Jumat, 24 Oktober 2014

Salam Hangat Tetap Semangat Wahai Ibu Hebat

Dari Abi Umamah ia berkata: “Ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang-tua atas anak mereka?” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Keduanya (merupakan) surgamu dan nerakamu. (HR. Ibnu Majah)

Hadist di atas adalah pengingat kita, sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak pada saat ini di mana agama (kebetulan saya adalah muslim) sudah tidak di terap kan dalam kehidupan sehari-hari.

Pfhhhhh.....
Saat ini, melihat tayangan berita di televisi tentang kondisi terkini, membuat hati menangis dan sedih. Kerusakan moral yang semakin banyak, tidak hanya  terjadi pada usia remaja saja tetapi sudah menjangkau usia SD dan prasekolah (PAUD).
Kekerasan seksual anak, kenakalan anak sampai pembunuhan anak yang dilakukan oleh teman nya yang juga masih anak-anak. Astaghfirullah.

Fakta-fakta yang sudah terjadi di sekitar kita itu adalah pekerjaan rumah buat pemerintah, lingkungan dan keluarga.

Di lingkungan keluarga, peran terpenting mendidik anak-anak adalah kedua orang tua, ibu dan bapak. Saya sengaja tidak menulis, hanya ibu lah yang berperan mendidik anak, karena (menurut saya) peran bapak juga penting untuk membentuk karakter seorang anak.

Ketika seorang perempuan sudah melahirkan seorang anak, maka dia sudah menjadi ibu. Dan Islam pun memulikan posisi perempuan yang sudah menjadi ibu.

Rasulullah saw bersabda:“…Tak ada seorangpun perempuan yang hamil dari suaminya, kecuali ia berada dalam naungan Allah azza wa jalla, sampai ia merasakan sakit karena melahirkan, dan setiap rasa sakit yang ia rasakan pahalanya seperti memerdekakan seorang budak yang mukmin. Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat, yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623)

Daaaan....
Dengan adanya dunia lain selain dunia nyata, yaitu dunia maya. Informasi yang dibutuhkan ibu untuk mendidik anak-anak nya sesuai dengan karakter yang di inginkan sangat mudah di dapat. Dengan bantuan mesin pencari mbah google, seorang ibu bisa saling berbagi informasi tentang tumbuh kembang anak dan cara mendidik anak.
Itu untuk hal yang positif nya.

Daaaan...
Ketika saya baru membuka salah satu dari tiga akun sosmed ( fb, twitter dan blog) yang saya miliki, di beranda nya muncul aktivitas-aktivitas yang saling bertolak belakang dan (menurut saya) ada muatan tersembunyi dari status dan foto yang di upload teman saya itu *halaaah, sok tahu saya hehehe*
Kebanyakan teman-teman di sosmed saya memang ibu-ibu, jadi yang di tulis mereka tidak jauh dari dunia parenting dan obrolan sehari-hari ibu-ibu.

A ==> " Horrray, asyiiik jalan-jalan di bawah mekarnya bunga sakura" (Status seorang teman yang kebetulan WM)

B ==> " pagi-pagi nyopir antar anak-anak sekolah, owh nikmat nya menjadi seorang ibu di rumah" ( Status seorang teman yang kebetulan FTM)
Monggo, silahkan masing-masing memiliki persepsi sendiri untuk dua status di atas, bebas dan boleh-boleh saja.

menurut saya, dua status itu bisa bermakna berbeda ketika di baca oleh ibu yang kebetulan tidak di posisi yang sekarang mereka miliki.
Iyeeees, itulah negatif nya dunia maya.

...Dulu, kami saling menguatkan saat nyinyiran soal ibu bekerja itu datang. entah dari status facebook atau tulisan blog teman yang terbaca oleh kami. sebentar lagi situasi akan berubah, kami akan berada pada 'kubu' yang berbeda. Inilah saatnya kami membuktikan komitmen bahwa kami saling menghargai dan menyemangati (hal 158, Farewell Dua Mama, catatan mama Arin, Mommylicious)

Sebelum membaca quote keren dari mama Arin, saya sudah setahun lebih tidak menulis status di sosmed yang saya miliki tentang keseharian saya sebagai FTM. Begitupun tentang dokumentasi pribadi (anak-anak dan keluarga),  sudah dua tahunan tidak saya upload terutama di fesbuk.

Ada beberapa hal yang akhirnya saya memang harus bisa berinteraksi yang positif di dunia maya. Salah satunya ketika membaca status salah satu teman saya di fesbuk.

Tetap bijak dalam bertutur di sosial media. Karena selain malaikat yg selalu mencatat, akan ada byk orang yg siap2 capture/screenshot postingan kita. Bahkan smpai kita meninggal, smua apdet status dan komen2 kita akan tetap ada dan bisa dilihat siapa saja. Ya kan? (Ihsanul Muttaqien status)

Betuuull....
Sikap itulah yang seharusnya di miliki oleh kita, para ibu ketika berinteraksi di dunia maya. Tidak ada status ataupun komen yang akhirnya melukai masing-masing kubu. Selalu saling menghargai posisi yang dipilih saat ini dan pastinya saling mensuport pilihan masing-masing.

Karena memang tanpa kita sadari, sejak zaman Rasulullah ada beberapa shahabiyah yang juga berprofesi di kehidupan umum (bermuamalah) seperti Asy-Syifa binti Abdullah (Seorang guru salah satu murid nya adalah Hafshah binti Umar bin Khattab, perawi hadist, ahli pengobatan khususnya kejiwaan, ahli ruqyah), Fatimah binti Yahya (Seorang guru yang hidup pada abad ke- 9 H, ahli hadist dan mujtahidah) , Asma binti yazid (seorang guru, perawi hadist dan ahli fikih) dan masih banyak lagi kita temukan peran muslimah di kehidupan umum, jika kita mempelajari siroh/sejarah tentang kejayaan peradaban Islam selama 14 abad.

Kita masih membutuhkan kelembutan tangan dan lisan yang keibuan seorang perempuan di kehidupan umum. Begitulah keadilan Islam, mubah nya seorang wanita bekerja di luar rumah, harusnya kita (perempuan) apresiasi untuk memberikan ilmu (keahlian) yang kita  miliki  untuk kemaslahatan umat.

