum, wanita memang harus menjaga iffah (menahan diri) dan izzah (kemuliaan), apalagi jika berinteraksi dalam kehidupan umum. Jangan kira itu mudah bagi saya untuk menjalankan nya, semua butuh proses dan niat azzam yang kuat, yach niat menjalankan syariatNya yang ternyata juga mengatur bagaimana wanita dan laki-laki yang bukan muhrim berinteraksi, dan itu semata-mata hanya ridlo Illahi yang di cari. #Bismillah

Dalam organisasi dakwah kampus kami, kepengurusan laki-laki (ikhwan) dan perempuan (akhwat) di pisah. Tidak ada komunikasi yang intens antara teman-teman ngaji, yang anggota nya ada yang laki-laki dan perempuan. Koordinasi sebuh acara bersama dengan audiens laki-laki dan perempuan, hanya melalui jalur satu pintu, antara ketua panitia laki-laki dan ketua panitia perempuan. Dan jika mereka berkoordinasi pun, tidak akan berdua-dua an (ber-khalwat) karena pasti akan di temani oleh salah satu dari kami (teman-teman perempuan) jika ketua panitia perempuan bertemu membahas teknis acara di rapat bersama dengan panitia laki-laki.

Kedengaran aneh ya, hehehe. Yach, memang seperti itulah ketat nya aturan interaksi dalam organisasi dakwah kampus yang saya ikuti. So, tidak ada yang nama nya akhwat atau ikhwan #modus atau PHP (pemberi harapan palsu) dalam hubungan personal di antara anggota kelompok ngaji kami saat itu. Jadi, tidak akan di temui ikhwan atau akhwat yang saling ber-message walaupun itu hanya pesan motivasi," Ukhti sholehah, minggu depan kita mau UAS, jaga kesehatan yach jangan lupa sholat malam nya". atau,"Semangat yach ukhti sholehah, UAS kali ini kita pasti bisa menjalani nya dengan nilai bagus".
Begitupun sebalik nya, tidak akan ada message galau akhwaters kepada ikhwan #modus yang sudah membuat angan-angan melayang melambung dengan pesan yang beda nya tipis antara perhatian kah atau ada 'rasa' kah???. # STOP Modus

So strict, sangat ketat saat itu kami (teman-teman ngaji perempuan dan laki-laki) di didik untuk menjaga interaksi dengan lawan jenis. Jika ada oknum yang melanggar, tidak segan-segan kami akan di tegur oleh senior yang juga guru ngaji kami, di nasehati dan jika tidak mengikuti aturan ya sudah, " monggo, silahkan antum ikuti kata hati sendiri dan jika ada orang lain (masyarakat) yang menegur jangan bawa nama kelompok pengajian kita lagi".

So stress, tidak bagi saya, yang dari dulu memang tidak nyaman melihat interaksi yang tidak terbatas (bebas) antara laki-laki dan perempuan. Saya memang tidak suka melihat laki-laki yang suka menebar pesona, begitu pun perempuan, dengan mengaji Islam Kaaffah saat itu, saya semakin sadar dan kagum ternyata Islam begitu sempurna. Islam mengatur juga bagaimana perempuan bersikap dan memuliakan nya menjadi seorang wanita yang terindah di dunia dengan selalu menuntun nya belajar menjadi seorang muslimah yang sholehah. #Amazing Muslimah from Allah SWT

So ordinary, jika dalam kelompok ngaji kami saat itu, antara ketua ( di majelis taklim kampus/fakultas atau acara-acara kepanitiaan) laki-laki dan perempuan akhirnya mereka berjodoh. Yach, interaksi yang kontinu walaupun dengan komunikasi yang sangat serius dalam berkoordinasi karena  jarang ada tatapan mata di antara lawan jenis, lebih banyak ghaudul bashar menundukkan pandangan dan tidak ada kalimat yang tidak berguna, jadi tidak ada haha hihi (baca. bercanda) jika para ketua itu sedang berkoordinasi. Semua harus dalam koridor syara' dan jika ada oknum yang melanggar, kembali ke tulisan saya di atas, akan di tegur dan di ingat kan lagi tentang aturan interaksi dalam Islam. Witing tresno jalaran soko kulino, karena dalam berkoordinasi akan terlihat sifat/karakter asli manusia ketika ada masalah dalam sebuah organisasi/acara, hal itu tentu akan memunculkan gharisah nau (rasa suka) ketika bertemu lawan koordinasi yang ternyata pas cocok untuk di jadikan teman bersama, pasangan sejati mengarungi kehidupan ini dalam sebuah hubungan yang halal dan suci. Begitu lah yang terjadi dengan @felixsiauw dan istri nya @ummualila, mereka adalah adik kelas saya di kampus dalam kelompok ngaji yang sama , dengan jabatan di organisasi majelis taklim fakultas saat itu  @felixsiauw sebagai ketua dan @ummualila adalah ketua kepengurusan putri (kadeputi) nya. #So Sweet

