Senin, 15 Juli 2013

Ijinkan Hamba Kembali PadaMU dengan Husnul Khotimah

Sepasang remaja mesum  yang nekat berhubungan badan di lokasi pemakaman Sunan Giri di Gresik, berubah menjadi batu. Kini, batu tersebut menjadi tontonan banyak warga yang penasaran.(SidomiNews, 11 Juni 2013)


Berita di atas sungguh menyedihkan dan miris sekali, dua orang manusia yang masih belia harus menghadap Sang Maha Pencipta dalam keadaan buruk (Su'ul Khatimah)

Kematian adalah suatu keniscayaan bagi hamba makhluk ciptaanNya, siapa saja orang berharta, orang tidak punya harta, orang terkenal, orang biasa, pejabat ataupun raja dan rakyat jelata pasti akan antri menghadapNya.
Dan pilihan itu ada di depan kita (manusia). Kita akan menghadapNya dalam keadaan baik (Husnul Khatimah) atau kah sebalik nya dalam keadaan buruk (Su'ul Khatimah)

Tanda kematian Husnul Khatimah

  1. Mengucapkan Kalimat Tauhid (la ilaha illallah)Nabi Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang di akhir hayatnya mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT), maka ia masuk surga.” (HR Abu Dawud)
  2. Keringat di dahi/kening.
    Dari Buraidah bin Hashib RA, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Meninggalnya seorang Mukmin ditandai dengan keringat di dahinya.” (HR Tirmizi, Nasa’i, dan Ibn Majah).
  3. Meninggal dunia pada malam jum'at dan siang hari nya.
    Dari Abdullah bin Umar RA, Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.” (HR Tirmizi).
  4. Mati Syahid
    Nabi Rasulullah SAW bersabda, " Ada lima macam mati syahid , yakni disebabkan wabah (al-math’un), sakit perut ( al-mabthun), karam atau tenggelam (al-ghariq), tertimpa tanah runtuh (shahibul hadm), dan syahid dalam perang di jalan Allah. (HR Bukhari dan Muslim)
Sungguh sebuah pertemuan denganNya yang sangat indah dengan Husnul Khatimah bukan sebalik nya. Semoga kita termasuk hambaNya yang terpilih itu. 



Credit

Dan keadaan Husnul Khatimah itu tidaklah mudah kita dapatkan, tentu nya memerlukan amal sholeh kita ketika menjalankan nikmat hidupNya di dunia fana ini.
Rasulullah SAW  bersabda, “Orang yang cerdas ialah orang yang menahan hawa nafsunya dan berbuat (amal sholeh) untuk (bekal) kehidupan setelah mati.” (HR. Turmudzi).

Menjalani hidup yang sebentar di dunia ini, seandai nya kita memahami bahwa kita di ciptakan oleh Allah SWT, hidup hanya untuk beribadah kepadaNya dan kembali berpulang (mati) menghadapNya.
Kita akan hati-hati menjalani aktivitas sehari-hari agar tidak melanggar aturanNya.
Serta tunduk patuh terhadap semua syariatNya.

"Andai ramadhan ini adalah bulan terakhir saya....."

Saya ingin berjumpa denganNya dalam keadaan Husnul Khatimah.

Tulisan ini di ikut kan  dalam Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie

6 komentar:

  1. AAmiin, semua muslim pasti menginginkan mati dalam keadaan khusnul khotimah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuulll bu Enny...
      Bismillah, smg kita bisa nggih...

      Hapus
  2. Aamiin. Semoga kita semua meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. aamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Maturnuwun kunjungan nya mbak Santi dewi....:)

      Hapus
  3. Berarti kejadian itu baru bulan kemarin dong mbak Juni 2013? menyeramkan -,-

    Aamiin..karena semua yang meninggal ingin dalam keadaan khusnul khotimah, semoga ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Titis, menyeramkan dan tidak patut untuk di tiru...-,-
      Aamiin....Bismillah, iya mbak....:)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...