Akhirnya....
Ketika saat ini saya ada di posisi bekerja di rumah. Alhamdulillah diberikan (baru) empat amanahNya adalah amanah yang berat di jalani di jaman ini. Sistem kehidupan yang cenderung sekuler berkiblat ke kehidupan barat yang bebas. Selama puluhan tahun, mencapai klimaksnya saat ini dengan banyak nya degradasi moral yang di lakukan oleh anak-anak generasi muda negeri ini.

Bismillah, inilah empat amanahNya yang dititipkan kepada saya dan suami
Foto. dokumentasi pribadi
Tugas mendidik anak tidak bisa seratus persen dalam pengawasan saya, untuk itulah ke-empat anak amanahNya sudah saya ikutkan belajar di sekolah (berbasis agama yang di kelola komunitas) untuk belajar dengan ibu guru yang sholehah.
Para ibu guru yang sudah menikah dan memiliki anak, tentu nya harus bisa me-manage waktu antara mendidik anak sendiri dan anak-anak ibu yang lain.
Hal itulah yang membuat saya mempunyai empati dengan keadaan WM, dan mencoba sangat menahan diri untuk tidak membuat status yang mengundang perih di hati ibu-ibu yang tidak pada posisi saya (FTM). *sakitnya tuch di sini <--- nunjuk mata, karena terlanjur membaca, hehehe*

Tak lupaaa....
Saya selalu doakan kepada anak-anak kita kepada Allah Yang Maha Besar
Yaa Hafizh Yaa Waliyy Yaa Malikul Mulk
Engkaulah Maha memelihara, Maha melindungi dan Maha menguasai alam semesta
Tiada daya dan upaya dari segala rupa kedholiman di dunia

Selain kami bergantung hanya padaMu
Jadikanlah anak-anak kami selalu mendapat petunjukMu
Untuk berjalan di jalan lurusMu
Lindungilah amanah-amanahMu ketika tidak bersama ibunda nya
Jauhkanlah anak-anak dari segala bujuk rayu syetan yang selalu menggoda
Ya Allah, Yaa Tuhan kami berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat
Serta peliharalah kami dari siksa api neraka
Aamiin Yaa Robbal Alaamiin


Salam hangat dan tetap semangat wahai semua ibu yang hebat.
Tugas kita mengantar anak-anak masih panjang, marilah kita saling berbagi kebaikan fastabiqol khairot. Semoga sedikit kebaikan yang bisa kita berikan di catat oleh malaikat, karena inilah kodrat yang sudah di takdirkan olehNya, menjadi ibu yang selalu dituntut jaman untuk tetap belajar ilmuNya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Every Mom Has A Story #stopmomwar








Rabu, 08 Oktober 2014

(Resensi Buku): White, Ketika Rasa Harus Memilih Antara 'Hitam' Atau 'Putih' (Inspired From True Events)




PROFIL BUKU
Judul            : White, Ketika Rasa harus Memilih Antara 'Hitam' Atau 'Putih' (Inspired From  True Events)
Penulis     : Nafiisah FB dan Rerencangan
Penerbit   : Hatimedia
Halaman  : 145 hal

"Ada penantian pasangan jiwa yang selalu berujung sendu, karena sang ikhwan ternyata lebih memilih si kulit putih".

Penggalan paragraf pertama sinopsis itu sudah membuat saya penasaran dengan isi buku ini ketika membaca nya di dinding fb teman saya. Alhamdulillah, akhirnya beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan kiriman buku ini (Horraaay....).

Gereget, campur dengan gemas setelah membaca cerita lengkap penggalan paragraf tadi. Astaghfirullah, ternyata walaupun sudah dekat dengan lingkungan yang baik dan teman-teman yang sholeh, godaan dunia yang bernama 'wanita' itu bisa menggoda lelaki yang berproses menjadi sholeh yang akrab di sebut ikhwan. Audzubillahiminasyaitonirrojim, Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Teman-teman penasaran.....hehehe.
Monggo, dipesan buku nya di penerbit nya hatimedia....(Y)

Buku ini terdiri dari 15 cerita, masing-masing cerita berdasarkan pengalaman pribadi atau teman penulis. Tidak semua cerita di buku ini sad ending, ada juga kisah hidup seseorang yang di tuliskan di buku ini happy ending.

"Ada kejutan mengharukan kala penantian akhirnya berbuah bahagia sesungguhnya, ketika sang pujaan hati itu telah menemani saat ini. Pria yang tak pernah menyebar nama kepada para"bunga". Dia hanya hadir dengan karya dakwahyang memantik semangat lainnya. Ah, suami tercinta. Dia yang sederhana namun kaya di jiwa. DIa yang begitu malu berhadapan dengan para hawa, namun tak pernah lupa candai istrinya".

Ouwh, so flower. Hati wanita mana yang tidak senang bila mendapatkan jodoh terbaikNya seperti penggambaran penulis di paragraf tersebut. Hmmm, semoga tetap selalu seperti itu ya 'teman sejati' ku saat ini, hehehehe. Oupps, inspired tulisan di atas jelas bukan saya ya teman-teman. Saya tidak kenal dengan penulis nya, tetapi memang manusiawi jika muslimah yang sudah belajar untuk memantaskan diri menjadi wanita sholehah, berharap mendapatkan pendamping hidup yang sholeh pula, bukan.

Setelah membaca kelima belas kisah cerita di buku ini, saya semakin menyadari bahwa Allah SWT sudah memberikan aturan hidupNya bagi manusia yang komplet, lengkap dan menyeluruh. Sampai untuk menyempurnakan setengah dienNya pun ada aturanNya juga.

Saya masih ingat ketika teman saya waktu SMA adalah aktivis pacaran, teman saya ini adalah pasangan famous di sekolah, yang perempuan cantik dan yang laki-laki ganteng, weees pasangan (tidak halal) yang ideal saat itu. Pacaran mereka lama, mulai kelas 1 SMA sampai lanjut beberapa tahun setelah mereka lulus SMA. Namun, jodoh di tanganNya. Setelah penjajakan bertahun-tahun, ternyata mereka menikah dengan pasangan masing-masing saat ini. Hingga sekarang saya masih  silaturahim dengan teman SMA (perempuan) itu walaupun lewat segenggam gadged. Terakhir komunikasi dengan nya, dia sangat sedih dengan dosa-dosa nya yang 'dulu' , dia malu dan takut jika dosa-dosa nya  (saat pacaran) tidak di ampuni olehNya jika umur yang di berikanNya sudah diambilNya sekarang. * hiks, tiba-tiba saya jadi hampir mbrebes mili, ikut merasakan kegalauan nya*.
Nah itulah salah satu contoh dari akibat  aktivitas (baca. kemaksiatan) yang memang di larang olehNya walaupun tujuan nya untuk menggenapkan setengah dienNya.