Mana jodohku  Gusti Allah?
Dulu, saya memang ingin menikah tepat waktu pas timing nya, yach pas saya sudah lulus kuliah pas saya sudah pernah merasakan bekerja dan pas juga ada pangeran berkuda putih nan sholeh berkantong tebal menjemput saya memberikan ijabsah. # PrayForIt, dongo sing kuenceeeeng....:)
Ga neko-neko, simple saja itulah saya. Sebelum dan sesudah mengaji Islam, saya memang tidak suka ngumpul-ngumpul ga jelas (baca. nongkrong) bercampur baur antara laki-laki dan perempuan.
Apalagi setelah mengaji Islam dan tinggal di sebuah rumah binaan dengan aturan pergaulan yang ketat antara laki-laki perempuan dan full di isi dengan kajian-kajian Islam.

-- Isy Kariman aw Mut Syahidan --
Hidup Mulia atau Mati Syahid


Motivasi nafsiyah
favorit saya hingga saat ini. Dulu, ketika saya membaca kalimat itu terkesan (oleh saya) tulisan itu mainstream sekali, menakutkan dan terkesan Islam tidak rahmatan lil alaamiin. Tapi itu dulu, setelah mengkaji Islam, dan belajar asbabun nuzul kenapa ayat-ayatNya di turunkan, saya baru menyadari bahwa hidup di dunia ini memang hanya untuk memuliakan dienNya atau mati syahid membela dienNya dan itu seharusnya menjadi pedoman hidup  seorang muslim.

Okay, kembali ke perjalanan  menemukan tulang rusuk saya. Sebelum umur 25 tahun, yach sebelum umur saya mencapai seperempat abad saya harus mengikat janji dalam mitzaqon ghalizaa dengan lelaki yang sholeh yang akan menjadi imam, teladan saya dan anak-anak untuk mencapai cita-cita mulia sebagai seorang muslim.

Dari aturan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang sedikit saya ceritakan di atas, tentu saya tidak akan bertemu langsung dengan pangeran berkuda putih nan sholeh itu sendiri tetapi melalui perantara. Ya, istilah nya mak comblang yang akan menghubungkan ta'aruf (perkenalan) antara laki-laki dan perempuan untuk nanti ke jenjang yang lebih serius yaitu khitbah (meminang) dan akhirnya menikah.

Dalam keseharian menjalani nikmat nafasNya saat itu, i'm happy be 'jomblo' akhwat. Seperti yang sering di sampaikan adik kelas saya, Ust Felix Siauw yang saat ini menjadi ustad favorit galauers karena motivasi-motivasi nya yang selalu makJlebbb. Yach, pantaskan diri sendiri untuk mendapatkan jodoh yang terbaik dariNya nanti, itulah nikmat nya belum menikah saat itu, dengan terus belajar belajar dan belajar Islam sambil menanti lelaki sholeh yang memang selalu saya pinta padaNya di setiap sujud fardhu dan sunnah.

Lamakah??? Alhamdulillah, menjelang 2 bulan usia saya 24 tahun. Datanglah mak comblang itu. Adik kelas (perempuan) ngaji yang sering menginap di kost, karena rumah nya di kota ini juga, aktivitas kuliah dan ngaji di kampus membuat nya sering menginap dan meminjam baju saya. Kebetulan kalau di rumah saya suka memakai baju rumah yang longgar dan pas sekali di badan nya yang lumayan subur. #Pissss yaa bunda 3Jagoan hehehe.