Dalam proses ta'aruf, antara laki-laki dan perempuan akan di pantau aktivitas nya oleh seseorang atau lebih yang di sebut muhrim nya perempuan. Dari proses melihat (nadhor) kemudian meng-khitbah akan ada muhrim perempuan yang mendampingi. Jika ternyata ending nya tidak jadi menikah, kurang sreg , it's okay aku ra popo. Galau, itu wajar tapi hanya sebentar. Karena ada keyakinan (bagi seorang muslim yang beriman) insyaAllah sudah dipersiapkan yang lebih baik oleh Allah jika kita terus belajar untuk memantaskan diri menjadi seorang muslim/ah yang kaaffah.

Saat ini di televisi (kebetulan anak saya sedang suka melihat acara di salah satu stasiun tipi yang menampilkan tujuh sesuatu yang ada di dunia ini dan saya selalu mendampingi nya), iklan produk di*t ini sering muncul, mengusik hati saya dan akhirnya mulut pun komentar. Biar teman-teman tidak penasaran, klu-nya " ....baru kenalan, sudah ngajak komitmen....."

Iklan tersebut (menurut saya), seperti mementahkan kan ajakan (baca. dakwah) para da'i muda yang mengingatkan untuk ta'aruf saja bukan pacaran. Sampai saya melihat broadcast  di media sosial ternyata ada buku best seller yang sekarang di filmkan 'Aku, Kau dan KUA' (Ini saya bukan ngiklan yaa, cuma suka dengan judul nya belum baca buku nya apalagi nonton film nya). Mungkin (menurut saya) , ada beberapa anak muda yang sedang pacaran tidak suka dengan KUA, jadi tim kreatif iklan di*t tersebut membuat narasi nya seperti itu. Wallahu'alam

" ketika penantian pasangan jiwa yang di tunggu  berakhir karena sesuatu yang sudah menjadi takdirNya. Tidak salah memang jika ikhwan itu memilih mundur, karena aku bukanlah wanita dan calon ibu yang subur. Kanker rahim stadium dua yang tanpa ku sadari ada di tubuhku, bukan berarti aku harus terus menangis dan layu. Aku harus terus tersenyum, sisa hidup dariNya harus bisa ku manfaatkan untuk fokus berdakwah untuk Islam yang kaaffah".

" Ada senyum simpul membalut bekas nyeri karena mengingat seseorang yang seringkali mudah mengucap "Shbahul Khair ukhtiy, apa kabarmu hari ini?". Dia yang sering menghantar sms tausyiah dengan mencantumkan nama sayang, namun ternyata setelah itu mendadak menghilang" .

Oiaaa, kembali ke buku White, dua penggalan paragraf di atas saya ambil dari dua kisah cerita di buku ini. Kesimpulan dari saya, monggo teman-teman baca. Tidak ada salah nya mengetahui kisah yang mengharu biru, menangis mbrebes mana tisu karena sudah ada yang menetes (Halaaaah lebay, tapi memang saya sampai mbrebes mili...) karena dunia ta'aruf itu tidak selama nya mulus dan SAH ( sampai akhirnya ke KUA). Manusia masih manusia bukan malaikat (tak bersayap) setiap laku dan tutur masih bisa di pelesetkan oleh syaiton yang memang di ijinkanNya untuk menggoda manusia sampai nanti hari pembalasan.

Tempat segala pinta dan harap hanyalah padaNya, untuk mendapatkan pasangan hidup sebagai partner menggapai jannahNya pun harus  sesuai dengan tuntunanNya (syar'i). Ada khilaf, ada nasehat . Ada salah, ada taubat. So, saat ini masih ada waktu untuk memperbaiki diri, untuk selalu belajar belajar dan belajar tentang Islam yang kaaffah.
Islam yang mengatur semua problematika hidup. Karena Islam bisa menjawab kegalauan hidup, sampai menjemput dan mananti pasangan hidup pun sudah di atur oleh Sang Maha Pengatur Hidup .



Minggu, 05 Oktober 2014

IdeKU untuk PLN : Penghematan Listrik Si Ibu

Ketergantungan manusia akan listrik saat ini begitu besar. Hal ini terlihat dari reaksi masyarakat jika aliran listrik di rumah mereka padam. Dari reaksi yang biasa saja sampai yang tidak biasa, bisa kita lihat dan dengar.

Apabila listrik di lingkungan kita padam dan keluar rumah bertemu tetangga, sudah biasa terdengar kalimat," listrik mati lagi, bisa kerja ga sih PLN...". Belum lagi ketika kita menengok dunia maya, banyak komentar pengguna media sosial yang tidak puas dengan pelayanan PLN, salah satunya karena ada nya pemadaman.

Di Indonesia, PLN adalah satu-satu nya BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan. Mulai abad ke-19 beberapa perusahaan Belanda sudah membangun instalasi listrik sendiri (swasta), kemudian sejak kemerdekaan RI di serahkan ke pemerintahan Indonesia, dan semua hal yang berkaitan dengan kelistrikan di kelola oleh negara (PLN).

Kebutuhan listrik tentu terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perekonomian nasional. Pembangunan infrastruktur (darat, air dan udara) saat ini pun tak akan berjalan tanpa ketersediaan energi listrik. Saat ini pertumbuhan listrik mencapai 10% per tahun, sementara pada waktu yang bersamaan beban puncak (peak) mencapai 24 giga watt. Jika pertumbuhan 10% maka setiap tahunnya membutuhkan tambahan kapasitas listrik sebesar 2,4 giga watt. “Saat ini kapasitas listrik PLN hanya 29 giga watt. Artinya dalam waktu 2 tahun, kapasitas listrik PLN telah mencapai batas maksimal. Maka dibutuhkan pembangkit baru karena kalau tidak maka akan berbahaya jika terjadi pemadaman,” jelas Tumiran, anggota DEN (Dewan Energi Listrik).

Ketika saya mencari informasi tentang PLN di mesin pencari google, tidak ada apresiasi yang positif untuk kinerja PLN, yang ada adalah komplain pelanggan untuk pelayanan yang kurang maksimal dan sering nya pemadaman di daerah tertentu yang mengakibatkan rusaknya beberapa alat elektronik rumah tangga.

Berbeda ketika saya mencari informasi tentang krisis listrik, di mana kenyamanan saya memakai listrik di rumah akan berkurang karena ancaman krisis listrik untuk pulau Jawa pada tahun 2018 tinggal menunggu waktu saja.

Listrik di Indonesia yang saat ini bergantung dari sumber energi fosil (minyak, gas dan batubara) , jika eksploitasi tanpa perhitungan oleh pemerintah saat ini tidak di kaji ulang kebijakan nya, tentu jumlah nya akan habis. Sedangkan alternatif sumber energi non fosil belum konkret pengaplikasian nya juga alotnya negoisasi pengoperasian pembangkit PLTU Batang hingga saat ini, tentu tidak mustahil pulau Jawa akan mengalami krisis listrik di tahun 2017 - 2018.

Mengutip tulisan dirut PLN, Nur Pamudji," Perbaikan regulasi ketenagalistrikan harus dimulai dengan perubahan pola pikir pemerintah dan masyarakat, dari ”listrik harus murah” ke ”listrik harus andal walaupun lebih mahal”. Ketika Indonesia berstatus investment grade dalam kurun 1994-1997, tarif listrik berubah otomatis (naik atau turun) setiap tiga bulan mengikuti gerakan kurs valuta asing, harga minyak dan inflasi, sehingga PLN punya kemampuan keuangan yang sehat mendanai operasi dan investasi tanpa subsidi. Sejak 1998 perubahan tarif otomatis ini dihentikan dan semua risiko kurs, perubahan harga bahan bakar, dan inflasi dipikul pemerintah dalam bentuk subsidi, yang tiap tahun terus naik dan sudah mencapai Rp 100 triliun per tahun. Pada 2013 subsidi rata-rata per kWh Rp 556. Belanja investasi sudah di kisaran Rp 60 triliun per tahun, dan sebagian besar didanai dari utang".

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang boros energi (termasuk saya) semakin membuat warning krisis listrik itu cepat datang nya. Dan setelah mengetahui, tagihan listrik per kapita di Indonesia di subsidi oleh dana utang. Saya, sebagai ibu rumah tangga perlu untuk melihat lagi (karena sering nya iklan PLN di televisi) program hemat konsumen (Demand Side Management) dan menerapkan nya sehari-hari.


TDL (Tarif Dasar Listrik) yang terus naik mengikuti kurs dollar saat ini, walaupun (kata nya di subsidi pemerintah) masih terasa mahal nya buat keluarga saya yang terdiri dari enam orang tinggal di rumah type 70 dengan pemakaian daya maksimal 2200 VA.

Untuk melaksanakan program hemat bayar listrik tersebut, saya memulai menerapkan beberapa tips yang di sarankan oleh PLN melalui program DSM (Demand Side Management) nya.

#1 Hemat Ibu


Bijak menggunakan mesin cuci

Mesin cuci termasuk alat elektronik rumah tangga yang memerlukan daya yang cukup tinggi (300 - 360 watt). Sebagai salah satu warga urban di Jakarta, tanpa asisten rumah tangga dengan empat anak masih kecil-kecil. Saya sangat tergantung dengan mesin cuci untuk mencuci baju, walaupun untuk beberapa baju saya masih mencuci memakai tangan. Untuk menghemat tagihan listrik di rumah, saya menunggu keranjang baju kotor penuh dahulu sebelum memasukkan nya ke mesin cuci.

Setting AC mendekati suhu kamar

Saat ini di kota-kota besar sudah biasa setiap rumah memasang AC (Air Conditioner) untuk mendinginkan rumah. Pemanasan suhu bumi terutama di daerah tropis menjadi alasan masyarakat memasang AC di rumah nya. Begitupun dengan rumah saya, saat ini ada tiga AC di rumah, yang selalu menyala setiap malam hanya dua AC saja. Tahukah kita, berapa watt AC misal. 1/2 PK di rumah? ternyata memerlukan daya yang tidak sedikit, 320 - 400 watt untuk menyalakan AC 1/2 PK, semakin tinggi PK nya semakin besar pula daya yang di butuhkan. Untuk menghemat tagihan listrik, suami saya menyeting AC di rumah minimal 26 derajat saja. Dengan asumsi, semakin rendah kita menyeting suhu maka semakin tinggi pula energi listrik yang di butuhkan. Begitu sebaliknya, jika kita menyeting AC mendekati suhu kamar (27 derajat) maka akan sedikit energi listrik yang di butuhkan.

#2 Hemat Ibu


Mengganti lampu CFL (Compact Fluorescent Lamp) dengan lampu LED ( Light Emitting Diode)

Pemakaian listrik yang utama di rumah adalah untuk penerangan, pasti sudah bisa terbayangkan jika malam hari mati lampu rumah akan gelap gulita dan anak-anak menjerit ketakutan karena gelap. Penggunaan lampu di rumah saya, termasuk banyak. Ada tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan makan, teras depan dan belakang serta kamar mandi yang selalu menyala di malam hari. Sebelumnya suami saya menggunakan lampu CFL/LHE (Lampu Hemat Energi) 11 watt, sejak berganti ke lampu LED 7 watt, otomatis sudah berhemat 4 watt dengan tingkat penerangan yang sama. Ruang keluarga juga menggunakan lampu LED 14 watt menggantikan lampu LHE 20 watt (hemat 6 watt). Begitupun kamar tidur juga menggunakan lamput LED 7 watt menggantikan lampu LHE 11 watt. Sebagai tambahan informasi, lampu LED mempunyai masa pakai lebih lama dibanding lampu CFL. Rata-rata umur pakai lampu CFL di rumah masksimum hanya 2 tahun. Sementara lampu LED yang sudah dipakai ada yang berumur 4 tahun dan belum mati. Dengan program lampu LED, saya dan keluarga sudah bisa menghemat tagihan listrik dari selisih watt yang digunakan untuk lampu penerangan di rumah.

SHSG (Setrika Habis Satu Gunung)

Masalah klise rumah tangga setelah baju di cuci adalah setrikaan sudah menanti. Dengan total enam anggota keluarga, bisa di lihat tumpukan baju yang sudah di cuci jemur menjadi sebuah gunung (hehehe...). Tahukah kita, berapa daya setrika di rumah? Ternyata hampir sama dengan daya AC 1/2 PK 300 - 350 watt. Untuk menghemat tagihan listrik, saya mensetrika baju seminggu 3 kali. Jadi sengaja saya tumpuk baju bersih yang sudah kering di jemur menjadi gunungan, kemudian mensetrika nya sampai selesai. Dengan tidak sering mensetrika baju, saya bisa menghemat tagihan listrik di rumah.