" Pas, cocok...wis ada di mbak pi semua....", kata nya saat itu
" Opo sich, de....mau nraktir yaaa....", canda saya
" Ada ikhwan ngaji, minta di carikan istri dengan syarat dan ketentuan berlaku...dan itu ada di mbak Pi", jawab nya serius.
" WooW, ada yo ikhwan yang nyari istri banyak syarat gitu....", canda saya lagi sambil heran juga.
" Wees, pokok e ku kasih no hp nya mbak...nanti jangan kaget kalo ada ikhwan yang nelpon ya...", kata nya sangat serius.
Dan, betul beberapa hari kemudian gadged jadul saya berbunyi dari sebuah nomor baru, dan itu adalah dia. Saat menelepon itu, saya sampaikan kegalauan saya dengan syarat dan ketentuan yang dia minta, dan dari ujung telepon yang dia pegang, jawaban nya yang di sertai hujjah/dalil membuat saya spechless, dan mafhum menerima alasan nya mengapa dia mempunyai syarat seperti itu.
Alhamdulillah, tidak lama setelah ngobrol via gadged, kami pun saling bertukar CV dan foto via email, karena saat itu posisi nya ada di selatan pulau Kalimantan.

Hari yang di tunggu pun tiba, setelah kami saling melihat foto by email, seminggu kemudian dengan di antar adik kelas saya itu, kami bertiga bertemu di sebuah rumah makan. Ternyata dia berangkat dengan pesawat pagi untuk pertemuan itu, dan langsung pulang setelah mengucapkan kepastian menuju proses selanjutnya, " ku pinang engkau dengan Bismillah". #Oh,so sweet

Itu adalah pertemuan pertama kami, dua minggu kemudian dia (yang di mata saya sangat lelaki, hehehe) datang ke rumah orang tua saya dari kalimantan ke madiun dengan maksud meminta anak gadis nya ke bapak saya. Dari rumah saya di Madiun, dia pulang ke rumah nya di Kudus, tiga hari kemudian datanglah keluarga inti nya ke rumah saya.  Setelah saya balik ke Bogor dan dia ke kalimantan, di tentukan lah hari pernikahan kami. Menjelang hari H, seminggu sebelum nya datang lagi dia dengan keluarga besar nya mengantarkan sembako, uang dan perhiasan untuk acara walimahan di rumah saya. #Masya Allah Wallahu Akbar

Hari H pun tiba, jika di hitung saya dengan suami  bertemu setelah ta'aruf sampai sekarang proses akad nikah hanya empat kal dalam waktu tiga bulan. Alhamdulillah, akhirnya tepat di usia saya 24 tahun 1 bulan saya sudah menemukan tulang rusuk saya, pasangan yang telah menjadi imam saya dan anak-anak hampir sembilan tahun ini. 

Memang, kalau di ingat kembali rasa nya mustahil tidak mungkin, tapi itulah skenarioNya. Dan sampai saat ini pun saya tak pernah berhenti bersyukur atas banyak nikmat yang di berikanNya kepada keluarga saya ini.
Setelah ikut ke kalimantan selama sembilan bulan, akhirnya setelah empat tahun suami saya nguli di sana,  mendapatkan surat mutasi ke kantor pusat di Jakarta.

Alhamdulillah saat ini kami baru di beri empat amanahNya (pengen nya punya banyak anak ^_^ ) . Bersama jodoh yang sudah di berikanNya saat ini, dengan  aktivitas suami saya saat ini, sebuah aktivitas yang tidak lazim mungkin untuk orang seumuran nya, yach menjadi pewaris para nabi, itulah aktivitas suami saya, belajar menjadi ulama di sela kesibukan nya nguli numpang hidup di Jakarta ini. # La Haula wa La Quwwata Illa Billah

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
Maka Nikmat Tuhan mu yang manakah yang engkau dustakan?

{ Surat Ar-Rahman}


"Begitu banyak nikmatNya yang sudah di berikan Allah Maha Pemurah dan Maha Kuasa kepada saya
Dengan pasangan hidup yang diberikanNya menjalani nikmat umurNya ini
Doa yang selalu saya minta padaNya
Bersama nya (jodohMu) jadikan hidup hamba yang singkat di dunia fana ini
Isy Kariman Aumut Syahidan
Hidup mulia atau mati syahid"




tulisan ini disertakan dalam Giveaway Novel Perjanjian yang Kuat
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...