PLN Bersih, No Suap

Tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap pelayanan publik yang tanpa suap, memang kurang. Banyak nya kasus korupsi yang terindra oleh masyarakat , membuat negative thinking masyarakat terhadap peraturan dan kebijakan yang di buat di sistem kapitalis saat ini.

Usaha PLN untuk mengembalikan kepercayaan publik kembali dengan jargon baru nya "Kami bersih, anda bersih, kita bersih. Dukung kami untuk mewujudkan PLN bersih" tentu perlu dukungan dan partisipasi masyarakat sebagai konsumen PLN.

PLN sebagai perusahaan publik yang dibentuk Pemerintah untuk melayani masyarakat. Dalam praktek nya pasti berinteraksi langsung dengan komponen-komponen masyarakat. PLN Bersih sebagai salah satu bentuk pelayanan publik yang baik adalah bersih no suap. Masyarakat memperoleh kepastian layanan dan hanya membayar sesuai tarif layanan yang telah ditetapkan. Tidak ada biaya lain atau suap.

Komitmen pimpinan PLN tersebut patut di apresiasi dan di evaluasi. Masyarakat sebagai konsumen berpartisipasi mendukung dengan tidak memberikan peluang dengan memberikan tip atau hadiah. Selain itu juga masyarakat bisa mengawasi dan melaporkan tindakan korupsi yang di lakukan PLN ke lembaga yang berwenang untuk menindak dan mengaudit (KPK).

"Kami juga berharap program PLN Bersih sustainable atau bertahan dan berkelanjutan. Kuncinya ada dua. Pertama faktor keteladanan dari para pemimpin PLN dan kedua kami harus meninggalkan warisan berupa sistem yang bisa menutup peluang-peluang terjadinya korupsi” kata Nur pamudji, Dirut PLN.

Dengan banyak cara dan media, PLN berusaha meng-edukasi masyarakat untuk menggunakan listrik sehemat mungkin. Salah satu nya dengan lomba blog ini, PLN memberikan kesempatan kepada masyarakat (konsumen) untuk membantu meningkatkan kinerja nya

Semoga dengan banyak nya sharing dan ide yang masuk di lomba blog ini, membuat PLN Bersih No Suap benar - benar terwujud dan di rasakan manfaatnya oleh masyarakat (konsumen).




Bahan bacaan :

1) . www.pln.co.id//blog/mencegah-krisis-listrik-berulang/

2). www.industri.kontan.co.id/news/molornya-pltu-batang-bisa-picu-krisis-listrik

3). http://www.neraca.co.id/article/46103/Peran-Negara-Harus-Ada-dalam-Krisis-Listrik

4). www.energi.lipi.go.id

5). www.plnbersih.com

6). id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_Listrik_Negara

7). www.esdm.go.id




Sabtu, 07 Juni 2014

#Cinta, Apa Ada Cinta (Tanpa) NYA......

Dari Anas r.a. dari Nabi saw. Bersabda: “ Barang siapa ada tiga perkara padanya, ia telah mendapatkan manisnya iman, yaitu hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya dari apa yang selain keduanya, hendaklah ia mencintai dan membenci seseorang semata karena Allah, dan hendaklah ia benci untuk kembali kepada kekafiran, sebagaimana ia benci jika akan dicampakkan ke dalam neraka”
[H.R. Bukhari dan  Muslim]

Cinta, gharizah nau (1) yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Tak terkecuali anak kecil yang belum baligh, akan memiliki rasa cinta ini yang tentunya cinta nya kepada kedua orang tua nya. Seperti anak-anak saya yang masih kecil-kecil (empat orang) yang selalu ingin ikut kemanapun saya pergi karena takut di tinggal ibu nya.....^_^
Waktu saya kecil, kabar orang meninggal adalah menyenangkan bagi anak-anak di kampung saya. Lho kok bisa, karena kami anak-anak akan mendapat uang jajan lebih dari saweran keluarga shahibul mayit yang menyebarkan beras yang di campur dengan bunga serta uang receh (koin).
Tapi, berbeda dengan kejadian saat itu. Ketika ada salah satu keluarga saya meninggal, se-ingat saya dulu meninggalnya mbah buyut saya. Setelah pulang dari tempat pemakaman, malam nya saya tidak berani menutup mata.

Setiap memejamkan mata, saya seperti berada di ruangan sempit yang ukuran nya sama dengan tubuh saya yang sedang terbaring tidur dalam suasana gelap, gelap dan gelap. Kegelisahan itu berlangsung lama, saya takut memejamkan mata ketika tidur karena saya seperti berada di liang kubur. Hal itulah yang akhirnya membuat saya takut dan tidak akan pernah meninggalkan perkara wajib bagi hambaNya, sujud wajib lima kali kepadaNya, SHOLAT.

 

Lyrik 'Mengemis Kasih'  by. Nazrey Johani feat Far East (ex lead vocal Raihan)

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosa itu menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku


 
Sampai akhirnya saya menyadari, tiga pertanyaan besar yang selalu menjadi pencarian manusia saat ini. Dari mana saya berasal? Untuk apa saya ada di dunia ini? Dan akan kemana saya setelah di dunia ini?
KepadaNya, Allah SWT itulah jawab nya. Sungguh hidup sebentar di fanaNya ini, (bagi saya) adalah ujian dengan ikhtiar dan doa untuk bersua denganNya dengan khusnul khatimah.
Daaan......
Apakah bisa saya mendapatkan nya (khusnul khatimah) jika tidak menaati perintah syariatNya?
Tentu nya tidak....Allah menciptakan semua makhlukNya beserta dengan aturan syariatNya yang harus di taati dan di terapkan hambaNya.
#BumiMilikAllah


 Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS





 Note :
( 1) Gharizah nau : Salah satu dari tiga naluri yang dimiliki manusia (Gharizah tadayyun, gharizah baqo dan gharizah nau) , gharizah naluri yang ingin mendapatkan dan memberikan kasih sayang kepada sesama.

Rabu, 07 Mei 2014

Aplikasi Anak Cerdas : Pilihan Aplikasi Buat Para Orang Tua Cerdas


Gadget bukanlah hal yang mewah lagi, seperti puluhan tahun yang lalu saat saya masih kuliah. Hanya beberapa orang saja yang punya, pasti karena harga nya yang tidak terjangkau oleh orang kebanyakan, harga isi nya (baca.pulsa) pun mahal, hanya ada sedikit provider yang ready, tidak seperti sekarang yang satu provider saja mempunyai banyak produk dengan segudang paket promo nya yang bisa terjangkau anak sekolah.

Dan saya....
Saat itu saya belum punya gadget, berharap mendapatkan satu sms saja dari teman yang mempunyai gadget tapi bingung mau di kirim ke siapa,karena teman-teman saya yang lain nya pun belum punya gadget.....hehehe

Perkembangan gadget dari tahun ke tahun sungguh memukau, wooow. Apalagi buat saya yang tidak begitu paham dunia teknologi komunikasi seperti itu. Dari gadget yang besarnya seperti HT (handy talkie) dan keypad huruf nya ada yang keras, bikin jari-jari ngilu kalau lama-lama berbalas sms dengan teman. Saat ini sudah ada gadget yang bentuk nya lebih tipis, layar lebih besar dan tinggal sentuh (tunjuk) seperti kalau saya memilih menu makanan di warteg favorit saya, hehehehe.
" Salah satu faktor utama yang menyebabkan banyaknya pengguna OS Android ialah banyaknya Smartphone Android yang tersedia dengan harga yang cukup terjangkau namun memiliki spesifikasi yang ciamik."
(Ini dia Alasan Android Lebih diminati Para Pengguna Smartphone, www.android-indonesia.com)

Ketika saya keluar rumah, tidak susah menemukan counter pengisian pulsa pra bayar di pinggir jalan dengan harga goceng (lima ribu rupiah). Hal ini menandakan hampir semua orang bisa mempunyai gadget karena harga pulsa nya sangat terjangkau, bahkan harga nya sama dengan setengah potong tempe (ukuran 12 cm x 5 cm x 3 cm) di tukang sayur langganan saya.

Kemajuan teknologi yang pesat dan sangat terjangkau tersebut, tentu mempunyai dua sisi yang bisa menguntungkan dan merugikan bagi pemakai nya. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika ke-empat anak saya rebutan gadget bapak ibu nya, yang masing-masing (saya dan suami) hanya mempunyai satu gadget saja.

Bagi saya, ketika anak-anak saya asyik bermain dengan gadget ibu nya, itu sangat membantu saya untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang belum selesai. Tetapi, dengan adanya jaringan internet unlimited di rumah, tentu saya sangat khawatir ketika anak-anak saya meng-klik sesuatu yang belum boleh dilihat oleh mereka. Internet yang content nya penuh dengan trap yang berbahaya, tentu menjadi warning bagi anak-anak yang menggunakan nya jika tidak ada pendampingan dari orang tua.

Memang harus bijak menjadi orang tua saat ini di era digital. Mungkin kekhawatiran saya sama dengan para ibu lain nya, pesat nya perkembangan gadget dan internet yang mudah di akses akan menjadi trend baru yang bisa menjadi negatif jika cyber crime yang kita temui, tetapi tentu ada yang positif jika kita bisa menggunakan secara tepat dan bermanfaat.

KEB aka Kumpulan Emak Blogger, yang selalu memberikan wadah bagi para emak blogger untuk saling berbagi dan Acer Indonesia, memberikan informasi kepada para Emak bahwa saat ini ada aplikasi edukasi pertama yang hadir dalam bahasa Indonesia dengan konten sesuai materi pendidikan yang diajarkan di sekolah nasional, Aplikasi Anak Cerdas.

Untuk bisa mendownload aplikasi Android Anak Cerdas ini, pastikan tablet atau smartphone sudah memenuhi spesifikasi berikut:
1. Gadget minimal memiliki OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS)

2. Tablet dan smartphone Android dengan layar minimal 4.7 inch

3. RAM gadget minimal 512MB

4. Kapasitas penyimpanan minimal 1 GB

5. Koneksi internet dibutuhkan untuk aktivasi awal, pendaftaran pengguna, download update dan membaca Dunia Tekno.


Proses memasang Aplikasi Anak Cerdas yang mudah

Aplikasi Anak Cerdas
adalah  perangkat belajar yang aman sekaligus menyenangkan untuk anak, terutama anak berumur 6 – 12 tahun. Sebagai aplikasi edukatif, Aplikasi Anak Cerdas memiliki fitur-fitur antara lain :
1. Parental Control
 Di fitur ini para orang tua bisa menerima laporan bulanan yang menunjukkan aktivitas dan durasi si kecil dengan gadgetnya. Dengan menjalankan mode Zona Anak yang  mencegah si Kecil mengakses situs dan aplikasi yang tidak sesuai untuknya. Aktifkan fitur Izin Unduh, maka kata sandi (password) orangtua akan dibutuhkan untuk mendownload aplikasi ke gadget.

2. Mari Bermain

 Di fitur ini terdapat ratusan pilihan game, aplikasi edukasi dan e-book yang direkomendasikan untuk anak usia 6-12 tahun.

3. Latihan Yuk !
 Di fitur ini berisi ribuan kumpulan soal latihan Matematika, Sains, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk anak kelas 1-6 SD. Kontennya sesuai dengan kurikulum sekolah nasional. Aplikasi Anak Cerdas juga akan menyiapkan latihan untuk soal ujian akhir agar mereka bisa berlatih lebih baik. Tiap mata pelajaran terdiri dari sejumlah level dan badge hadiah yang bisa dimenangkan

4. Dunia Tekno
Di fitur ini anak bisa  belajar seputar teknologi dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

"Tak perlu cemas bila anak suka bermain gadget . Yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget  hanya sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda."
(Anak dan Gadget: Yang Penting Aturan Main; Tabloid Nakita)

Begitupun dengan saya, adanya Aplikasi Anak Cerdas menjadi salah satu pilihan cerdas dan tepat untuk membuat anak-anak anteng, diam sementara sebelum mereka bermain dengan menggunakan motorik mereka lagi, seperti : bersepeda, bermain rumah-rumahan, bermain petak umpet dan lain-lain.
Ke-empat anak saya bermain dengan gadget
 So, monggo buat para orang tua cerdas tidak perlu menunggu (cuaca) tambah panas, karena banyak nya content negatif di internet saat ini. Segera download Aplikasi Anak Cerdas dan berikan kepada anak-anak bersama gadget mereka.

Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia




Rabu, 19 Februari 2014

(Resensi Buku) The True Hijab





Hijab, sebuah kata yang beberapa tahun ini booming dan entah siapa yang pertama kali mengatakan nya. Dengan memakai kata hijab, seolah tak ada lagi perbedaan yang mencolok apa arti jilbab dan kerudung yang sesuai dengan syariatNya. Seperti nya masing-masing view yang selama ini pro-kontra tentang definisi jilbab ini, adem sejenak melihat fenomena muslimah di negeri ini yang ramai-ramai berhijab.

Suatu senin pagi di KRL Commuter line Bogor-Jakarta, berdiri di hadapan saya muslimah berbusana seperti ini: tubuh di bungkus jumpsuit merah menyala di balut cardigan denim biru. Kepala di tutup turban bercorak pelangi. Sepotong ciput antem (anti tembem, red) hijau toska membungkus lehernya. Bros bunga besar nangkring tepat di pojok kanan atas telinga. Sebentuk wedges etnik warna krem membalut kakinya. Tak lupa polesan bedak di pipi plus gincu soft pink di bibir nya.

Saya membatin ‘kreatif’ sekali ya muslimah ini. Dia terlihat cantik dan styles. Sudut hati saya yang lain berbisik : sebenarnya yang lebih tepat di sebut kreatif itu ya para desainer busana muslim. Bisa-bisa nya menciptakan desain-desain unik sedemikian rupa. Mendadani muslimah ala manequin bernyawa. Tapi apa begini cara berbusana muslimah?

Fenomena muslimah berhijab saat ini, memang menggembirakan sekaligus bikin galau. Gembira, karena sekarang jilbaber seperti saya tak lagi merasa terasing di negeri sendiri. Berhijab bahkan jadi trend. Para muslimah tak lagi enggan mengenakan busana yang di anggap simbol kefanatikan itu. Ya, idealnya memang begitu. Beragama ya harus fanatik. Asal jangan fanatik buta. Sekadar ikut arus trend tanpa ilmu.

Jujur, para penulis buku ini tidak antipati dengan tren hijab style. Justru, kami kagum dengan hijrahnya saudari muslimah kita yang dahulu masih belum menutup aurat, kini sudah menjalankan kewajiban untuk menutup aurat. Tapi, ternyata banyak saudari muslimah kita yang berhijab itu masih ingin menonjolkan kecantikan memakainya, daripada parameter syar’i yang harus di jalan kan.

Buku ini adalah rangkuman kisah-kisah para ¨pejuang¨ hijab dalam mempertahankan idealisme berjilbab syar’i. Saya berani katakan ¨pejuang¨ karena di antara para penulis buku ini adalah pelopor jilbab di lingkungannya pada zamannya. Jujur, sebenarnya saya dan sebagian teman-teman penulis di buku ini merasa malu berbagi masa ‘berhijrah’. Hati kecil saya berkata, apakah ini layak. Sebab kami yakin, masih banyak muslimah-muslimah di luar sana yang lebih layak disebut ‘pejuang’ hijab syar’i dengan beribu kisah yang tak kalah inspiratif.
Tapi, akhirnya kami kembali pada niat: mengampanyekan hijab syar’i. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi!

Hijab sepanjang masa, perintah berkerudung dan berjilbab adalah tuntunan Allah SWT kepada seluruh nabi. Seluruh umat manusia. Dan tidak ada alasan menolak kerudung dan jilbab. Itulah tulisan Ibunda Ustadzah Irena Handono, yang berkenan memberikan pengantar dalam buku ‘The True Hijab’

Ingin lebih banyak membaca dan penasaran dengan kisah ke – 18 penulis nya. Yuk, sobat DRISEr gpl yach, wees ga pake lama segera miliki buku ini dan jadikan koleksi kamu. { Ummu Fathin}


PROFIL BUKU
Judul     : The True Hijab : Kisah Inspiratif Para Jilbaber Syar’i (Based on True Story)
Penulis  : Asri Supatmiati, dkk
Penerbit : Mozaik Indie Publisher
Karya dari : Komunitas Belajar Menulis
Harga    : Rp. 38.000

Tulisan ini di muat di kolom resensi majalah remaja Islam D'Rise edisi Februari 2014. Monggo, temans yang berminat untuk mengkoleksi majalah remaja Islam ini segera fanpage Majalah Remaja Islam D'Rise.







Minggu, 09 Februari 2014

[Mozaik Blog Competition 2014] Menulis ku Untuk-MU......

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id

Fastabiqul Khairot
, yuuuk monggo kita meraih dunia akhirat dengan menulis.
Itulah tulisan penutup saya di catatan blog ini.

Yach, sebagai seorang ibu, ummu wa robbatul bayt, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak yang di titipkanNya untuk menjalankan aturan hidupNya yang sebentar di alam fanaNya ini.
Menjadi ibu adalah proses yang ending nya adalah menghasilkan generasi-generasi yang di didik oleh nya menjadi anak-anak yang sholeh/ah.
Bismillah, always studying hard to be a good mommy.

Nge-blog aka menulis di buku dun-may (blogspot, tumblr, wordpress, dll) adalah imbas dari sebuah ikatan  yang tidak bisa dipisahkan dari hobi saya, membaca.
Alhamdulillah, walaupun saya masuk SD di mulai dengan tidak bisa membaca sampai akhirnya  kelas 2 baru mulai sedikit lancar membaca dan yeeeaaay berhasil juga saya  membaca teks tulisan di layar telivisi hitam putih yang saat itu hanya ada stasiun televisi tunggal yang mengudara.
Yeeessss, akhirnya saya bisa membaca juga.  # Maturnuwun Gusti Allah

Awalnya.....
Efek bisa membaca bagi saya waktu kecil sangat luar biasa, saat itu apapun ingin saya baca, sampai kertas bungkus di warung pun saya baca jika itu ada tulisan yang menarik untuk di baca. #Weeeis, rajin tenan

Alhamdulillah  jaman saya SD, saat itu booming taman-taman bacaan berbayar aka menyewakan buku apa saja dengan syarat dan ketentuan berlaku. Pengelola taman bacaan berlomba-lomba memberikan banyak promo karena banyak nya usaha yang sama di daerah saya. Tentu hal ini adalah berita yang menyenangkan bagi saya yang kedanan membaca buku. Buku-buku bacaan untuk usia berapa pun tersedia di taman-taman bacaan, dan lengah nya (baca. kurang tegas nya) penjaga taman bacaan bisa saja membolehkan anak di bawah umur meminjam buku-buku dewasa. #Ouppps

Dan, seperti nya ini koreksi bagi para pengelola buku bacaan untuk memantau bacaan para pengunjung nya (menurut saya) karena bagi saya sendiri  waktu  mau lulus SD, saya berhasil meng-khatam kan serial karangan Bastian Tito yang jumlahnya puluhan buku itu. #WoooW
Mengapa perlu di koreksi??? Yach, pasti teman-teman yang suka serial itu sepakat dengan saya, jika petualangan pendekar kapak maut 212 itu disertai dengan bumbu-bumbu asmara, yang kadang-kadang di tulis dengan narasi yang vu*g*r dan sangat dewasa.
# Membaca perlu di bawah pengawasan orang tua
Alhamdulillah, setelah  buku (Alm) Bastian Tito  sudah saya baca semua nya. Saya mulai beralih ke serial anak gaul jaman itu, siapa lagi coba, kalau tidak serial Lupus dan adik nya Lulu.
Dan ada juga serial Olga dan sepatu roda, trio detektif, lima sekawan, agatha cristie dan kisah-kisah petualangan/detektif yang lebih saya suka membaca nya.

Sampai akhirnya saya membaca sebuah majalah An-Nida pertama, kalau tidak salah saat itu saya masih kelas 5 atau 6 SD. Di majalah edisi pertama itu saya masih ingat ada cerpen yang berjudul 'Mia, piranti hati yang retak' (saya lupa penulis nya Asma nadia apa Helvy TR) yang bagi saya setelah membaca nya adalah sebuah cerpen yang inspiratif sekali. #Ayooo, penasaran kan baca cerpen nya

Pelajaran bahasa indonesia kelas 3 SMP, waduh nyuwun sewu saya lupa siapa nama guru saya itu, yang saya ingat  adalah tahun itu terakhir beliau mengajar sebelum pensiun di sekolah saya . Ibu guru bahasa indonsia saya itu sangat bernas (berisi -- dalam hal mengajar ya -- dan cerdas), beliau berhasil membuat saya suka pelajaran bahasa indonesia karena cara mengajar nya yang menarik. Walaupun teman-teman tidak menyukai nya karena sering memberikan pekerjaan rumah yang susah, tapi saya menyukai nya dan sekarang saya bisa merasakan manfaat nya. # Alhamdulillah

Ayooo tebak apa tugas ibu guru saya itu? hehehehe.
Ibu guru saya tercinta, meminta murid-murid nya (Saat itu satu kelas 45 siswa) yang sudah di bagi-bagi menjadi kelompok-kelompok yang isi nya 4-5 siswa untuk meresensi novel-novel karangan para novelis mulai angkatan lama sampai angkatan baru.
Saya ingat kelompok saya saat itu di suruh meresensi novel Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisyahbana.
Dan tugas-tugas lain nya, yang membuat saya berkesan dengan mata pelajaran bahasa indonesia.

Hingga sekarang pun......
Saya masih tetap suka membaca. Ketika saya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, semakin banyak buku yang mudah saya dapatkan dan baca. Selain buku wajib untuk kuliah,  saya pun membaca buku-buku chicken of soup buku motivasi dan buku pengetahuan tentang Islam Kaaffah.

Dari banyak nya judul buku yang ada, dan saya baru bisa membaca nya sedikit sekali buku-buku (yang saat ini sudah di cetak bukan dalam bentuk e-book) itu. Saya sangat mengagumi tulisan-tulisan para ilmuwan Islam.
Siapa yang tidak kenal dengan hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali  yang mempunyai kecerdasan dan pengetahuan luar biasa baik itu ilmu agama dan ilmu dunia. Tulisan beliau yang terkenal hingga saat ini, kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.
Ada juga Al-Biruni, Al-Farabi, Ibnu Khaldun, Ibnu Siina, Al-Kindi, Ibnu Haitham, Ibnu Rusyd, al-Khawarizmi, Al-Razi, Al-Jazari dan masih banyak sekali ilmuwan-ilmuwan muslim lain nya yang bisa kita baca  karya-karya nya yang selalu mereka  tuliskan.

Dan, buku-buku tentang kebangkitan Islam lah yang menjadi favorit saya.
"Bangkitnya manusia tergantung dari pemikiran (fikrah) nya tentang kehidupan , alam semesta dan manusia; serta hubungan ketiganya ini dengan alam sebelum kehidupan dunia dan alam setelah kehidupan dunia. Oleh karena itu harus ada perubahan yang mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini. "
[Jalan Menuju Islam, Syekh Taqiyudin An Nabhani]

Memang harus di akui, saat ini umat Islam mengalami kemunduran yang luar biasa setelah berhasil di pecah-pecah oleh musuh-musuh Islam. # Kalau nulis ini, ghiroh (semangat) saya tinggi untuk Islam, Allahu Akbar
Untuk lebih jelas nya bisa di baca di buku ini. Monggo yang penasaran di cari buku nya. ^_^




Dan selalu menjadi penyemangat dan pengingat, bisa di baca di buku ini.

Karena sudah jelas terbukti kebenaran hadistNya
Rasulullah saw. pernah ditanya, “Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel
(HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)




Dan di tulis sangat detil dan heroik  di buku ini.


Buku-buku seperti itu bagi saya ibarat vitamin dan suplemen yang bisa menambah passion hidup.
Yeees, hanya dua pilihan hidup untuk seorang muslim di dunia ini

Isy Kariman aumut syahidan
-- Hidup Mulia atau Mati Syahid --
 Dan, coretan sederhana saya di blog ini belum lah sehebat para ahli (ilmu agama sekaligus ilmu dunia) yang sudah masyur. Saya, yang manusia bodoh (oupss, tiba-tiba jadi ingat lagu nya om Doni Sibarani dkk) ini masih terus belajar, belajar dan belajar untuk bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi sesama manusia, Fastabiqul Khairot.

Semua nikmatNya yang tidak bisa terbayar oleh milyuder-milyuder saat ini, apalagi saya yang tak berharta banyak seperti mereka. #hehehe
So, nikmatNya yang masih bisa saya nikmati ini (bisa menulis) akan saya gunakan untuk selalu menulis kan kebesaranNya dan penting nya insan yang ingin kamil (sempurna) tunduk , patuh dan menerapkan aturan syariatNya.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...